Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
logo-tintaotentik
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • NASIONAL

    145 Anak Hingga Orang Dewasa Perumahan Serpong Lagoon Alami Muntah dan Diare

    13 October 2026 No Comments

    Masa Jabatan DPRD 2024-2029 Digugat ke MK, Didorong Diperpanjang Sampai 2031

    13 October 2026 No Comments

    OTT di BNPB, KPK: Pihak yang Diamankan Berstatus Terperiksa

    13 October 2026 No Comments

    Tersebar 54 Kelurahan, Pilar Saga Pastikan Pelayanan Posbakum Tangsel Gratis

    13 October 2026 No Comments

    Evaluasi Raperda 2026 dan Proyeksi 2027: Bapemperda Tangsel Ungkap Tiga Usulan Pemkot Ditarik

    13 October 2026 No Comments
  • SEMUA
    • Artis Dan Entertainment
    • Ekonomi
    • Hiburan
    • Hukum
    • Nasional
    • Olahraga
    • Opini
    • Politik
    • Regional
    • Sosial Budaya
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • SEMUA
    • ARTIS DAN ENTERTAINMENT
    • EKONOMI
    • HIBURAN
    • HUKUM
    • NASIONAL
    • OLAHRAGA
    • REGIONAL
    • POLITIK
    • OPINI
    • SOSIAL BUDAYA
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • Artis Dan Entertainment
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Hukum
  • Interior
  • Internasional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Regional
  • Sosial Budaya
Home»Ekonomi»145 Anak Hingga Orang Dewasa Perumahan Serpong Lagoon Alami Muntah dan Diare
145 Anak Hingga Orang Dewasa Perumahan Serpong Lagoon Alami Muntah dan Diare (FOTO: Dok/Ilustrasi)

145 Anak Hingga Orang Dewasa Perumahan Serpong Lagoon Alami Muntah dan Diare

0
By tintaotentik.co on 13 October 2026 Ekonomi, Gaya Hidup, Politik, Regional

TintaOtentik.Co – Sebanyak 145 anak-anak dan orang dewasa mengalami muntah dan diare di Perumahan Serpong Lagoon, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), sejak 14 September hingga 12 Oktober 2026.

Dengan adanya peristiwa itu, warga mendesak investigasi menyeluruh untuk mengungkap penyebab kejadian tersebut, Selasa (13/10)2026).

Ketua RT 04 RW 07 Perumahan Serpong Lagoon, Heru Cahyono, mengatakan jumlah tersebut merupakan akumulasi warga yang terdata mengalami gangguan pencernaan.

“Total yang terdata 145 orang, campuran anak-anak dan dewasa,” ujar Heru, kepada wartawan.

Di tengah rentetan kasus tersebut, kualitas air menjadi salah satu faktor yang disoroti warga. Namun, dugaan keterkaitan antara air dan gangguan kesehatan yang dialami warga belum dapat dipastikan.

Heru mengatakan sampel air telah diambil oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tangsel pada Jumat pekan lalu. Warga kini menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.

“Indikasi terkait maraknya kasus diare di Serpong Lagoon masih menunggu hasil lab dari sampel air yang sudah diambil sama Dinkes dan DLH di hari Jumat kemarin,” ujarnya.

Perbedaan hasil pemeriksaan tersebut perlu ditelaah lebih lanjut untuk mengetahui kemungkinan penyebab dan sumber penularan.

Hal itu lantaran, banyaknya warga yang mengalami gejala serupa dalam periode berdekatan belum membuktikan bahwa seluruh kasus berasal dari sumber yang sama.

Sementara, Dinkes dan DLH Tangsel belum memberikan penjelasan mengenai hasil pemeriksaan sampel air maupun perkembangan penanganan kasus tersebut.

Dikonfirmasi, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Tangsel, Allin Hendalin Mahdaniar, mengatakan pihaknya telah melakukan penanganan terhadap peningkatan kasus diare akut di Perumahan Serpong Lagoon.

Kejadian tersebut mulai dilaporkan pada 7 Oktober 2026 setelah sejumlah warga mengalami keluhan kesehatan dalam waktu yang hampir bersamaan.

“Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan melakukan penanganan terhadap peningkatan kasus diare akut yang terjadi di Perumahan Serpong Lagoon, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan,” ujar Allin dalam keterangannya.

Berdasarkan hasil pemantauan hingga 12 Oktober 2026, tercatat 145 warga mengalami gejala diare. Dari jumlah tersebut, 67 orang telah sembuh, 67 orang menjalani rawat jalan, dan 11 orang mendapatkan perawatan di rumah sakit.

