Audiensi KNPI-Pemkot Tangsel: Menakar IPP dan Legacy Gedung Pemuda

0

TintaOtentik.Co – Wacana pembangunan pematangan Musrenbang dan Gedung Pemuda di Kota Tangerang Selatan memasuki babak baru.

Dalam audiensi hangat antara DPD KNPI Kota Tangsel dengan Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan, isu mengenai infrastruktur kepemudaan, dana stimulan OKP, hingga efektivitas program menjadi sorotan utama guna mendongkrak Indeks Pembangunan Pemuda (IPP).

Ketua DPD KNPI Kota Tangsel, Sopian Hadi Permana, mengawali audiensi dengan target waktu yang ambisius. Ia berharap proses fisik sudah mulai terlihat pada tahun mendatang sebagai bukti keseriusan Pemkot.

“Semoga pembangunan Gedung Pemuda bisa terealisasi segera, mudah-mudahan harapan kami di tahun 2027 sudah bisa ada peletakan batu pertama sebagai tanda pembangunan Gedung Pemuda,” ujar Sopian.

Selain itu, Sopian juga menekankan penguatan akar rumput melalui usulan proposal dana hibah untuk stimulan Organisasi Kepemudaan (OKP) seperti yang dilaksanakan oleh berbagai daerah kota/kabupaten di Indonesia.

“Tujuannya agar teman-teman OKP bisa tertib administrasi. Hari ini kan banyak yang menanyakan, misalnya alamat OKP-OKP ini di mana, sekretariatnya di mana, cukup banyak tidak aktif karena tak ada support systemnya, termasuk salah satunya soal dana hibah,” tambahnya.

Gedung Pemuda Adalah Legacy, Musrenbang Bisa Dibuat Sarasehan

Menyambung hal tersebut, Sekretaris Umum DPD KNPI Tangsel, Cholid Mawardi, menegaskan bahwa dorongan pembangunan gedung ini memiliki dimensi politis dan sosiologis yang kuat bagi ekosistem pemuda di Tangsel.

Bagi Cholid, gedung tersebut adalah bukti bahwa negara “hadir” untuk anak muda.

“Kami bukan mendesak harus ada cepat, tetapi bagaimana Gedung Pemuda ini selain menjadi ruang konsolidasi seluruh pemuda di Tangsel, ini juga menjadi label dan legacy. Adanya Gedung Pemuda ini juga terlihat adanya keberpihakan Pemkot dalam pembangunan pemuda,” tegas Cholid.

Kemudian disambut Sulistyawan selaku Wakil Sekretaris DPD KNPI Tangsel, ia juga mengusulkan adanya “Sarasehan Pemuda” di tingkat kecamatan sebagai perluasan dari Musrenbang Pemuda.

“Dari usulan-usulan Sarasehan Pemuda ini bakal tercipta aktivasi dan gerak-gerak yang menjadi penopang terbentuknya infrastruktur dan basis SDM dari pemuda di Tangsel,” pungkas Iwan.

Pilar Saga Ichsan: Jangan Sampai Pemuda Tidak Lagi Peduli

Merespons aspirasi tersebut, Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan, memberikan jawaban yang cukup tajam terkait kondisi riil kepemudaan saat ini. Ia mengingatkan bahwa gedung semegah apa pun akan sia-sia jika organisasi pemuda kehilangan relevansinya.

“Saya berpesan bahwa KNPI Tangsel ini jangan sampai menjadi sebuah organisasi yang tidak lagi diminati atau tidak dipedulikan positioning-nya oleh para pemuda di Tangsel. Kalau kita lihat, berapa sih yang aktif? Mungkin jumlahnya sangat sedikit sekali, bisa 1% atau 2% mungkin. Kok bisa seperti itu? Nah, ini PR kita,” sentil Pilar.

Pilar menyoroti fenomena pemuda yang kini lebih sibuk berjuang bertahan hidup secara mandiri dan mulai merasa tidak membutuhkan keberadaan organisasi.

Ia pun meminta KNPI menyiapkan desain program yang jelas sebelum gedung dibangun.

“Sangat disayangkan para pemuda di Tangsel tercerai-berai sehingga hanya memikirkan diri masing-masing saja. Di situlah positioning KNPI dan Pemerintah Daerah dalam pengembangan pemuda. Inilah tantangan kita bersama, maka kita bersama-sama harus membuat program yang jelas dan terukur, jangan sampai kita membuat program yang tidak relevan dengan situasi pemuda saat ini,” ungkapnya.

Menutup diskusi, Pilar menyetujui gagasan Sarasehan Pemuda dan pembangunan gedung, namun dengan syarat aktivasi yang matang.

“Kita bisa nanti saya berbicara dengan Pak Wali Kota soal bangun Gedung Pemuda, tetapi aktivasi gedung itu juga harus jelas, jangan sampai tidak memberikan dampak yang signifikan untuk pengembangan pemuda,” pungkas Pilar.

Laporan: Irfan

Share.
Leave A Reply

Exit mobile version