TintaOtentik.Co – Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan, tengah meninjau titik rawan banjir pascah ujan yang melanda wilayah Perumahan Citra Prima Serpong 2, Kecamatan Setu, Rabu (15/4/2026).
Di Perumahan Citra Prima Serpong 2, Pilar menyoroti tingginya debit air yang menyebabkan aliran dari perumahan tidak mampu tertampung di sungai. Kondisi tersebut diperparah dengan pendangkalan dan penyempitan aliran.
“Hari ini saya sedang berkunjung bersama dengan tim di citra prima serpong dimana sebelum nya sudah ada penanganan banjir, kita peninggian turap, kali. Lalu juga pemasangan dua pompa saat kemarin hujan lebat di jumat, sabtu, minggu dari pagi sampai malem ternyata debit air yang ada di sungai itu sangat tinggi. Jadi air yang harusnya mengalir ke sungai dari perumahan ini tidak tertampung. Dan juga dua pompa ini cukup kerja keras,” ujarnya.
Sebagai langkah lanjutan, Pilar meminta Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (DSDABMBK) untuk segera melakukan normalisasi sungai dengan pengerukan sedimentasi yang dinilai menjadi salah satu penyebab utama meluapnya air.
“Oleh karena itu tadi saya minta setelah dilakukan peninjauan untuk normalisasi oleh dinas Binamarga,” katanya.
Ia menjelaskan, pendangkalan terjadi akibat endapan material seperti batu, pasir, dan sampah yang terbawa dari wilayah hulu. Kondisi ini membuat kapasitas sungai berkurang signifikan.
“Normalisasi sungai supaya dikeruk sungainya yang pedangkalan. Karena ada berangkal-berangkal dan juga sampah yang terbawa dari atas, dari hulu,” jelasnya.
Selain normalisasi, Pemkot juga mempertimbangkan pelebaran saluran di titik penyempitan. Namun, langkah tersebut akan disesuaikan dengan status kepemilikan lahan di lokasi.
“Kalau itu memang lahan milik Pemkot. Kita cek nanti bagian aset. Kita lakukan pelebaran rumah harus ada pembongkaran. Tapi kalau misalkan itu ternyata milik warga lahannya. Mungkin kita ada opsi untuk pembebasan lahan untuk pelebaran di ujung dari saluran kali ini,” ungkapnya.
Pilar juga mengusulkan pembangunan long storage atau kolam retensi sebagai solusi tambahan untuk menampung air sementara saat hujan deras, mengingat lokasi tersebut merupakan titik terendah.
“Maka dari itu saya minta ada long storage untuk penampungan air sementara pada saat hujan lebat,” ucapnya.
Ia menegaskan, langkah awal yang akan dilakukan dalam waktu dekat adalah normalisasi sungai. Sementara pembangunan konstruksi besar seperti pelebaran dan long storage akan disesuaikan dengan ketersediaan anggaran.
“Sesegera mungkin. Harus sesegera mungkin,” tegasnya terkait pengerukan.
Menurut Pilar, upaya penanganan banjir di kawasan tersebut sebenarnya telah menunjukkan progres. Jika sebelumnya genangan bisa bertahan hingga satu minggu, kini dapat surut dalam waktu sekitar satu hari.
“Artinya bahwa pembangunan terus dilakukan. Memang belum sempurna, tapi progress sudah ada ya,” katanya.
Meski demikian, ia menargetkan ke depan tidak ada lagi genangan di wilayah tersebut melalui penyempurnaan infrastruktur drainase secara bertahap.
Selain faktor curah hujan tinggi, Pilar juga menyoroti persoalan sampah sebagai penyebab penyumbatan aliran air.
“Artinya bahwa kesadaran masyarakat juga harus, ya jangan hanya saja diawasi oleh pemerintah kota, tapi kesadaran untuk buang sampah itu ke sungai, ya harus diperhatikan,” tutupnya.
Laporan: ip
