Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
logo-tintaotentik
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • NASIONAL

    Kemhan Nyatakan Soal AS Minta Akses Lintasi Ruang Udara RI Belum Miliki Kekuatan Hukum

    13 April 2026 No Comments

    Digarap OASA-BIPI, PSEL Tangsel Diharapkan Bisa Hasilkan Listrik 23,5 MW

    13 April 2026 No Comments

    Prabowo ke Rusia, Pastikan Pasokan Energi Nasional hingga Lirik Teknologi Nuklir

    13 April 2026 No Comments

    Lelang Jabatan Kota Tangsel: Mukroni, Hadi Widodo, Dahlan, Hardi, Ika, Masuk Kategori Terbaik?

    13 April 2026 No Comments

    Buntut Meras Pejabat Baru Dilantik, Bupati Tulungagung di OTT KPK

    13 April 2026 No Comments
  • SEMUA
    • Artis Dan Entertainment
    • Ekonomi
    • Hiburan
    • Hukum
    • Nasional
    • Olahraga
    • Opini
    • Politik
    • Regional
    • Sosial Budaya
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • SEMUA
    • ARTIS DAN ENTERTAINMENT
    • EKONOMI
    • HIBURAN
    • HUKUM
    • NASIONAL
    • OLAHRAGA
    • REGIONAL
    • POLITIK
    • OPINI
    • SOSIAL BUDAYA
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • Artis Dan Entertainment
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Hukum
  • Interior
  • Internasional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Regional
  • Sosial Budaya
Beranda » Ekonomi
Produksi Beras Tembus 34,7 Ton Indonesia Menuju Bebas Impor Pangan (FOTO: Dok/Istimewa)

Produksi Beras Tembus 34,7 Ton, Indonesia Menuju Bebas Impor Pangan

0
By tintaotentik.co on 13 April 2026 Ekonomi, Nasional, Politik

TintaOtentik.Co – Pemerintah menyatakan ketahanan pangan Indonesia semakin kuat di 2026. Mayoritas kebutuhan pangan kini sudah dipenuhi dari produksi dalam negeri.

Berdasarkan Proyeksi Neraca Pangan Nasional 2026, dari 10 komoditas strategis hanya dua hingga tiga yang masih bergantung impor. Komoditas utama seperti beras, jagung, cabai, bawang merah, hingga daging dan telur ayam sudah tidak perlu impor untuk konsumsi.

Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa mengatakan, produksi beras menjadi penopang utama. Stok nasional dinilai sangat besar dan aman.

“Beras kita sangat bagus, produksi tahun lalu 34,7 juta ton. Target 2026, carry over stock ke 2027 hingga 16 juta ton. Ini besar sekali,” kata Ketut.

Proyeksi menunjukkan stok awal 2026 sebesar 12,4 juta ton ditambah produksi 34,7 juta ton, dengan kebutuhan sekitar 31,1 juta ton. Perhitungan ini membuat stok akhir tetap tinggi dan memberi ruang pengamanan pasokan.

Pemerintah juga mengandalkan penyerapan gabah oleh Perum Bulog untuk menjaga stabilitas. Seluruh stok beras Bulog sejak 2025 disebut berasal dari produksi dalam negeri.

“Cadangan beras kita di Bulog sekarang ini lebih dari 4 juta ton. Kita akan menyerap lagi sampai 4 juta ton. Artinya dari sisi produksi, gabahnya sangat bagus,” ujar Ketut.

Di luar beras, jagung pakan juga sudah swasembada setelah impor dihentikan sejak 2025. Produksi domestik dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan industri pakan.

“Jagung pakan kita sudah swasembada. Daging ayam kita kuat, telur kita kuat, cabai kita kuat, bawang merah kita kuat,” ujar Ketut.

Meski begitu, pemerintah masih mengimpor beberapa komoditas, terutama kedelai dan bawang putih, serta sebagian kecil daging sapi.

“Kita hanya mengimpor dua atau tiga yang dominan, kedelai dan bawang putih. Daging sapi tidak dominan,” ungkapnya.

Upaya peningkatan produksi terus didorong untuk menekan impor. Pemerintah mulai memperkuat produksi kedelai, bawang putih, hingga susu dalam negeri.

“Kita sudah mulai produksi. Menteri Pertanian akan bergerak terus, termasuk penguatan produksi kedelai, bawang putih, dan susu,” jelas Ketut.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebut swasembada sudah tercapai untuk komoditas utama sumber karbohidrat dan protein. Hal ini menjadi modal penting menjaga stabilitas pangan nasional.

Data 2025 menunjukkan produksi beras mencapai 34,7 juta ton, melampaui konsumsi 31,1 juta ton. Produksi ayam dan telur juga surplus, begitu pula jagung pakan yang konsisten di atas kebutuhan.

Laporan: Tim

Badan Pangan Nasional Bapanas Bapanas Cadangan Beras Bapanas Produksi Beras Cadangan Beras Indonesia Indonesia Menuju Bebas Impor Pangan Ketahanan Pangan Indonesia Pangan Indonesia Produksi Beras Produksi Beras Indonesia swasembada pangan TintaOtentik TintaOtentik.Co
Share. Facebook Twitter WhatsApp Email Copy Link
Previous ArticlePKL dan Parkir Liar Pasar Ciputat Jadi Persoalan Utama Kemacetan
Next Article Buntut Meras Pejabat Baru Dilantik, Bupati Tulungagung di OTT KPK
tintaotentik.co
  • Website

Related Posts

Kemhan Nyatakan Soal AS Minta Akses Lintasi Ruang Udara RI Belum Miliki Kekuatan Hukum

13 April 2026

Digarap OASA-BIPI, PSEL Tangsel Diharapkan Bisa Hasilkan Listrik 23,5 MW

13 April 2026

Prabowo ke Rusia, Pastikan Pasokan Energi Nasional hingga Lirik Teknologi Nuklir

13 April 2026

Lelang Jabatan Kota Tangsel: Mukroni, Hadi Widodo, Dahlan, Hardi, Ika, Masuk Kategori Terbaik?

13 April 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Social Media
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Baca Juga
Politik

Kemhan Nyatakan Soal AS Minta Akses Lintasi Ruang Udara RI Belum Miliki Kekuatan Hukum

By tintaotentik.co13 April 20260

TintaOtentik.Co – Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat (AS) dilaporkan tengah melakukan diskusi intensif mengenai usulan…

 

Digarap OASA-BIPI, PSEL Tangsel Diharapkan Bisa Hasilkan Listrik 23,5 MW

13 April 2026

Prabowo ke Rusia, Pastikan Pasokan Energi Nasional hingga Lirik Teknologi Nuklir

13 April 2026

Lelang Jabatan Kota Tangsel: Mukroni, Hadi Widodo, Dahlan, Hardi, Ika, Masuk Kategori Terbaik?

13 April 2026
logo-tintaotentik
Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • KONTAK KAMI

Copyright @ 2024 Tintaotentik. All right reserved

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.