TintaOtentik.Co – Langkah konkret dilakukan Dinas Koperasi dan UKM Kota Tangerang Selatan untuk mengawal operasional Koperasi Merah Putih (KKMP) agar berjalan profesional.
Sebanyak 108 pengurus dari 54 KKMP mengikuti “Pelatihan Penguatan Kelembagaan dan Tata Kelola” pada 5-6 Maret 2026 di Gedung Gallery Koperasi dan UKM, CBD Sunburst, Tangsel.
Pelatihan intensif ini dirancang untuk mengubah KKMP dari sekadar entitas administratif menjadi mesin penggerak ekonomi yang mandiri dan kompetitif.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Tangerang Selatan, Bachtiar Priyambodo, menjelaskan bahwa pendampingan ini adalah fase krusial setelah legalitas badan hukum rampung tahun lalu.
“Tujuannya dari kegiatan ini memang kan sekarang tahapan untuk koperasi merah putih yang tahun lalu kita fasilitasi badan hukumnya yang tahapan selanjutnya adalah operasionalnya koperasi merah putih. Makanya apapun koperasinya kita harus penguatan kelembagaan,” jelasnya saat diwawancarai (6/3/26).
“Artinya anggaran rumah tangganya untuk pengaturan mekanisme pengelolaannya maupun standar operasional prosedurnya, standar operasional managementnya harus dibuat, nah itu kita fasilitasi,” tambahnya.
Menurutnya, intervensi ini wajib dilakukan karena banyak pengurus yang masih memerlukan pendampingan manajerial.

“Karena memang dari pengurus maupun pengawas koperasi merah putih, orang yang mohon maaf agak awam untuk pengelolaan koperasi, yaitu masih baru dimaksudkannya. Makanya kita wajib mendampingi untuk meningkatkan kapasitas SDM dari koperasi merah putih,” tambah Bachtiar.
Aset Strategis sebagai Modal Dasar
Dalam pelatihan ini, peserta tidak hanya diberikan teori organisasi, tetapi juga dibekali pemahaman mendalam mengenai potensi ekonomi lokal.
Data yang dipaparkan dalam materi pelatihan menunjukkan bahwa 11,11% aset pemetaan wilayah Banten berada di Tangerang Selatan, yang tersebar di 6 titik lahan di 54 desa.
Aset strategis ini terkonsentrasi secara signifikan di dua wilayah: Kecamatan Pamulang yang memiliki 4 aset tersebar di 8 desa, serta Kecamatan Pondok Aren dengan 2 aset di 11 desa.
Dalam pelatihan, para pengurus ditekankan bahwa aset-aset lokal ini bukan sekadar tanah atau bangunan, melainkan modal dasar eksekusi yang harus dikelola KKMP untuk menggerakkan ekonomi warga setempat.
Manajemen Operasional dan Ekosistem KDKMP
Untuk mengoptimalkan potensi tersebut, materi pelatihan merinci “Model Pengembangan Ekosistem KDKMP” yang mencakup empat pilar: Tata Kelola (organisasi yang sehat), Fokus Potensi (usaha selaras dengan wilayah), Manajemen (kapasitas pengurus), dan Keterlibatan (partisipasi aktif anggota).
Peserta juga diberikan panduan mengenai strategi pengembangan usaha, mulai dari perdagangan kebutuhan pokok, peran koperasi sebagai hub distribusi produk anggota, hingga eksplorasi inovasi lokal.
Selain itu, para peserta diberikan pemahaman tentang struktur organisasi yang sehat, membedakan kewenangan Rapat Anggota sebagai pemegang kebijakan tertinggi, dengan peran Pengawas dan Pengurus sebagai eksekutif operasional.
Seluruh materi ini diperkuat dengan testimoni praktisi dan koperasi berprestasi yang dihadirkan sebagai narasumber. Bachtiar berharap pengalaman mereka menjadi katalisator bagi para pengurus baru.
“Para narasumber menceritakan pengalamannya untuk menjadi motivasi kepada para pengawas dan pengurus koperasi merah putih, sekaligus mencontohkan, apa sih yang sudah dilakukan oleh koperasi merah putih yang disampaikan para narasumber berdasarkan pengalamannya,” terang Bachtiar.
“Sehingga nanti dapat di praktekan ke koperasi merah putih di setiap wilayah masing-masing yang ikut pelatihan hari ini,” sambungnya.
Antusiasme peserta pun dinilai sangat baik dalam membangun jaringan antar wilayah.
“Alhamdulillah mereka kan ya disamping tujuannya untuk belajar, menimba ilmu, menimba materi-materi dari narasumber terus belajar koperasi merah putih yang sudah berjalan dengan, mereka akhirnya bisa saling komunikasi antar koperasi merah putih,” tuturnya.
“Jadi sangat baik. Apalagi untuk mempermudah terkait dengan kelembagaan tadi sudah disampaikan paparannya, selanjutnya tinggal dipraktekan ke koperasi merah putihnya masing-masing dan sudah ada contoh soft copy-nya,” tutup Bachtiar. [***]
Laporan: iwanpose