Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
logo-tintaotentik
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • NASIONAL

    Lawan Krisis, Purbaya Pilih Guyur Insentif Ketimbang Ikuti Aturan IMF

    7 April 2026 No Comments

    Putus Rantai Tengkulak, Kata Petani MBG adalah Penyelamat

    7 April 2026 No Comments

    Ketegangan Global dan Krisis Energi Jadi ‘Bahan Bakar’ Penguatan Harga CPO 2026

    7 April 2026 No Comments

    Dugaan Oknum “Bekingi” PKL Pasar Serpong, Pilar Saga: Kita Sanksi Berat!

    7 April 2026 No Comments

    Fasilitas Puskesmas dan RSU di Tangsel Jangan Sampe Jadi Pilihan Terakhir Masyarakat, Kenapa?

    6 April 2026 No Comments
  • SEMUA
    • Artis Dan Entertainment
    • Ekonomi
    • Hiburan
    • Hukum
    • Nasional
    • Olahraga
    • Opini
    • Politik
    • Regional
    • Sosial Budaya
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • SEMUA
    • ARTIS DAN ENTERTAINMENT
    • EKONOMI
    • HIBURAN
    • HUKUM
    • NASIONAL
    • OLAHRAGA
    • REGIONAL
    • POLITIK
    • OPINI
    • SOSIAL BUDAYA
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • Artis Dan Entertainment
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Hukum
  • Interior
  • Internasional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Regional
  • Sosial Budaya
Beranda » Nasional
Program MBG Penyelamat Petani (FOTO:Dok/Istimewa)

Putus Rantai Tengkulak, Kata Petani MBG adalah Penyelamat

0
By Sulis on 7 April 2026 Nasional, Ekonomi, Regional, Sosial Budaya

TintaOtentik.co – Transformasi besar atas efek program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam tata niaga pangan mulai dirasakan secara nyata oleh para petani di Indonesia. Salah satunya yakni pertani hortikultura di lereng Gunung Merapi, tepatnya di Kecamatan Selo, Boyolali.

MBG kini menjadi instrumen penting dalam menciptakan jalur distribusi pendek yang menghubungkan langsung antara ladang petani dengan dapur pelayanan gizi.

Selama ini, para petani sering kali terjebak dalam rantai distribusi panjang yang didominasi oleh sistem pengepul. Kondisi ini membuat posisi tawar petani lemah karena harga ditentukan sepenuhnya oleh pasar besar seperti Cepogo, Bandungan, hingga Sragen.

Namun, kehadiran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Podo Moro di Gebyog perlahan mengubah peta distribusi tersebut.

Budi, salah satu petani di Dukuh Pasah, Desa Senden, menceritakan bagaimana kesehariannya kini memiliki tujuan distribusi yang lebih pasti.

Di atas lahan suburnya, ia mengelola berbagai jenis sayuran berkualitas tinggi yang kini menjadi komponen utama menu gizi masyarakat.

“Saya petani hortikultura, menanam berbagai jenis sayuran seperti pakcoy, tomat, brokoli, wortel, dan lainnya,” jelas Budi saat ditemui di sela aktivitasnya, Sabtu (5/4/2026).

Efisiensi Rantai Pasok dan Stabilitas Harga

Meski kapasitas serapan saat ini masih dalam tahap pengembangan awal, Budi menyebut efisiensi ini berdampak langsung pada dompet petani.

Dengan memangkas peran tengkulak, margin keuntungan yang biasanya hilang di tengah jalan kini bisa kembali ke kantong para produsen pangan di tingkat desa.

“Sejauh ini sudah ada kerja sama dengan MBG, tapi kapasitasnya masih terbatas,” ungkapnya.

Kendati demikian, ia mengakui bahwa skema ini memberikan nilai tawar dan keamanan finansial yang jauh lebih baik bagi petani lokal.

“Program MBG ini sangat membantu, karena harga sayuran bisa lebih baik dibandingkan sebelumnya. Dari sisi ekonomi tentu menambah pendapatan kami sebagai petani. Selain itu, serapan komoditas di dukuh kami juga menjadi lebih beragam,” tutur Budi dengan nada optimis.

Bagi komunitas petani di Selo, program MBG bukan sekadar proyek musiman, melainkan harapan akan ekosistem pertanian yang lebih sehat.

Budi berharap pemerintah terus melakukan evaluasi agar volume serapan dari dapur-dapur MBG bisa terus meningkat dan melibatkan lebih banyak rekan sejawatnya.

“Program MBG ini sangat baik untuk dilanjutkan. Ke depan, mungkin bisa lebih dievaluasi agar kebutuhan dapur bisa semakin banyak menyerap produk kami. Ini sangat membantu,” harapnya.

Sebagai bentuk apresiasi atas kebijakan yang berpihak pada rakyat kecil ini, Budi pun menitipkan pesan syukur untuk Presiden Republik Indonesia.

“Terima kasih, Pak Prabowo Subianto. Semoga program MBG terus berlanjut. Panjang umur dan sehat selalu,” pungkasnya menutup pembicaraan.

Berita Boyolali berita terkini Desa Senden Boyolali Ekonomi Kerakyatan Harga Sayur Stabil Kesejahteraan Petani ketahanan pangan Makan bergizi gratis MBG Boyolali Pertanian Indonesia Pertanian Selo Petani Boyolali Petani Sayur Prabowo Subianto Putus Rantai Tengkulak Putus Rantai Tengkulak Kata Petani MBG adalah Penyelamat Rantai Pasok Pangan Sayuran Hortikultura SPPG Podo Moro swasembada pangan ​TintaOtentik
Share. Facebook Twitter WhatsApp Email Copy Link
Previous ArticleKetegangan Global dan Krisis Energi Jadi ‘Bahan Bakar’ Penguatan Harga CPO 2026
Next Article Lawan Krisis, Purbaya Pilih Guyur Insentif Ketimbang Ikuti Aturan IMF
Sulis

Related Posts

Lawan Krisis, Purbaya Pilih Guyur Insentif Ketimbang Ikuti Aturan IMF

7 April 2026

Ketegangan Global dan Krisis Energi Jadi ‘Bahan Bakar’ Penguatan Harga CPO 2026

7 April 2026

Dugaan Oknum “Bekingi” PKL Pasar Serpong, Pilar Saga: Kita Sanksi Berat!

7 April 2026

Fasilitas Puskesmas dan RSU di Tangsel Jangan Sampe Jadi Pilihan Terakhir Masyarakat, Kenapa?

6 April 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Social Media
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Baca Juga
Ekonomi

Lawan Krisis, Purbaya Pilih Guyur Insentif Ketimbang Ikuti Aturan IMF

By tintaotentik.co7 April 20260

TintaOtentik.co – Pemerintah Indonesia secara tegas memilih jalur mandiri dalam menghadapi tantangan ekonomi global dengan…

Putus Rantai Tengkulak, Kata Petani MBG adalah Penyelamat

7 April 2026

Ketegangan Global dan Krisis Energi Jadi ‘Bahan Bakar’ Penguatan Harga CPO 2026

7 April 2026

Dugaan Oknum “Bekingi” PKL Pasar Serpong, Pilar Saga: Kita Sanksi Berat!

7 April 2026
logo-tintaotentik
Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • KONTAK KAMI

Copyright @ 2024 Tintaotentik. All right reserved

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.