Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
logo-tintaotentik
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • NASIONAL

    Garuda Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Tumbangkan Gajah Putih Thailand Lewat Drama Penalti

    5 October 2026 No Comments

    Anggaran Kesehatan 2027 Rp766 M, RSU Tangsel Didesak Naik Kelas ke Tipe B

    5 October 2026 No Comments

    Benahi BUMN Rugi, Danantara Tutup 354 Perusahaan dan Konsolidasi Aset Raksasa

    5 October 2026 No Comments

    Bapanas Tambah Alokasi SPHP Beras 74,18 Ton untuk Bulog Demi Tekan Inflasi

    5 October 2026 No Comments

    ​Jangkau 83 Ribu Desa, Koperasi Merah Putih Targetkan Beroperasi Penuh Oktober 2026

    5 October 2026 No Comments
  • SEMUA
    • Artis Dan Entertainment
    • Ekonomi
    • Hiburan
    • Hukum
    • Nasional
    • Olahraga
    • Opini
    • Politik
    • Regional
    • Sosial Budaya
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • SEMUA
    • ARTIS DAN ENTERTAINMENT
    • EKONOMI
    • HIBURAN
    • HUKUM
    • NASIONAL
    • OLAHRAGA
    • REGIONAL
    • POLITIK
    • OPINI
    • SOSIAL BUDAYA
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • Artis Dan Entertainment
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Hukum
  • Interior
  • Internasional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Regional
  • Sosial Budaya
Home»Politik»Gebrakan Bursa Mineral Prabowo, Indonesia Siap Atur Harga Nikel di Asia!
APNI atas rencana pembentukan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.(Foto: Istimewa)

Gebrakan Bursa Mineral Prabowo, Indonesia Siap Atur Harga Nikel di Asia!

0
By tintaotentik.co on 20 August 2026 Politik

TintaOtentik.co – Dukungan penuh mengalir dari Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI) atas rencana pembentukan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis (BMKS) yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

Ketua Umum APNI, Nanan Soekarna, menilai terobosan ini menjadi momen krusial untuk menggeser posisi Indonesia dari sekadar pengikut harga (price taker) menjadi penentu arah pasar (market maker) yang dominan di kawasan Asia.

Langkah ini juga merealisasikan perjuangan panjang APNI sejak 2023 yang mengusulkan pembentukan Indonesia Metal Exchange (IMEX).

Kehadiran bursa logam nasional dinilai vital agar Indonesia, sebagai raksasa nikel dunia memiliki kendali penuh atas harga acuan komoditas strategisnya sendiri.

“Pengumuman Bapak Presiden adalah pengakuan negara terhadap urgensi yang telah kami sampaikan sejak 2023, Indonesia tidak boleh terus menjadi price taker atas komoditas yang kami produksi sendiri dalam jumlah terbesar di dunia,” ujar Nanan dalam keterangannya, Selasa (18/8/2026).

Nanan menyayangkan status Indonesia yang selama bertahun-tahun menjadi pilar pasokan mineral global, namun kedaulatan ekonominya terbelenggu karena acuan harga, likuiditas lindung nilai (hedging), hingga data transaksi justru dikendalikan bursa asing seperti London Metal Exchange (LME) dan Shanghai Futures Exchange (SHFE).

Meski begitu, APNI memberikan sejumlah catatan agar desain BMKS benar-benar memihak produsen lokal.

Prasyarat tersebut meliputi prioritas pada perdagangan fisik dan proses delivery sebelum masuk ke instrumen derivatif, jaminan independensi tata kelola bursa, pelibatan asosiasi dalam komite teknis, serta penyelarasan Harga Patokan Mineral (HPM) dengan Indonesia Reference Price guna mencegah dualisme acuan.

Secara regulasi, pembentukan BMKS memilik payung hukum kuat melalui Pasal 132A UU Nomor 4 Tahun 2026 (Perubahan UU P2SK), yang mengamanatkan pengawasan bursa di bawah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mulai 1 Januari 2027.

APNI menekankan bahwa keberadaan BMKS bakal membawa dampak sistemik:

  • Penambang & Eksportir: Memperoleh transparansi harga, kepastian pembayaran, serta perlindungan margin dari determinasi tunggal pembeli.
  • Industri Smelter & Hilir: Mendapatkan kepastian pasokan, efisiensi bahan baku, dan minimnya sengketa kadar air.
  • Sektor Perbankan: Kemudahan penilaian inventaris dan pengembangan pembiayaan berbasis resi gudang (warehouse receipt financing).
  • Pemerintah: Optimalisasi penerimaan negara, kedaulatan harga, dan daya tarik investasi yang lebih stabil dibanding LME.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal APNI, Meidy Katrin Lengkey, menegaskan bahwa nikel harus dijadikan sebagai komoditas perintis di bursa ini mengingat kesiapan basis industrinya.

“Namun kami tegaskan, keberhasilan bursa ini akan ditentukan oleh seberapa kuat integritas data, kejelasan tata kelola, dan keterlibatan penambang nasional sejak hari pertama, bukan oleh seberapa cepat fitur diluncurkan,” ujarnya.

APNI menyatakan siap mengawal pemerintah, OJK, dan DPR RI melalui penyediaan data industri, standardisasi produk, hingga edukasi pelaku usaha demi memperkokoh kedaulatan mineral Indonesia di panggung dunia.

APNI BMKS Bursa Mineral Prabowo Ekonomi Harga Nikel Asia Hilirisasi Nikel IMEX Indonesia Reference Price Kedaulatan Ekonomi LME vs BMKS Meidy Katrin Lengkey Nanan Soekarna nasional Nikel Indonesia OJK Pasar Mineral Global Politik UU P2SK
Share. Facebook Twitter WhatsApp Email Copy Link
Previous ArticleIsu DOM Aceh 1 September 2026 Dipastikan Hoaks, TNI Tegaskan Situasi Kondusif
Next Article Trayek Pondok Cabe-Alam Sutera Segera Diuji Coba, Tarif Mulai Rp20 Ribu
tintaotentik.co
  • Website

Related Posts

Anggaran Kesehatan 2027 Rp766 M, RSU Tangsel Didesak Naik Kelas ke Tipe B

5 October 2026

Benahi BUMN Rugi, Danantara Tutup 354 Perusahaan dan Konsolidasi Aset Raksasa

5 October 2026

Bapanas Tambah Alokasi SPHP Beras 74,18 Ton untuk Bulog Demi Tekan Inflasi

5 October 2026

​Jangkau 83 Ribu Desa, Koperasi Merah Putih Targetkan Beroperasi Penuh Oktober 2026

5 October 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Social Media
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Baca Juga
Gaya Hidup

Garuda Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Tumbangkan Gajah Putih Thailand Lewat Drama Penalti

By Irfan Kurniawan5 October 20260

Tinta Otentik.co – Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) gemuruh menyaksikan laga puncak yang penuh…

Anggaran Kesehatan 2027 Rp766 M, RSU Tangsel Didesak Naik Kelas ke Tipe B

5 October 2026

Benahi BUMN Rugi, Danantara Tutup 354 Perusahaan dan Konsolidasi Aset Raksasa

5 October 2026

Bapanas Tambah Alokasi SPHP Beras 74,18 Ton untuk Bulog Demi Tekan Inflasi

5 October 2026
logo-tintaotentik
Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • KONTAK KAMI

Copyright @ 2024 Tintaotentik. All right reserved

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.