TintaOtentik.Co – Pemerintah Kota Tangerang Selatan melalui Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (SDABMBK) tancap gas melakukan perombakan besar-besaran terhadap infrastruktur jembatan di wilayahnya.
Sebanyak sembilan jembatan strategis kini masuk dalam daftar pembangunan dan penggantian guna mengikis titik banjir sekaligus memperlancar mobilitas warga.
Kepala Dinas SDABMBK Kota Tangerang Selatan, Robbi Cahyadi, menegaskan bahwa proyek ini bukan sekadar perbaikan rutin, melainkan langkah strategis untuk memastikan jembatan tidak lagi menjadi penghambat aliran sungai.
“Program ini dilakukan untuk memastikan jembatan tidak menghambat aliran sungai serta memenuhi standar teknis yang aman dan andal bagi masyarakat,” tegas Robbi Cahyadi saat memberikan keterangan terkait urgensi proyek tersebut.
Dari sembilan titik yang dikerjakan, tiga jembatan di antaranya mendapatkan perhatian khusus untuk ditinggikan elevasi strukturnya.
Langkah ini diambil guna memperluas dimensi bukaan air sehingga kapasitas aliran sungai meningkat signifikan saat intensitas hujan tinggi.
Ketiga jembatan yang menjadi prioritas penanganan banjir tersebut meliputi:
- Jembatan Maharta
- Jembatan Nusa Indah
- Jembatan Kenari
Selain peninggian, Dinas SDABMBK juga membangun kembali enam jembatan yang dinilai sudah rusak atau belum memenuhi standar teknis jalan kota.
Robbi Cahyadi menekankan bahwa seluruh jembatan baru ini akan mengacu pada Standar Jembatan Kelas A.
“Jembatan yang dibangun akan mengacu pada standar jembatan Kelas A, dengan lebar efektif sekitar 7–9 meter atau menyesuaikan lebar badan jalan yang terhubung,” jelas Robbi.
Adapun jembatan yang direvitalisasi adalah Jembatan Puri Pamulang, Kayu Gede 2, Jalan Merpati Raya, Perintis, Baitul Ula, dan Jembatan H. Rean.
Dengan desain struktur yang mengikuti standar pembebanan terbaru, jembatan-jembatan ini dirancang untuk memiliki umur layanan yang panjang serta konstruksi yang lebih kokoh.
Di lokasi rawan banjir, elevasi struktur dipastikan tidak akan menimbulkan penyempitan sungai (bottleneck) yang selama ini kerap memicu luapan air ke pemukiman.
Melalui mega proyek infrastruktur ini, Pemkot Tangsel optimis titik-titik genangan di wilayah tersebut akan berkurang drastis, sekaligus menghadirkan kenyamanan bagi masyarakat dalam berkendara.
Laporan: Wan