“Kasus diare tersebut terjadi pada berbagai kelompok usia, mulai dari balita, anak-anak hingga orang dewasa. Berdasarkan hasil pendataan sementara, kelompok balita merupakan kelompok yang paling banyak terdampak,” ungkapnya.

Terkait dugaan penyebab kejadian tersebut, Dinkes bersama UPTD Puskesmas Keranggan telah melakukan penyelidikan epidemiologi, pendataan dan pemantauan kasus, pemeriksaan kesehatan, serta pemberian pengobatan kepada warga yang mengalami keluhan.

Dinkes juga mengambil sampel air dari instalasi pengolahan air bersih atau Water Treatment Plant (WTP) dan rumah warga untuk diperiksa di laboratorium. Pemeriksaan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya mengidentifikasi faktor risiko kejadian diare.

Allin menjelaskan, peningkatan kewaspadaan juga dilakukan karena diare termasuk penyakit dengan tingkat risiko tinggi pada Oktober berdasarkan Kalender Hazard Kota Tangerang Selatan Tahun 2026.

“Berdasarkan Kalender Hazard Kota Tangerang Selatan Tahun 2026, penyakit diare termasuk salah satu penyakit dengan tingkat risiko tinggi pada bulan Oktober. Kondisi ini menjadi perhatian Dinas Kesehatan untuk meningkatkan kewaspadaan dini, pemantauan kasus, serta upaya pencegahan dan pengendalian penyakit diare di masyarakat,” paparnya.

Untuk mencegah bertambahnya kasus, Dinkes mengimbau masyarakat menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

“Menjaga kebersihan makanan dan minuman, menggunakan air minum yang aman, serta rutin mencuci tangan menggunakan sabun,” katanya.

Selain itu, Allin mengingatkan pentingnya imunisasi Rotavirus bagi bayi sesuai jadwal imunisasi yang dimulai pada usia dua bulan. Imunisasi tersebut bertujuan memberikan perlindungan terhadap diare berat akibat infeksi Rotavirus.

“Masyarakat juga diimbau untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami gejala diare, terutama pada balita, lansia, dan kelompok rentan, guna mencegah dehidrasi dan komplikasi yang lebih serius,” lanjutnya.

Allin menegaskan, pemantauan kasus dan pengawasan kualitas air bersih akan terus dilakukan untuk memastikan penanganan berjalan optimal.

“Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan terus meningkatkan kewaspadaan, melakukan pemantauan perkembangan kasus, pengawasan kualitas air bersih, serta memastikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang terdampak berjalan secara optimal guna mencegah bertambahnya kasus dan mempercepat pemulihan kesehatan warga,” tandasnya.

Laporan: fan

Dinas Kesehatan Tangsel Dinkes Tangsel Perumahan Serpong Lagoon TintaOtentik TintaOtentik.Co Warga Serpong Lagoon Warga Serpong Lagoon kena diare Warga Serpong Lagoon muntah dan kena diare
Share. Facebook Twitter WhatsApp Email Copy Link
Previous ArticleMasa Jabatan DPRD 2024-2029 Digugat ke MK, Didorong Diperpanjang Sampai 2031
tintaotentik.co
  • Website

Related Posts

Masa Jabatan DPRD 2024-2029 Digugat ke MK, Didorong Diperpanjang Sampai 2031

13 October 2026

OTT di BNPB, KPK: Pihak yang Diamankan Berstatus Terperiksa

13 October 2026

Tersebar 54 Kelurahan, Pilar Saga Pastikan Pelayanan Posbakum Tangsel Gratis

13 October 2026

Evaluasi Raperda 2026 dan Proyeksi 2027: Bapemperda Tangsel Ungkap Tiga Usulan Pemkot Ditarik

13 October 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Social Media
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Baca Juga
Ekonomi

145 Anak Hingga Orang Dewasa Perumahan Serpong Lagoon Alami Muntah dan Diare

By tintaotentik.co13 October 20260

TintaOtentik.Co – Sebanyak 145 anak-anak dan orang dewasa mengalami muntah dan diare di Perumahan Serpong…

Masa Jabatan DPRD 2024-2029 Digugat ke MK, Didorong Diperpanjang Sampai 2031

13 October 2026

OTT di BNPB, KPK: Pihak yang Diamankan Berstatus Terperiksa

13 October 2026

Tersebar 54 Kelurahan, Pilar Saga Pastikan Pelayanan Posbakum Tangsel Gratis

13 October 2026
logo-tintaotentik
Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • KONTAK KAMI

Copyright @ 2024 Tintaotentik. All right reserved

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.