Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
logo-tintaotentik
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • NASIONAL

    Pengelola Serpong Lagoon Beri Klarifikasi Soal Air Bersih dan Akan Dikelola Perseroda PITS

    24 October 2026 No Comments

    Perpindahan Konsumen BBM Nonsubsidi ke Subsidi Tinggi, Kuota Pertalite Bakal Ditambah

    24 October 2026 No Comments

    Temuan BPK, BGN Kembalikan Uang Rp160 Miliar ke Kas Negara

    24 October 2026 No Comments

    Kejari Tangsel Awasi Ketat Proyek Keranggan, Kantor Camat, hingga Villa Melati Mas

    23 October 2026 No Comments

    Abaikan Manfaat untuk Masyarakat, Bupati Gunung Mas Tegas Hentikan PT PMM Sawit

    23 October 2026 No Comments
  • SEMUA
    • Artis Dan Entertainment
    • Ekonomi
    • Hiburan
    • Hukum
    • Nasional
    • Olahraga
    • Opini
    • Politik
    • Regional
    • Sosial Budaya
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • SEMUA
    • ARTIS DAN ENTERTAINMENT
    • EKONOMI
    • HIBURAN
    • HUKUM
    • NASIONAL
    • OLAHRAGA
    • REGIONAL
    • POLITIK
    • OPINI
    • SOSIAL BUDAYA
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • Artis Dan Entertainment
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Hukum
  • Interior
  • Internasional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Regional
  • Sosial Budaya
Home»Regional»JPO Hantu UIN Jakarta Kapan Digeser?

JPO Hantu UIN Jakarta Kapan Digeser?

0
By Irfan Kurniawan on 23 April 2025 Regional

Artikel ini ditulis oleh Tony Rosyid Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa

Jembatan Hantu, itulah julukan yang cocok buat JPO (Jembatan Penyeberangan Orang) di sekitar UIN. Jaraknya sekitar 200 meter dari pusat keramaian.

Pusat keramaian adanya di depan kampus UIN. Persia berseberangan dengan kampus IIQ. Jumlah mahasiswa yang lalu lalang di jalan raya antar dua kampus ini jumlahnya bisa ribuan.

Bahkan puluhan ribu. Setiap hari. Mereka lewat JPO (Jembatan Penyebetangan Orang) itu? Tidak! Jaraknya kajauhan, muter, gak efisien, buang waktu. Kecuali mahasiswa yang memang niat mau bakar kalor atau dosen kurang kerjaan, karena nunggu masa pensiun.

Dosen, mahasiswa, pegawai UIN, pegawai dan nasabah bank, pegawai rumah sakit, para pedagang, dll, mereka menyeberang lewat jalan raya. Risiko tertabrak motor atai mobil, besar sekali.

Kendaraan lalu lalang depan kampus UIN kencang sekali. Jalan menikung, sehingga pengendara kurang waspada. Kasus kecelakaan sudah sering terjadi. Mahasiswa dan dosen jadi korban. Korbannya bukan anak menteri dan dirjen PUPR. Bukan pula anak walikota dan gubernur.

Masyarakat yang hari-harinya menyeberang ingin sekali JPO itu dipindahkan. Digeser ke depan kampus UIN yang berseberangan dengan kampus IIQ. Atau digeser ke depan masjid yang berseberangan dengan gedung Bank BNI. Tapi, harapan tinggal harapan. Bukannya digeser, pemerintah malah membuat lampu penyeberangan. “Merah, kuning, hijau”, seperti lagu pelangi anak-anak TK.

Jembatan tetap ada di tempatnya. Lusuh dan kumal. Rusak besi dan atapnya. Lalu diperbaiki. Rusak lagi, diperbaiki lagi. Diperbaiki untuk siapa? Untuk anak muda stres yang hari-harinya cari lokasi buat coret-coret. Sebuah ekspresi kemarahan kepada negara yang seringkali tidak peduli kepada kaum susah.

Coba anda lihat, berapa orang setiap harinya yang nyeberang di JPO itu? Adakah 5 orang? Adakah 10 orang? Perjam berapa orang? Sehari berapa orang? Bandingkan dengan ribuan, bahkan puluhan ribu dosen, mahasiswa, pegawai, pedagang, dan para nasabah bank yang setiap harinya menyeberang dari depan kampus UIN ke rumah sakit, masjid, atau sebaliknya.

Lalu, JPO itu untuk siapa bro? Buat asesoris? Tempat pemerintah pasang papan iklan? Atau sekedar proyek dan proyek. Kelakuan !

Jika digeser kedepan kampus UIN-IIQ, ruang iklan gak akan hilang. Jauh lebih terlihat indah karena akan ramai digunakan.

Tak ada alasan yang masuk akal membiarkan JPO itu jauh dari keramaian. Kenapa terus dipertahankan?

Simple kok. Cukup dengan PL (Penunjukan Langsung) jika anggaran pemindahan kurang dari Rp. 200 juta. Kalau lebih, tinggal lelang. Ah, anda kan jago main lelang. Ini hanya soal kepekaan dan kemauan saja.

Anda PL-kan atau proses lelang, gak sampai seminggu, JPO bergeser. Mudah bukan? Kalau mudah, kenapa jadi begitu sulit anda melakukan eksekusi.

Malu rasanya setiap melihat JPO itu. Hampir setiap lewat, sepi. Wajar kalau dijuluki JPO Hantu. Kerumunan massa dipaksa lewat Jl. Raya Juanda. Pengendara terpaksa ngerem mendadak karena ada masyarakat penyeberang.

Terus seperti ini, sampai kapan? [***]

Jembatan Penyebrangan Orang JPO JPO Hantu UIN Jakarta TintaOtentik.Co UIN Jakarta
Share. Facebook Twitter WhatsApp Email Copy Link
Previous ArticleJayson Tatum Cedera Tangan Saat Gagal Dunk, Celtics Pantau Jelang Gim 2
Next Article Regulasi Perapihan Kabel Belum Jelas, DPRD Tangsel Desak Pemkot Jangan Sekedar Pencitraan!
Irfan Kurniawan

Related Posts

Pengelola Serpong Lagoon Beri Klarifikasi Soal Air Bersih dan Akan Dikelola Perseroda PITS

24 October 2026

Perpindahan Konsumen BBM Nonsubsidi ke Subsidi Tinggi, Kuota Pertalite Bakal Ditambah

24 October 2026

Temuan BPK, BGN Kembalikan Uang Rp160 Miliar ke Kas Negara

24 October 2026

Kejari Tangsel Awasi Ketat Proyek Keranggan, Kantor Camat, hingga Villa Melati Mas

23 October 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Social Media
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Baca Juga
Ekonomi

Pengelola Serpong Lagoon Beri Klarifikasi Soal Air Bersih dan Akan Dikelola Perseroda PITS

By Sulis24 October 20260

TintaOtentik.co – PT Cahaya Subur Lestari selaku pengembang perumahan Serpong Lagoon memberikan klarifikasi resmi menanggapi…

Perpindahan Konsumen BBM Nonsubsidi ke Subsidi Tinggi, Kuota Pertalite Bakal Ditambah

24 October 2026

Temuan BPK, BGN Kembalikan Uang Rp160 Miliar ke Kas Negara

24 October 2026

Kejari Tangsel Awasi Ketat Proyek Keranggan, Kantor Camat, hingga Villa Melati Mas

23 October 2026
logo-tintaotentik
Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • KONTAK KAMI

Copyright @ 2024 Tintaotentik. All rightĀ reserved

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.