Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
logo-tintaotentik
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • NASIONAL

    Kasus Dugaan Korupsi dan TPPU ASABRI, Eks Jampidsus Resmi Ditahan

    24 July 2026 No Comments

    Disemprot Dewan Julham Firdaus, Pabrik Es Kristal Buaran Akhirnya Sepakati Solusi dan Temui Warga

    24 July 2026 No Comments

    Soroti Tingginya Kekerasan Anak di Tangsel, Fraksi PDIP Tangsel Kaji Pembentukan KPAD

    24 July 2026 No Comments

    Skandal Hutan Kuansing, KPK Endus Setoran 46.500 Dolar ke Raja Juli

    24 July 2026 No Comments

    Coret Anak Orang Kaya dari MBG, Menkeu Tunggu Skema Teknis Badan Gizi Nasional

    24 July 2026 No Comments
  • SEMUA
    • Artis Dan Entertainment
    • Ekonomi
    • Hiburan
    • Hukum
    • Nasional
    • Olahraga
    • Opini
    • Politik
    • Regional
    • Sosial Budaya
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • SEMUA
    • ARTIS DAN ENTERTAINMENT
    • EKONOMI
    • HIBURAN
    • HUKUM
    • NASIONAL
    • OLAHRAGA
    • REGIONAL
    • POLITIK
    • OPINI
    • SOSIAL BUDAYA
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • Artis Dan Entertainment
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Hukum
  • Interior
  • Internasional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Regional
  • Sosial Budaya
Home»Nasional»Utang ke Bank Dunia untuk Program 3 Juta Rumah, Menteri Ara Bantah Ada Pinjaman Dana 

Utang ke Bank Dunia untuk Program 3 Juta Rumah, Menteri Ara Bantah Ada Pinjaman Dana 

0
By Irfan Kurniawan on 17 December 2024 Nasional

TintaOtentik.co – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, menegaskan bahwa kerja sama yang tengah dijajaki pemerintah dengan Bank Dunia untuk program pembangunan 3 juta rumah tidak mencakup bantuan pinjaman dana.  

Maruarar, yang akrab disapa Ara, membantah adanya pembicaraan terkait pemodalan ketika ditanya mengenai jumlah dana yang akan diberikan Bank Dunia. Ia menegaskan bahwa tidak ada diskusi mengenai pinjaman dana dalam kerja sama tersebut.

“Kita enggak ada pinjaman,” terang Ara, (15/12/24).

Ara menyatakan bahwa pemerintah meminta bantuan dari Bank Dunia dalam bentuk non-finansial. Pemerintah akhirnya hanya mengajukan dukungan berupa riset.

 “Kemarin kami tidak bicara pinjaman. Kami justru minta mereka apa yang tidak perlu bayar dari program mereka,” ucapnya. 

“Ya mereka bilang riset, oke. Kalau gitu, kemarin kami minta di riset aja. Misalnya bagaimana supaya masyarakat informal yang tidak punya penghasilan dan slip gaji bisa mendapatkan pinjaman,” sambungnya.

Sebelumnya diberitakan, Menteri PKP sedang mempertimbangkan opsi pinjaman dari Bank Dunia untuk membiayai program pembangunan 3 juta rumah.

Langkah ini diambil karena Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dianggap tidak mampu mendanai program prioritas Presiden Prabowo Subianto tersebut.

“Jika hanya mengandalkan APBN, kami hanya mampu membangun rumah sebanyak 257 ribu rumah,” ungkap Ara saat itu, (13/12/24).

Ara berujar bahwa Kementerian PKP bukan hanya berperan sebagai kementerian teknis, tetapi juga memiliki peran strategis. Oleh karena itu, diperlukan langkah-langkah inovatif yang didukung oleh pertimbangan teknis dan perencanaan yang strategis.

“Karena jika teknis saja kami akan gagal, karena berdasarkan anggaran kami hanya mampu membangun tidak sampai 300 ribu rumah, sementara target kami dari Bapak Presiden adalah 3 juta rumah. Jadi kami harus mengkombinasikan antara teknis dan strategis untuk mencapai target tersebut,” tuturnya.

Bank Dunia sendiri menekankan pentingnya kerja sama pemerintah untuk memastikan keberlanjutan program prioritas Prabowo Subianto tersebut. 

Pasalnya, realisasi program pembangunan 3 juta rumah dinilai tidak akan tercapai jika hanya bergantung pada anggaran pemerintah dan sektor publik. 

Country Director untuk Indonesia dan Timor-Leste dari Bank Dunia, Carolyn Turk, menyatakan bahwa program ini harus melibatkan seluruh pemangku kepentingan, termasuk sektor publik dan swasta. Selain itu, Carolyn menekankan perlunya keterlibatan pelaku bisnis internasional dalam mendukung program tersebut.

“Kami yakin sangat penting untuk menggunakan seluruh elemen ini, karena program 3 juta rumah merupakan program yang sangat luar biasa dan tidak mungkin dapat dilakukan hanya oleh sektor publik atau pemerintah,” ujar Carolyn, Minggu (15/12/24).

Carolyn menjelaskan bahwa Bank Dunia menawarkan layanan permodalan atau pinjaman. 

Selain itu, Bank Dunia juga menyediakan dukungan analisis untuk menyelesaikan dan mengonsolidasikan berbagai isu terkait data, mulai dari pengumpulan, pengkajian, hingga merumuskan pertanyaan yang relevan guna menjawab tantangan dalam program tersebut.

“Kerja-kerja analitis ini juga termasuk penyusunan serta penetapan target dan sasaran penerima manfaat dari program ini. Selain itu juga analitis dalam penyusunan sistemnya, karena ketika ada proses desentralisasi yang juga melibatkan dengan pemerintah daerah, maka terdapat sistem untuk proses monitoring dan evaluasi dalam pelaksanaannya,” jelasnya.

bank dunia hutang Indonesia menteri ara program 3 juta rumah utang Indonesia utang program rumah world bank
Share. Facebook Twitter WhatsApp Email Copy Link
Previous ArticleDenny Sumargo Mundur dari Kasus Agus: Kalau Mau Damai Datang ke Saya
Next Article Dipecat Atas Penyalahgunaan Kekuasaan, Gibran Hormati Keputusan PDI-P 
Irfan Kurniawan

Related Posts

Kasus Dugaan Korupsi dan TPPU ASABRI, Eks Jampidsus Resmi Ditahan

24 July 2026

Skandal Hutan Kuansing, KPK Endus Setoran 46.500 Dolar ke Raja Juli

24 July 2026

Coret Anak Orang Kaya dari MBG, Menkeu Tunggu Skema Teknis Badan Gizi Nasional

24 July 2026

Ketauan Tarik Pajak Rumah MBR, Mendagri Ancam Pidanakan Pemda

24 July 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Social Media
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Baca Juga
Hukum

Kasus Dugaan Korupsi dan TPPU ASABRI, Eks Jampidsus Resmi Ditahan

By tintaotentik.co24 July 20260

TintaOtentik.Co – Mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah, telah resmi…

Disemprot Dewan Julham Firdaus, Pabrik Es Kristal Buaran Akhirnya Sepakati Solusi dan Temui Warga

24 July 2026

Soroti Tingginya Kekerasan Anak di Tangsel, Fraksi PDIP Tangsel Kaji Pembentukan KPAD

24 July 2026

Skandal Hutan Kuansing, KPK Endus Setoran 46.500 Dolar ke Raja Juli

24 July 2026
logo-tintaotentik
Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • KONTAK KAMI

Copyright @ 2024 Tintaotentik. All right reserved

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.