Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
logo-tintaotentik
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • NASIONAL

    Kasus Dugaan Korupsi dan TPPU ASABRI, Eks Jampidsus Resmi Ditahan

    24 July 2026 No Comments

    Disemprot Dewan Julham Firdaus, Pabrik Es Kristal Buaran Akhirnya Sepakati Solusi dan Temui Warga

    24 July 2026 No Comments

    Soroti Tingginya Kekerasan Anak di Tangsel, Fraksi PDIP Tangsel Kaji Pembentukan KPAD

    24 July 2026 No Comments

    Skandal Hutan Kuansing, KPK Endus Setoran 46.500 Dolar ke Raja Juli

    24 July 2026 No Comments

    Coret Anak Orang Kaya dari MBG, Menkeu Tunggu Skema Teknis Badan Gizi Nasional

    24 July 2026 No Comments
  • SEMUA
    • Artis Dan Entertainment
    • Ekonomi
    • Hiburan
    • Hukum
    • Nasional
    • Olahraga
    • Opini
    • Politik
    • Regional
    • Sosial Budaya
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • SEMUA
    • ARTIS DAN ENTERTAINMENT
    • EKONOMI
    • HIBURAN
    • HUKUM
    • NASIONAL
    • OLAHRAGA
    • REGIONAL
    • POLITIK
    • OPINI
    • SOSIAL BUDAYA
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • Artis Dan Entertainment
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Hukum
  • Interior
  • Internasional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Regional
  • Sosial Budaya
Home»Ekonomi»DMO 35 Persen Sukses Tekan Harga MinyaKita, Distribusi Lampaui Target
DMO 35 Persen Sukses Tekan Harga MINYAKITA, Distribusi Lampaui Target (FOTO: Dok/Istimewa)

DMO 35 Persen Sukses Tekan Harga MinyaKita, Distribusi Lampaui Target

0
By tintaotentik.co on 21 April 2026 Ekonomi, Nasional, Politik

TintaOtentik.Co – Kebijakan wajib distribusi Domestic Market Obligation (DMO) minyak goreng rakyat minimal 35 persen mulai menunjukkan taji dalam mengendalikan gejolak harga di pasar.

Menteri Perdagangan, Budi Santoso, mengonfirmasi bahwa intervensi melalui Perum Bulog dan BUMN Pangan sukses menekan harga MINYAKITA hingga menyentuh level yang lebih terjangkau bagi masyarakat.

Berdasarkan data Kementerian Perdagangan per 20 April 2026, harga rata-rata nasional MINYAKITA kini bertengger di angka Rp15.961 per liter.

Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 5,45 persen jika dibandingkan pada akhir Desember 2025 yang sempat melambung di angka Rp16.881 per liter.

Mendag yang akrab disapa Busan ini menegaskan bahwa distribusi lewat jalur BUMN merupakan kunci utama pemerataan pasokan.

“Kebijakan DMO minimal 35 persen melalui BUMN Pangan terbukti efektif menjaga ketersediaan pasokan dan menjaga stabilitas harga MINYAKITA di pasar. Bahkan realisasinya yang sudah melebihi 49 persen menunjukkan mekanisme distribusi berjalan dengan baik,” ujar Budi Santoso.

Hingga pertengahan April 2026, realisasi penyaluran DMO justru melesat jauh di atas ketentuan Permendag Nomor 43 Tahun 2025, yakni mencapai 49,45 persen.

Budi menjelaskan bahwa angka 35 persen hanyalah ambang batas bawah, sementara volume penyaluran di lapangan bergerak dinamis mengikuti aktivitas ekspor sawit.

“Ketentuan DMO sebesar 35 persen melalui BUMN merupakan batas minimal yang harus dipenuhi pelaku usaha. Peningkatan realisasi penyaluran di atas ketentuan tersebut dimungkinkan sepanjang didukung kesiapan pasokan,” imbuhnya.

Namun, keberhasilan ini tidak membuat pemerintah melonggarkan pengawasan. Kemendag mengambil langkah tegas dengan menghukum delapan produsen dan eksportir yang membandel terhadap aturan DMO.

Sanksi berupa penangguhan penerbitan izin ekspor dijatuhkan sebagai peringatan keras. Selain itu, terdapat dua pelaku usaha yang disanksi administratif akibat menjual di atas harga ketentuan serta pelanggaran Tanda Daftar Gudang (TDG).

“Sanksi yang diberikan berupa teguran tertulis dan kewajiban untuk segera menyesuaikan dengan ketentuan yang berlaku,” tegas Budi.

Pangkas Rantai Distribusi dan Tantangan di Indonesia Timur

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Iqbal S. Shofwan, menambahkan bahwa fokus pemerintah saat ini adalah memutus rantai distribusi yang berbelit guna mencegah spekulan bermain harga.

“Penyaluran melalui BUMN kami optimalkan untuk memastikan MINYAKITA sampai langsung ke pedagang pasar rakyat. Upaya ini penting untuk memotong rantai distribusi yang terlalu panjang dan mencegah terjadinya spekulasi harga,” jelas Iqbal.

Meskipun 15 provinsi telah berhasil menekan harga hingga sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp15.700, Kemendag mengakui masih ada pekerjaan rumah di wilayah Indonesia Timur.

Pemerintah bersama Satgas Pangan Polri terus mengintensifkan pengawasan lapangan untuk menghapus disparitas harga yang masih tinggi di wilayah tersebut, terutama dalam menghadapi momentum hari besar keagamaan.

Laporan: Tim

Share. Facebook Twitter WhatsApp Email Copy Link
Previous ArticleTingkatkan Partisipasi Pemilih Pemula, KPU Tangsel Gelar Sekolah Jawara Demokrasi
Next Article Aliran Kali Berubah Fungsi, DPRD Tangsel Desak Pemkot Cari Solusi Konkret!
tintaotentik.co
  • Website

Related Posts

Kasus Dugaan Korupsi dan TPPU ASABRI, Eks Jampidsus Resmi Ditahan

24 July 2026

Disemprot Dewan Julham Firdaus, Pabrik Es Kristal Buaran Akhirnya Sepakati Solusi dan Temui Warga

24 July 2026

Soroti Tingginya Kekerasan Anak di Tangsel, Fraksi PDIP Tangsel Kaji Pembentukan KPAD

24 July 2026

Skandal Hutan Kuansing, KPK Endus Setoran 46.500 Dolar ke Raja Juli

24 July 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Social Media
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Baca Juga
Hukum

Kasus Dugaan Korupsi dan TPPU ASABRI, Eks Jampidsus Resmi Ditahan

By tintaotentik.co24 July 20260

TintaOtentik.Co – Mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah, telah resmi…

Disemprot Dewan Julham Firdaus, Pabrik Es Kristal Buaran Akhirnya Sepakati Solusi dan Temui Warga

24 July 2026

Soroti Tingginya Kekerasan Anak di Tangsel, Fraksi PDIP Tangsel Kaji Pembentukan KPAD

24 July 2026

Skandal Hutan Kuansing, KPK Endus Setoran 46.500 Dolar ke Raja Juli

24 July 2026
logo-tintaotentik
Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • KONTAK KAMI

Copyright @ 2024 Tintaotentik. All right reserved

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.