TintaOtentik.Co – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangsel terus berupaya mempercepat proyek Pembangkit Listrik Berbasis Sampah (PSEL). Kepala DLH Tangsel, Bani Khosyatulloh, mengungkapkan bahwa proyek yang sesuai mandat Perpres 1000 ton per hari ini tengah dipersiapkan dengan hati-hati.
Bani menegaskan upaya percepatan ini dilakukan secara kolektif. “Bersama-sama berupaya percepatan,” ujar Bani.
Mengenai progres proyek, Bani menyatakan bahwa sementara ini belum ditemukan kendala signifikan.
“Belum ada kendala sementara, kita masih mengikuti saja, semoga bisa menghasilkan yang terbaik dan lebih cepat,” tambahnya.
Progres PSEL kini berada pada tahap menunggu konfirmasi dari Kementerian Lingkungan Hidup (Kemen LH). “Sementara ini kita masih menunggu konfirmasi dari Kemen LH seperti apa. Yang jelas kita sudah persiapkan, dan sudah persiapan-persiapan, cuma progresnya sampai saat ini untuk fix-nya masih menunggu, yang jelas kita persiapan. Jangan sampai ada hal-hal yang bisa menghambat, jadi faktor-faktor penghambat kita antisipasi,” jelas Bani.
Kapasitas Olah Sampah dan Pengadaan Lahan
PSEL Tangsel direncanakan akan mengolah sampah sesuai volume yang disepakati Peraturan Presiden.
“Sebagaimana Perpres 1000 ton per hari, sebagaimana yang dipesankan oleh Perpres,” kata Bani.
Saat ditanya apakah Tangsel mampu memenuhi volume tersebut, Bani optimistis. “Ya harus mampu, kan hitungan kita 1000 lebih sampah per hari di Tangsel,” jawabnya.
Untuk kebutuhan lahan, DLH mengalokasikan kebutuhan total 5 hektar dan sedang memproses pengadaan sebagian.
“Belanja lahan yah kita 2 koma sekian hektar dari 5 hektar yang dibutuhkan,” ungkap Bani.
Strategi Rahasia Belanja Lahan dan Anggaran Ratusan Miliar
Dalam upaya pengadaan lahan, DLH menerapkan strategi kerahasiaan untuk menghindari potensi gangguan dan spekulasi.
“Lahan warga masih kita dalami untuk penetapan lokasi (Penlok) yang akan kita bebaskan. Sementara ini kita petain, tapi belum kita gembor-gemborkan. Karena khawatir banyak orang-orang yang memanfaatkan yang tidak bertanggung jawab, sehingga terjadi simpang siur, terjadi apa, untuk sementara ini kita menentukan Penlok tapi kita tidak sampai di-open. Sebab khawatir ada orang-orang yang tidak bertanggung jawab turut mengganggu kondusifitas pengadaan lahan,” tegas Bani.
Mengenai anggaran belanja lahan, DLH menunggu hasil taksiran resmi. “Untuk anggaran belanja lahannya tergantung apresial, harganya berapa. Fix-nya kan kita menunggu harga taksiran,” katanya.
Ketika didesak mengenai bayangan anggaran yang dibutuhkan, Bani memperkirakan nilainya bisa mencapai ratusan miliar.
“Ya bisa di atas antara 100 miliar kurang atau lebih,” pungkas Bani.
Sementara itu, Bani mengakui belum dapat memastikan kebutuhan daya listrik PSEL tersebut. “Aduh saya enggak tahu persisnya berapa megawatt-nya nih. Berapa megawatt-nya belum tahu persis,” tutupnya.
Laporan: iwanpose
