Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
logo-tintaotentik
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • NASIONAL

    Masuk Musim Kemarau, DSDABMBK Tangsel Optimalkan Normalisasi Sungai

    17 July 2026 No Comments

    Tepis Pengadaan Kipas Kopdes Rp1,8 Triliun, Menkop: Bukan di Kementerian Kami

    17 July 2026 No Comments

    Kepala Daerah Kerap Kena OTT, Mendagri: Imbas Gaji Tak Seberapa, Belanja Kampanye Mahal

    17 July 2026 No Comments

    DPR Tercengang Ada Temuan BPK Soal Kemensos Mesti Kembaliin Uang Bansos Rp2 Triliun

    17 July 2026 No Comments

    Menang PTUN, Yayasan Desak Menteri Agama Cabut KMA 1543/2025 Soal Integrasi Yayasan ke UIN Jakarta

    16 July 2026 No Comments
  • SEMUA
    • Artis Dan Entertainment
    • Ekonomi
    • Hiburan
    • Hukum
    • Nasional
    • Olahraga
    • Opini
    • Politik
    • Regional
    • Sosial Budaya
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • SEMUA
    • ARTIS DAN ENTERTAINMENT
    • EKONOMI
    • HIBURAN
    • HUKUM
    • NASIONAL
    • OLAHRAGA
    • REGIONAL
    • POLITIK
    • OPINI
    • SOSIAL BUDAYA
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • Artis Dan Entertainment
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Hukum
  • Interior
  • Internasional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Regional
  • Sosial Budaya
Home»Hiburan»Gaya Hidup»Hari Keselamatan Pasien, Ketua Fraksi PDIP Tangsel: Tolak Pelayanan Kesehatan Dijadikan Komoditas!

Hari Keselamatan Pasien, Ketua Fraksi PDIP Tangsel: Tolak Pelayanan Kesehatan Dijadikan Komoditas!

0
By Irfan Kurniawan on 17 September 2025 Gaya Hidup, Regional, Sosial Budaya


TintaOtentik.Co – Memperingati Hari Keselamatan Pasien Sedunia yang jatuh pada 17 September 2025, Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Adi Surya, menegaskan pentingnya keselamatan pasien sebagai prioritas utama dalam setiap layanan kesehatan.

Pernyataan tersebut disampaikan usai dirinya menghadiri peringatan yang digelar DPP PDI Perjuangan di Lenteng Agung, Jakarta, Rabu (17/9).

Menurut Adi Surya, negara didirikan untuk memberikan pelayanan dan memenuhi hak-hak dasar rakyat, termasuk hak atas kesehatan. Oleh karena itu, ia menolak jika pelayanan kesehatan dijadikan komoditas atau sarana mencari keuntungan semata.

“Negara dibentuk oleh rakyat untuk melakukan fungsi pelayanan dan pemenuhan hak-hak dasar seperti kesehatan. Oleh karena itu, pelayanan kesehatan tidak boleh dijadikan komoditas atau sarana mencari keuntungan,” tegasnya.

Adi menegaskan, Indonesia adalah negara Pancasila, bukan negara kapitalisme. Dalam perspektif Pancasila, kesehatan adalah hak yang harus dijamin negara, bukan barang dagangan yang hanya bisa diakses oleh kalangan tertentu.

“Kehidupan manusia adalah anugerah Tuhan Yang Maha Esa yang wajib dijaga. Maka, pelayanan kesehatan tidak boleh diskriminatif hanya karena alasan ekonomi,” lanjut Adi.

Ia juga menekankan bahwa negara tidak boleh berbisnis dengan rakyatnya. Artinya, pelayanan kesehatan harus tersedia secara merata untuk seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.

Sebagai pengingat, Adi mengutip ketentuan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, khususnya Pasal 174 ayat (2). Aturan tersebut menegaskan bahwa fasilitas pelayanan kesehatan dilarang menolak pasien dalam kondisi gawat darurat dengan alasan apapun, termasuk masalah administrasi.

