Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
logo-tintaotentik
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • NASIONAL

    Warga Cipayung Kota Tangsel Antusias Bulog Salurkan Bantuan Pangan 2.259

    1 April 2026 No Comments

    Batubara Kembali Berkilau, Pemerintah Bidik Royalti Maksimal dari Gejolak Energi Dunia

    31 March 2026 No Comments

    Instruksi Presiden BBM Gak Jadi Naik Per 1 April, Masyarakat Dihimbau Tidak terpancing Isu Negatif

    31 March 2026 No Comments

    LKPJ 2025, Walkot Tangsel Akui Sampah, Banjir, Hingga Macet Masih Jadi Persoalan

    31 March 2026 No Comments

    Pemkot Tangsel Instruksikan Dinas Efisiensikan Perjalanan Dinas Beralih ke Daring

    30 March 2026 No Comments
  • SEMUA
    • Artis Dan Entertainment
    • Ekonomi
    • Hiburan
    • Hukum
    • Nasional
    • Olahraga
    • Opini
    • Politik
    • Regional
    • Sosial Budaya
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • SEMUA
    • ARTIS DAN ENTERTAINMENT
    • EKONOMI
    • HIBURAN
    • HUKUM
    • NASIONAL
    • OLAHRAGA
    • REGIONAL
    • POLITIK
    • OPINI
    • SOSIAL BUDAYA
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • Artis Dan Entertainment
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Hukum
  • Interior
  • Internasional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Regional
  • Sosial Budaya
Beranda » Ekonomi
Menteri Koperasi Ferry Juliantono (FOTO: Dok/istimewa)

Lawan Rentenir dan Pinjol, KopdesKel Merah Putih Siapkan Pinjaman Bunga 6% Per Tahun

0
By tintaotentik.co on 30 March 2026 Ekonomi, Nasional, Politik

TintaOtentik.Co – Pemerintah melalui Kementerian Koperasi (Kemenkop) resmi memperkenalkan skema pembiayaan murah bagi masyarakat pedesaan. Melalui Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdeskel) Merah Putih, warga kini bisa mengakses pinjaman dengan bunga rendah sebesar 6% per tahun.

Langkah ini diambil sebagai strategi konkret untuk memutus ketergantungan masyarakat terhadap praktik rentenir dan pinjaman online (pinjol) yang mencekik.

Menteri Koperasi Ferry Juliantono menjelaskan bahwa kehadiran akses kredit mikro ini merupakan alternatif pembiayaan yang jauh lebih sehat bagi ekonomi rumah tangga di desa.

“Itu adalah untuk menjadikan alternatif bagi masyarakat supaya masyarakat tidak terjebak kepada praktik rentenir, pinjaman online,” ujar Ferry di Jakarta Selatan, Senin (30/3/2026).

Penyaluran modal ini nantinya akan dikelola oleh unit lembaga keuangan ultra mikro yang berada langsung di bawah naungan Kopdeskel Merah Putih.

Ferry memastikan pihaknya akan mengawasi secara ketat kebutuhan likuiditas di setiap wilayah untuk memastikan dana yang tersedia tepat sasaran.

“Nah nanti kalau itu kan nanti di setiap Koperasi Desa itu ada lembaga keuangan mikronya kita tentu nanti akan lihat seberapa banyak, seberapa yang dibutuhkan di desa tersebut yang perlu pembiayaan keuangan mikronya,” tambah Ferry.

Tak hanya sekadar memberikan pinjaman, Kopdeskel Merah Putih dirancang memiliki peran multifungsi.

Koperasi ini akan menyediakan barang kebutuhan pokok dengan harga yang lebih miring bagi warga. Selain itu, koperasi juga akan bertindak sebagai offtaker atau penyerap hasil produksi masyarakat setempat guna menjamin stabilitas harga di tingkat produsen desa.

