Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
logo-tintaotentik
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • NASIONAL

    Pasca Mundur Jadi Kadispora, Status Mukroni Staff BKPSDM Tangsel

    3 October 2026 No Comments

    Rocky Gerung Hingga Jusuf Hamka, Ini Daftar Jajaran Nama Wantimpres yang Dilantik

    3 October 2026 No Comments

    Rekam Jejak Arrmanatha Nasir: Diplomat Karier yang Kini Nakhodai Kementerian Luar Negeri RI

    1 October 2026 No Comments

    Launching Bulan Pemuda Oktober 2026, KNPI Tangsel Gelar Forum Kebijakan Strategis

    1 October 2026 No Comments

    Prabowo Perkuat Kabinet: Ini Daftar Lengkap Menteri & Wamen Baru yang Resmi Dilantik

    1 October 2026 No Comments
  • SEMUA
    • Artis Dan Entertainment
    • Ekonomi
    • Hiburan
    • Hukum
    • Nasional
    • Olahraga
    • Opini
    • Politik
    • Regional
    • Sosial Budaya
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • SEMUA
    • ARTIS DAN ENTERTAINMENT
    • EKONOMI
    • HIBURAN
    • HUKUM
    • NASIONAL
    • OLAHRAGA
    • REGIONAL
    • POLITIK
    • OPINI
    • SOSIAL BUDAYA
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • Artis Dan Entertainment
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Hukum
  • Interior
  • Internasional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Regional
  • Sosial Budaya
Home»Ekonomi»Hadapi Krisis Pangan Dunia, Indonesia Bakal Tingkatkan Produktivitas Lahan dan Indeks Pertanaman
Indonesia Bakal Tingkatkan Produktivitas Lahan dan Indeks Pertanaman (FOTO: Dok/Tintaotentik.co)

Hadapi Krisis Pangan Dunia, Indonesia Bakal Tingkatkan Produktivitas Lahan dan Indeks Pertanaman

0
By tintaotentik.co on 25 March 2026 Ekonomi, Internasional, Nasional, Politik

TintaOtentik.Co – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyatakan pemerintah terus memperkokoh ketahanan pangan nasional secara mandiri, sehingga tetap stabil di tengah dinamika geopolitik global, tanpa bergantung negara lain.

“Dunia sedang menghadapi ancaman krisis pangan yang serius. Karena itu setiap negara harus memperkuat ketahanan pangannya dan tidak boleh bergantung pada negara lain,” kata dia dalam keterangannya, dilansir Antara, Senin, 23 Maret 2026.

Ia menegaskan hal itu menyikapi ancaman krisis pangan global yang dapat meningkat akibat konflik Timur Tengah yang berpotensi memicu ketidakstabilan pasokan dan harga pangan di berbagai negara di dunia saat ini.

Laporan terbaru dari World Food Programme (WFP) memperingatkan eskalasi konflik dapat mendorong lonjakan jumlah penduduk dunia yang mengalami kelaparan akut hingga rekor, dengan tambahan hampir 45 juta orang pada 2026.

Ia menilai kondisi tersebut menunjukkan ketahanan pangan menjadi isu strategis global, karena kenaikan harga energi, gangguan pelayaran, dan biaya logistik dapat memicu inflasi pangan seperti krisis sebelumnya.

Amran menjelaskan, kenaikan harga energi, gangguan jalur pelayaran internasional, serta meningkatnya biaya logistik berpotensi memicu inflasi pangan global seperti yang pernah terjadi saat perang Rusia-Ukraina pada 2022.

Dampak konflik tidak hanya dirasakan di kawasan perang, tetapi merambat ke seluruh dunia melalui rantai pasok global. Negara-negara yang bergantung pada impor pangan menjadi paling rentan menghadapi lonjakan harga dan kelangkaan pasokan.

Di tengah ancaman krisis pangan global tersebut, katanya, Indonesia justru dinilai berada pada jalur yang tepat menuju kemandirian pangan.

Program pembangunan pertanian yang dijalankan pemerintah saat ini tidak hanya fokus pada peningkatan produksi, tetapi membangun sistem pertanian yang kuat, modern, dan berkelanjutan.

“Kita harus optimis. Indonesia punya lahan, air, iklim, dan sumber daya manusia. Kalau semua dimaksimalkan, swasembada bukan mimpi, lumbung pangan dunia juga bukan hal yang mustahil, salah kalau kekuatan ini kita biarkan,” ujar dia.

Strategi peningkatan produksi melalui program intensifikasi dan ekstensifikasi secara bersamaan, katanya, hasilnya sudah terlihat pada tahun lalu yakni saat Indonesia berhasil mencapai swasembada beras. Intensifikasi dilakukan melalui peningkatan produktivitas lahan dengan benih unggul, mekanisasi pertanian, pompanisasi, serta peningkatan indeks pertanaman, sedangkan ekstensifikasi dilakukan melalui program cetak sawah dan optimalisasi lahan rawa sebagai sumber produksi baru.

“Mandiri mutlak, swasembada mutlak. Kita tidak hanya meningkatkan produktivitas lahan yang ada, tetapi juga membuka lahan baru melalui cetak sawah dan optimalisasi lahan rawa. Semua harus kita optimalkan. Produksi harus naik secara signifikan,” ucap Amran.

Laporan: Tim

Share. Facebook Twitter WhatsApp Email Copy Link
Previous ArticlePurbaya Sebut Pemerintah Bakal Jaga Daya Beli Masyarakat Ditengah Perdagangan Tradisional
Next Article Cegah Mark Up, Kejagung Tak Main-main Bakal Awasi Ketat Anggaran SPPG
tintaotentik.co
  • Website

Related Posts

Pasca Mundur Jadi Kadispora, Status Mukroni Staff BKPSDM Tangsel

3 October 2026

Rocky Gerung Hingga Jusuf Hamka, Ini Daftar Jajaran Nama Wantimpres yang Dilantik

3 October 2026

Rekam Jejak Arrmanatha Nasir: Diplomat Karier yang Kini Nakhodai Kementerian Luar Negeri RI

1 October 2026

Launching Bulan Pemuda Oktober 2026, KNPI Tangsel Gelar Forum Kebijakan Strategis

1 October 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Social Media
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Baca Juga
Olahraga

Pasca Mundur Jadi Kadispora, Status Mukroni Staff BKPSDM Tangsel

By tintaotentik.co3 October 20260

TintaOtentik.Co – Ada suasana baru di lingkungan Pemerintah Kota Tangerang Selatan, menyusul langkah Mukroni yang…

Rocky Gerung Hingga Jusuf Hamka, Ini Daftar Jajaran Nama Wantimpres yang Dilantik

3 October 2026

Rekam Jejak Arrmanatha Nasir: Diplomat Karier yang Kini Nakhodai Kementerian Luar Negeri RI

1 October 2026

Launching Bulan Pemuda Oktober 2026, KNPI Tangsel Gelar Forum Kebijakan Strategis

1 October 2026
logo-tintaotentik
Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • KONTAK KAMI

Copyright @ 2024 Tintaotentik. All right reserved

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.