Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
logo-tintaotentik
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • NASIONAL

    Sentil Pemda, Prabowo Soroti Dana Transfer Daerah yang Mangkrak dan Tak Tepat

    18 September 2026 No Comments

    Kecewa Gugatan Dinilai Prematur, PPP Banten Ajukan Kasasi

    18 September 2026 No Comments

    Melipir ke Tangsel, Bareskrim Bongkar Skandal Gas 3 Kg Disuntik ke Non-Subsidi

    17 September 2026 No Comments

    RDP Pool Taksi Green SM, DPRD Tangsel: Silakan Investasi, Tapi Jangan Tabrak Regulasi!

    17 September 2026 No Comments

    Akselerasi Program Gentengisasi, Menteri Ara Borong 2,5 Juta Genteng dari UMKM

    17 September 2026 No Comments
  • SEMUA
    • Artis Dan Entertainment
    • Ekonomi
    • Hiburan
    • Hukum
    • Nasional
    • Olahraga
    • Opini
    • Politik
    • Regional
    • Sosial Budaya
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • SEMUA
    • ARTIS DAN ENTERTAINMENT
    • EKONOMI
    • HIBURAN
    • HUKUM
    • NASIONAL
    • OLAHRAGA
    • REGIONAL
    • POLITIK
    • OPINI
    • SOSIAL BUDAYA
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • Artis Dan Entertainment
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Hukum
  • Interior
  • Internasional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Regional
  • Sosial Budaya
Home»Ekonomi»Telkom Indonesia Evaluasi Anak Perusahaan, Siap Lakukan Penutupan dan Penggabungan Perusahaan

Telkom Indonesia Evaluasi Anak Perusahaan, Siap Lakukan Penutupan dan Penggabungan Perusahaan

0
By Irfan Kurniawan on 4 July 2025 Ekonomi, Nasional

TintaOtentik.co – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk tengah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh lini anak dan cucu perusahaannya. Evaluasi ini dilakukan guna mengidentifikasi entitas bisnis yang tidak lagi memberikan nilai tambah atau mengalami penurunan kinerja dalam beberapa tahun terakhir. Langkah ini merupakan bagian dari arahan strategis Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) agar struktur bisnis Telkom menjadi lebih efisien dan adaptif.

Direktur Utama Telkom Indonesia, Dian Siswarini, menjelaskan bahwa pihaknya sedang menelaah kontribusi masing-masing anak dan cucu perusahaan dalam lima tahun terakhir. Bila ditemukan adanya entitas yang tidak menunjukkan kontribusi berarti atau justru berada dalam tren penurunan, maka entitas tersebut akan dipertimbangkan untuk dilepas.

“Jadi, saat ini kami sedang mengevaluasi anak perusahaan atau cucu perusahaan, mana saja yang di dalam lima tahun terakhir itu tidak memberikan kontribusi, dalam masa penurunan, tidak memberikan value kepada kami, itu tentu akan mulai untuk di-swap,” ujar Dian Siswarini saat menghadiri Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi VI DPR RI di Gedung Parlemen, Rabu (2/7/2025).

Evaluasi tersebut bertujuan untuk merampingkan struktur bisnis Telkom Indonesia agar lebih lincah dalam menjawab tantangan pasar serta lebih menguntungkan secara finansial. Dian menambahkan bahwa proses peninjauan portofolio ini kini menjadi tanggung jawab Direktur Strategic Portfolio, Seno Soemadji.

“Jadi, untuk streamlining (perampingan) ini, sekarang Pak Seno ini yang akan melakukan reviewnya. Memang ke depannya agar Telkom ini bisa menjadi lebih ramping dan juga lebih lincah, dan lebih menguntungkan,” imbuhnya.

Tak hanya mengarah pada opsi penutupan, Telkom Indonesia juga membuka peluang untuk melakukan penggabungan anak usaha yang serumpun dengan entitas dari BUMN lain. Hal ini sejalan dengan inisiatif Danantara yang juga tengah menggalakkan efisiensi di berbagai perusahaan pelat merah yang berada dalam naungannya.

“Seperti sekarang, anak perusahaan yang bergerak di properti, itu bisa digabung dengan perusahaan properti dari anak perusahaan (BUMN) yang lain,” jelas Dian.

Sementara itu, Danantara juga sedang mengonsolidasikan sejumlah perusahaan asuransi BUMN berskala kecil agar lebih kompetitif. Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan peninjauan terhadap kondisi fundamental dari sejumlah perusahaan asuransi milik BUMN.

“Jasa Raharja (yang juga merupakan bagian dari holding IFG) punya insurance (asuransi) juga, kemudian Pertamina punya Tugu Insurance, BRI punya insurance, BNI punya insurance. Tapi tidak cukup size-nya, tidak kompetitif,” ungkap Dony.

Upaya konsolidasi ini diharapkan mampu memperkuat daya saing BUMN di sektor jasa keuangan serta menciptakan sinergi antarperusahaan yang sebelumnya berjalan secara terpisah dengan skala terbatas.

Anak Perusahaan Telkom Ekonomi Indonesia Perusahaan Komunikasi Indonesia Perusahaan Telkom Telkom Telkom Indonesia TintaOtentik.Co
Share. Facebook Twitter WhatsApp Email Copy Link
Previous ArticleIndustri Rokok Jadi Pilar Ekonomi, Antara Regulasi Ketat dan Sumber Pendapatan Negara
Next Article Dindikbud Tangsel Katakan Sekolah Rakyat Akan Beroperasi di BLKI Serpong Utara
Irfan Kurniawan

Related Posts

Sentil Pemda, Prabowo Soroti Dana Transfer Daerah yang Mangkrak dan Tak Tepat

18 September 2026

Kecewa Gugatan Dinilai Prematur, PPP Banten Ajukan Kasasi

18 September 2026

Melipir ke Tangsel, Bareskrim Bongkar Skandal Gas 3 Kg Disuntik ke Non-Subsidi

17 September 2026

RDP Pool Taksi Green SM, DPRD Tangsel: Silakan Investasi, Tapi Jangan Tabrak Regulasi!

17 September 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Social Media
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Baca Juga
Ekonomi

Sentil Pemda, Prabowo Soroti Dana Transfer Daerah yang Mangkrak dan Tak Tepat

By Irfan Kurniawan18 September 20260

TintaOtentik.co – Presiden Prabowo Subianto blak-blakan meluapkan kekesalannya terhadap kinerja sejumlah pemerintah daerah yang dinilai…

 

Kecewa Gugatan Dinilai Prematur, PPP Banten Ajukan Kasasi

18 September 2026

Melipir ke Tangsel, Bareskrim Bongkar Skandal Gas 3 Kg Disuntik ke Non-Subsidi

17 September 2026

RDP Pool Taksi Green SM, DPRD Tangsel: Silakan Investasi, Tapi Jangan Tabrak Regulasi!

17 September 2026
logo-tintaotentik
Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • KONTAK KAMI

Copyright @ 2024 Tintaotentik. All right reserved

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.