Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
logo-tintaotentik
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • NASIONAL

    Kemenkeu Gelontorkan TKD Rp599,2 Triliun, Topang Gaji 5,3 Juta ASN

    11 October 2026 No Comments

    Kemenkeu Minta K/L Percepat Anggaran DAK dengan Catatan Pastikan Kelengkapan Dokumen

    11 October 2026 No Comments

    Potensi 3.700 GW Menggunung, RI Baru Memanfaatkan di Bawah 1%

    11 October 2026 No Comments

    Tak Kantongi Amdal, Fasilitas Bermasalah: Pedagang Pasar Kita Pamulang Minta Ganti Rugi ke Pengembang

    10 October 2026 No Comments

    Enggan Jawab Harga Los dan Kios Pasar, Disperindag Tangsel Malah Singgung Masalah Polikarbonat

    9 October 2026 No Comments
  • SEMUA
    • Artis Dan Entertainment
    • Ekonomi
    • Hiburan
    • Hukum
    • Nasional
    • Olahraga
    • Opini
    • Politik
    • Regional
    • Sosial Budaya
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • SEMUA
    • ARTIS DAN ENTERTAINMENT
    • EKONOMI
    • HIBURAN
    • HUKUM
    • NASIONAL
    • OLAHRAGA
    • REGIONAL
    • POLITIK
    • OPINI
    • SOSIAL BUDAYA
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • Artis Dan Entertainment
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Hukum
  • Interior
  • Internasional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Regional
  • Sosial Budaya
Home»Ekonomi»Kemenkeu Minta K/L Percepat Anggaran DAK dengan Catatan Pastikan Kelengkapan Dokumen
Menteri Keuangan Suahasil Nazara (FOTO: Dok/Istimewa)

Kemenkeu Minta K/L Percepat Anggaran DAK dengan Catatan Pastikan Kelengkapan Dokumen

0
By tintaotentik.co on 11 October 2026 Ekonomi, Nasional, Politik

TintaOtentik.Co – Menteri Keuangan Suahasil Nazara meminta kementerian/lembaga (K/L) memperketat dan menajamkan belanja pada kuartal IV 2026. Langkah ini ditempuh untuk menjaga kualitas belanja sekaligus mengendalikan defisit APBN yang berpotensi melebar pada akhir tahun.

Instruksi tersebut tertuang dalam surat Menteri Keuangan tertanggal 8 Oktober 2026. K/L diminta mengoptimalkan anggaran agar tetap berfokus pada target dan program prioritas Presiden, tanpa mengganggu pelayanan publik.

Salah satu kebijakan utama adalah memangkas 30% anggaran perjalanan dinas yang belum direalisasikan hingga 8 Oktober 2026.

Efisiensi dilakukan dengan memperbanyak pertemuan daring, membatasi perjalanan yang tidak prioritas, serta mengurangi jumlah dan frekuensi perjalanan.

Selain perjalanan dinas, pemerintah meminta K/L menunda belanja pendukung aparatur yang hingga 8 Oktober 2026 belum dibeli, diikat, atau dikontrakkan. Belanja yang ditunda meliputi pengadaan kendaraan bermotor baru, pembangunan atau pengadaan rumah dinas baru, serta renovasi atau rehabilitasi gedung dan kantor.

Anggaran hasil penghematan dan penundaan tersebut akan dicatat sebagai blokir atau automatic adjustment pada Halaman IV DIPA. K/L juga diminta menyampaikan usulan revisi anggaran kepada Menteri Keuangan paling lambat 16 Oktober 2026.

“Belanja harus lebih berkualitas dan tetap fokus pada output utama prioritas Presiden,” tulis Suahasil dalam surat tersebut, Kamis (8/10/2026).

Meski melakukan efisiensi, pemerintah tetap meminta K/L menjaga pencapaian target kinerja dan mempercepat realisasi belanja yang berkaitan dengan program prioritas.

K/L pengampu Dana Alokasi Khusus (DAK) Nonfisik, misalnya, diminta mempercepat proses rekomendasi penyaluran dengan memastikan kelengkapan dokumen dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta penerima manfaat.

Kebijakan tersebut menjadi penting karena tekanan belanja pemerintah biasanya meningkat pada penghujung tahun. Hingga akhir September 2026, realisasi belanja negara telah mencapai Rp 2.660,5 triliun atau 69,2% dari pagu, tumbuh 19% secara tahunan. Sementara pendapatan negara mencapai Rp2.341,5 triliun atau 74,2% dari target, tumbuh 25,5% yoy.

Dengan kondisi tersebut, defisit APBN hingga September mencapai Rp319 triliun atau 1,24% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Suahasil sebelumnya menyebut belanja akan mengalami percepatan pada November dan Desember.

Kepala Ekonom Maybank Indonesia Juniman memperkirakan defisit APBN 2026 dapat mencapai target pemerintah sebesar 2,85% PDB dan berpotensi mendekati 3%. Menurutnya, pelebaran defisit pada kuartal IV merupakan pola yang berulang karena belanja pemerintah biasanya meningkat menjelang akhir tahun.

Tekanan juga masih berasal dari belanja subsidi dan kompensasi, pembayaran bunga serta kewajiban utang.

Laporan: Tim

DAK Non Fisik Dana Alokasi Khusus Dana Alokasi Khusus Non Fisik Dana DAK Menkeu Menkeu Suahasil Menteri Keuangan Suahasil Nazara Perjalanan Dinas perjalanan dinas kementerian perjalanan dinas lembaga TintaOtentik TintaOtentik.Co
Share. Facebook Twitter WhatsApp Email Copy Link
Previous ArticlePotensi 3.700 GW Menggunung, RI Baru Memanfaatkan di Bawah 1%
Next Article Kemenkeu Gelontorkan TKD Rp599,2 Triliun, Topang Gaji 5,3 Juta ASN
tintaotentik.co
  • Website

Related Posts

Kemenkeu Gelontorkan TKD Rp599,2 Triliun, Topang Gaji 5,3 Juta ASN

11 October 2026

Potensi 3.700 GW Menggunung, RI Baru Memanfaatkan di Bawah 1%

11 October 2026

Tak Kantongi Amdal, Fasilitas Bermasalah: Pedagang Pasar Kita Pamulang Minta Ganti Rugi ke Pengembang

10 October 2026

Enggan Jawab Harga Los dan Kios Pasar, Disperindag Tangsel Malah Singgung Masalah Polikarbonat

9 October 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Social Media
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Baca Juga
Ekonomi

Kemenkeu Gelontorkan TKD Rp599,2 Triliun, Topang Gaji 5,3 Juta ASN

By Irfan Kurniawan11 October 20260

Tinta Otentik.co – Komitmen pemerintah pusat dalam memperkuat fiskal daerah terus digenjot sepanjang tahun anggaran…

Kemenkeu Minta K/L Percepat Anggaran DAK dengan Catatan Pastikan Kelengkapan Dokumen

11 October 2026

Potensi 3.700 GW Menggunung, RI Baru Memanfaatkan di Bawah 1%

11 October 2026

Tak Kantongi Amdal, Fasilitas Bermasalah: Pedagang Pasar Kita Pamulang Minta Ganti Rugi ke Pengembang

10 October 2026
logo-tintaotentik
Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • KONTAK KAMI

Copyright @ 2024 Tintaotentik. All right reserved

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.