Ferry mengungkapkan bahwa penguatan peran koperasi sebagai penyerap produk desa menjadi agenda prioritas dalam rapat pimpinan di kementeriannya. “Salah satunya yang terpenting adalah menjadi Koperasi Desa ini menjadi offtaker atau menyerap hasil produk masyarakat desa,” jelasnya.

Program ini sejalan dengan kegelisahan Presiden Prabowo Subianto terkait ketimpangan sistem pembiayaan di Indonesia.

Presiden menyoroti ironi di mana masyarakat kecil seringkali dibebani bunga tinggi, sementara pengusaha besar mendapatkan fasilitas kredit yang jauh lebih murah.

“Masa orang miskin dikenakan 1% sehari. Itu satu. Jadi sekarang dengan Koperasi Merah Putih kita akan siapkan kredit murah. Kredit murah. Saya tanya sekarang pun mikro kredit ya 24%. orang miskin 24%,” ujar Presiden Prabowo sebagaimana dikutip dari CNBC.

Presiden menegaskan bahwa standar bunga bagi rakyat kecil tidak boleh lagi melampaui bunga korporasi.

“Maaf ya. Pengusaha besar konglomerat berapa persen? 7%, 8% paling tinggi 9% lah, 10% lah katakanlah 12% lah katakanlah, ya rakyat kecil 20% saya bilang tidak bisa, nanti Koperasi Merah Putih harus di bawah itu. Kalau perlu 6% setahun,” tegas Presiden.

Kehadiran Kopdeskel Merah Putih diharapkan menjadi tonggak baru dalam pemerataan akses keuangan dan penguatan ekonomi berbasis kerakyatan di seluruh pelosok Indonesia.

Laporan: Tim

berita ekonomi Bunga 6 Persen Bunga Pinjaman Kopdes Bunga Pinjaman Koperasi Ekonomi Kerakyatan Ferry Juliantono Kementerian Koperasi Kopdes Kopdes Merah Putih Kopdeskel Merah Putih Koperasi Desa Kredit Murah Pinjaman Kopdes Pinjaman Kopdes Bunga 6 persen Pinjaman Koperasi pinjol PNBP Prabowo Subianto Rentenir TintaOtentik.Co UMKM Desa
Share. Facebook Twitter WhatsApp Email Copy Link
Previous ArticleOase Ekonomi di Akar Rumput: Menakar Revolusi Nutrisi dan Mandat Moral Investor SPPG
Next Article Antisipasi Krisis Dunia, Indonesia Siapkan Tebu dan Jagung Jadi Bahan Bakar Etanol E20
tintaotentik.co
  • Website

Related Posts

Warga Cipayung Kota Tangsel Antusias Bulog Salurkan Bantuan Pangan 2.259

1 April 2026

Batubara Kembali Berkilau, Pemerintah Bidik Royalti Maksimal dari Gejolak Energi Dunia

31 March 2026

Instruksi Presiden BBM Gak Jadi Naik Per 1 April, Masyarakat Dihimbau Tidak terpancing Isu Negatif

31 March 2026

LKPJ 2025, Walkot Tangsel Akui Sampah, Banjir, Hingga Macet Masih Jadi Persoalan

31 March 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Social Media
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Baca Juga
Politik

Warga Cipayung Kota Tangsel Antusias Bulog Salurkan Bantuan Pangan 2.259

By tintaotentik.co1 April 20260

TintaOtentik.Co – Ribuan warga Kelurahan Cipayung, Kecamatan Ciputat, rela mengantre sejak pagi hari untuk mendapatkan…

Batubara Kembali Berkilau, Pemerintah Bidik Royalti Maksimal dari Gejolak Energi Dunia

31 March 2026

Instruksi Presiden BBM Gak Jadi Naik Per 1 April, Masyarakat Dihimbau Tidak terpancing Isu Negatif

31 March 2026

LKPJ 2025, Walkot Tangsel Akui Sampah, Banjir, Hingga Macet Masih Jadi Persoalan

31 March 2026
logo-tintaotentik
Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • KONTAK KAMI

Copyright @ 2024 Tintaotentik. All right reserved

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.