Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
logo-tintaotentik
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • NASIONAL

    Terus Lakukan Evaluasi, Berikut Penjelasan Disperkimta Tangsel Soal Pelayanan Pemakaman

    10 June 2026 No Comments

    BPJS Nonaktif, Upah Gak Dibayar, Eks Pegawai PT Rajawali Adukan ke Disnaker Tangsel

    10 June 2026 No Comments

    Tok! Pertamax Naik Rp16.250, BBM Subsidi Stabil, Ini Penjelasannya

    10 June 2026 No Comments

    Di Tengah Isu Ekonomi, Antusiasme Belanja Tetap Tinggi dan Kunjungan Mal Stabil

    10 June 2026 No Comments

    Terancam Digusur, Ratusan Warga Situ Rompong Bakal Gelar Unjuk Rasa ke Kejari Tangsel

    10 June 2026 No Comments
  • SEMUA
    • Artis Dan Entertainment
    • Ekonomi
    • Hiburan
    • Hukum
    • Nasional
    • Olahraga
    • Opini
    • Politik
    • Regional
    • Sosial Budaya
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • SEMUA
    • ARTIS DAN ENTERTAINMENT
    • EKONOMI
    • HIBURAN
    • HUKUM
    • NASIONAL
    • OLAHRAGA
    • REGIONAL
    • POLITIK
    • OPINI
    • SOSIAL BUDAYA
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • Artis Dan Entertainment
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Hukum
  • Interior
  • Internasional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Regional
  • Sosial Budaya
Beranda » Politik

Masalah Kemiskinan Jadi Topik di Debat Kedua Pilkada Tangsel 2024, Benyamin-Pilar Punya Solusi

0
By Irfan Kurniawan on 21 November 2024 Politik

TintaOtentik.co – Debat kedua Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) pada Kamis, 21 November 2024, menyoroti berbagai isu strategis, salah satunya adalah kemiskinan yang menjadi masalah mendasar di daerah tersebut. 

Berdasarkan data 2024, tingkat kemiskinan di Tangsel mencapai 2,36 persen atau sekitar 43.33 ribu jiwa, yang menjadi perhatian utama para calon kepala daerah.

Menanggapi hal ini, pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tangsel nomor urut 1, Benyamin Davnie-Pilar Saga Ichsan (Ben-Pilar), mengusulkan solusi untuk mengatasi masalah tersebut jika terpilih kembali. 

Benyamin mengungkapkan bahwa kemiskinan di Tangsel disebabkan oleh dua faktor, yaitu kemiskinan struktural dan kultural.

“Kemiskinan struktural dan kemiskinan kultural. Memang itu terjadi Kota Tangsel,” ucap Benyamin dalam debat tersebut.

Bagi masyarakat yang masuk dalam garis kemiskinan ekstrem, sederet program telah dilakukan melalui berbagai intervensi yang dilakukan oleh pemerintah pusat, provinsi, hingga daerah.

“Baik oleh APBD Tangsel maupun melalui APBD Provinsi Banten dengan bentuk misalnya program keluarga harapan, bantuan sosial, dan lain sebagainya. Menselaraskan dengan bantuan pemerintah pusat, untuk memberikan bantuan 9 bahan pokok bagi mereka ini juga sudah kita lakukan,” jelas Benyamin.

Sebagai tambahan, Benyamin-Pilar juga telah melaksanakan program pelatihan keterampilan bagi masyarakat, yang telah berlangsung sejak periode pertama Benyamin. 

Program ini berupa pelatihan dan sertifikasi yang diikuti peserta, dengan tujuan untuk meningkatkan keterampilan dan membantu mereka mendapatkan pekerjaan. 

“Dalam bentuk program D3, dilatih, disertifikat, dan ditempatkan (kerja-red). Ini sudah kita lakukan paling tidak dua tahun belakangan,” paparnya.

Lebih lanjut, Pilar Saga Ichsan menambahkan bahwa program ini telah memberikan dampak positif, terbukti dengan turunnya angka kemiskinan yang menjadikan Tangsel sebagai salah satu wilayah dengan angka kemiskinan terendah di Provinsi Banten dan nasional.

“Dan menjadi salah satu yang terendah di nasional,” lanjutnya.

Namun, Pilar menegaskan bahwa pengentasan kemiskinan tidak hanya melalui bantuan materi, tetapi juga melalui peningkatan pendidikan.

Ia berpendapat, untuk menghapus kemiskinan secara tuntas, penting untuk memberikan pendidikan yang baik hingga tingkat perguruan tinggi, agar masyarakat Tangsel dapat mandiri secara ekonomi dan terlepas dari kemiskinan. 

“Mulai dari apa? Pendidikannya. Kalau pendidikan mereka bagus target kita sampai perguruan tinggi, mereka bisa mencari nafkah sendiri. Kita targetnya masyarakat Tangsel menjadi masyarakat yang mandiri, makmur, dan terlepas dari kemiskinan seutuhnya,” pungkasnya.

Benyamin davnie Benyamin-Pilar debat kedua pilkada tangsel debat kedua pilkada tangsel 2024 debat pilkada tangsel 2024 kemiskinan ekstrem kemiskinan ekstrem tangsel kemiskinan kota tangsel kemiskinan tangsel Pilar Saga Ichsan Pilkada Tangsel Pilkada Tangsel 2024
Share. Facebook Twitter WhatsApp Email Copy Link
Previous ArticleRama-Shinta Amati Kemiskinan Ekstrim di Tangsel Pada Debat Kedua Pilkada Tangsel 2024
Next Article Rama-Shinta Tolak Kepentingan Pengembang dan Pengusaha Korbankan Kesejahteraan Masyarakat Tangsel
Irfan Kurniawan

Related Posts

Tok! Pertamax Naik Rp16.250, BBM Subsidi Stabil, Ini Penjelasannya

10 June 2026

Terancam Digusur, Ratusan Warga Situ Rompong Bakal Gelar Unjuk Rasa ke Kejari Tangsel

10 June 2026

Gelar Rakerda, KNPI Tangsel Kupas Langkah Organisasi dan Tuntut Evaluasi Dispora

9 June 2026

Cium Aroma Kartel, Satgas Pangan Polri Selidiki Penyebab Anjloknya Harga Sawit

9 June 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Social Media
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Baca Juga
Regional

Terus Lakukan Evaluasi, Berikut Penjelasan Disperkimta Tangsel Soal Pelayanan Pemakaman

By tintaotentik.co10 June 20260

TintaOtentik.Co – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) melalui Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan…

 

 

 

BPJS Nonaktif, Upah Gak Dibayar, Eks Pegawai PT Rajawali Adukan ke Disnaker Tangsel

10 June 2026

Tok! Pertamax Naik Rp16.250, BBM Subsidi Stabil, Ini Penjelasannya

10 June 2026

Di Tengah Isu Ekonomi, Antusiasme Belanja Tetap Tinggi dan Kunjungan Mal Stabil

10 June 2026
logo-tintaotentik
Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • KONTAK KAMI

Copyright @ 2024 Tintaotentik. All right reserved

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.