“Ini adalah mandat hukum yang jelas. Rumah sakit wajib memberikan pelayanan darurat tanpa syarat. Tidak ada alasan untuk menolak pasien hanya karena persoalan biaya atau administrasi,” tegasnya lagi.

Sebagai bentuk konkret, Adi Surya mengimbau seluruh rumah sakit di Tangerang Selatan agar benar-benar memiliki komitmen tinggi terhadap keselamatan pasien. Menurutnya, tidak boleh ada kasus penolakan pasien yang membutuhkan penanganan medis mendesak, terutama bagi mereka yang kurang mampu secara ekonomi.

“Keselamatan pasien harus menjadi hukum tertinggi dalam pelayanan kesehatan. Tidak boleh ada alasan apapun untuk menolak pasien yang membutuhkan penanganan medis segera,” ujarnya.

Peringatan Hari Keselamatan Pasien Sedunia, tambah Adi, seharusnya menjadi momentum refleksi bersama. Bukan hanya pemerintah dan tenaga medis, tetapi juga masyarakat harus sadar bahwa keselamatan pasien adalah tanggung jawab kolektif.

Adi berharap, dengan momentum ini, lahir kesadaran baru untuk memperbaiki kualitas layanan kesehatan di semua tingkatan. Mulai dari fasilitas kesehatan tingkat pertama hingga rumah sakit rujukan, semua harus menempatkan keselamatan pasien sebagai prioritas utama.

“Setiap nyawa adalah berharga. Kita tidak boleh melihat pelayanan kesehatan hanya dari sisi administrasi, melainkan dari sisi kemanusiaan. Itulah nilai Pancasila yang harus kita pegang,” pungkasnya.

Laporan: iwanpose

anggota dprd tangsel DPRD Tangsel Fraksi PDIP DPRD Tangsel Fraksi PDIP Tangsel Hari Keselamatan Pasien Hari Keselamatan Pasien Sedunia Hari Pasien Sedunia Ketua Fraksi PDIP DPRD Tangsel Adi Surya TintaOtentik.Co
Share. Facebook Twitter WhatsApp Email Copy Link
Previous ArticleKanwil Kemenkumham Banten dan Pemkot Tangsel Bahas Harmonisasi Raperda RTRW
Next Article Harhubnas 2025, Pilar Saga: Transportasi Adalah Jembatan Penyetaraan Terwujudnya Kesejahteraan
Irfan Kurniawan

Related Posts

Masuk Musim Kemarau, DSDABMBK Tangsel Optimalkan Normalisasi Sungai

17 July 2026

Tepis Pengadaan Kipas Kopdes Rp1,8 Triliun, Menkop: Bukan di Kementerian Kami

17 July 2026

Kepala Daerah Kerap Kena OTT, Mendagri: Imbas Gaji Tak Seberapa, Belanja Kampanye Mahal

17 July 2026

DPR Tercengang Ada Temuan BPK Soal Kemensos Mesti Kembaliin Uang Bansos Rp2 Triliun

17 July 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Social Media
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Baca Juga
Gaya Hidup

Masuk Musim Kemarau, DSDABMBK Tangsel Optimalkan Normalisasi Sungai

By tintaotentik.co17 July 20260

TintaOtentik.Co – Bagi Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kota Tangerang…

 

 

 

 

 

Tepis Pengadaan Kipas Kopdes Rp1,8 Triliun, Menkop: Bukan di Kementerian Kami

17 July 2026

Kepala Daerah Kerap Kena OTT, Mendagri: Imbas Gaji Tak Seberapa, Belanja Kampanye Mahal

17 July 2026

DPR Tercengang Ada Temuan BPK Soal Kemensos Mesti Kembaliin Uang Bansos Rp2 Triliun

17 July 2026
logo-tintaotentik
Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • KONTAK KAMI

Copyright @ 2024 Tintaotentik. All right reserved

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.