Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
logo-tintaotentik
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • NASIONAL

    Presiden Tekankan Pemda Harus Belanja Prodak Dalam Negeri

    10 April 2026 No Comments

    Purbaya Berencana Pungut Pajak 0,5 Persen ke Platform Digital

    10 April 2026 No Comments

    KNPI Tangsel Sambangi Pemkot Serahkan Usulan Strategis

    9 April 2026 No Comments

    Sambut Musrenbang dan Gedung Pemuda, DPRD Tangsel: Silakan Matangkan, Kita Akan Support

    9 April 2026 No Comments

    Infrastruktur Modern dan PSEL Jadi Pembahasan Utama RKPD 2027 Kota Tangsel

    9 April 2026 No Comments
  • SEMUA
    • Artis Dan Entertainment
    • Ekonomi
    • Hiburan
    • Hukum
    • Nasional
    • Olahraga
    • Opini
    • Politik
    • Regional
    • Sosial Budaya
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • SEMUA
    • ARTIS DAN ENTERTAINMENT
    • EKONOMI
    • HIBURAN
    • HUKUM
    • NASIONAL
    • OLAHRAGA
    • REGIONAL
    • POLITIK
    • OPINI
    • SOSIAL BUDAYA
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • Artis Dan Entertainment
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Hukum
  • Interior
  • Internasional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Regional
  • Sosial Budaya
Beranda » Internasional

90 Persen Sawit Dipasok Indonesia, Rusia Tawarkan Kerja Sama Aplikasi Non Energi Teknologi Nuklir

0
By Irfan Kurniawan on 19 April 2025 Internasional, Politik



TintaOtentik.Co – Wakil Menteri Industri dan Perdagangan Rusia Alexey Gruzdev mengatakan bahwa Rusia siap meningkatkan kerja sama bilateral dengan Indonesia.

Pernyataannya tersebut disampaikan dalam Forum Bisnis Rusia-Indonesia 2025 yang digelar di Jakarta pada Senin (14/4).

“Di banyak sektor, kita telah mencapai banyak pencapaian penting dalam beberapa tahun terakhir dan kami siap menjadikan semua ini sebagai dasar kerja sama bilateral kita dengan Indonesia,” ujar dia.

Menurut Gruzdev, perdagangan Indonesia-Rusia tidak terlalu beragam. Produk yang dikirim Rusia ke Indonesia adalah komoditas bahan bakar dan energi seperti batu bara dan minyak.

Sedangkan impor Rusia dari Indonesia didominasi produk agroindustri seperti minyak sawit, minyak kelapa, mentega, dan kakao.

“Bagi Rusia, pasokan minyak sawit dari Indonesia merupakan komoditas utama, lebih dari 90 persen minyak sawit yang dipasok ke Rusia berasal dari Indonesia. Jadi, dapat dikatakan bahwa ini merupakan vektor strategis kerja sama kita,” ungkap Gruzdev.

Dia menambahkan bahwa Rusia menunjukkan minat serius untuk memasok produk farmasi ke pasar Indonesia dan menjajaki potensi kerja sama jika ada prasyarat ekonomi dan pasar yang cukup.

“Kita bisa berbicara tentang obat-obatan untuk onkologi, autoimun, penyakit langka, seluruh kelompok insulin, dan berbagai macam vaksin,” kata pejabat Rusia itu.

Gruzdev juga menyebutkan adanya peluang kerja sama di sektor pariwisata dan pembuatan kapal penumpang.

Ia juga menyinggung soal pengembangan energi nuklir dengan mengatakan bahwa Rusia adalah salah satu pemimpin dalam industri tersebut.

Dia menambahkan bahwa Rusia mengetahui bahwa Indonesia telah mengadopsi rencana untuk mengembangkan energi nuklir.

Menurut Gruzdev, Rusia bisa menawarkan pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir dan aplikasi non-energi dari teknologi nuklir kepada Indonesia.

“Ini adalah pengobatan nuklir, penyediaan radioisotop, teknologi untuk pengolahan tanaman, meningkatkan masa simpan produk pertanian. Industri nuklir kami dapat menawarkan semua ini,” kata dia.

Rusia juga sedang membahas opsi untuk membangun dan mengembangkan jaringan koresponden dan membangun rute pengiriman kargo baru, kata Gruzdev.

“Perusahaan logistik Rusia menunjukkan minat untuk meluncurkan jalur baru, termasuk pengembangan kontainer infrastruktur pelabuhan,” katanya.

Selain itu, Rusia memiliki perkembangan yang sangat baik dalam teknologi informasi dan digital seperti perangkat lunak industri, solusi digital untuk sistem navigasi, kartografi, dan pencarian independen di internet.

“Kami dengan senang hati menawarkan semua ini ke pasar Indonesia,” kata dia.

Laporan: Tim

energi nuklir indonesia Kerja Sama Indonesia-Rusia Minyak Sawit Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Rusia Sawit Indonesia Tenaga Nuklir TintaOtentik.Co
Share. Facebook Twitter WhatsApp Email Copy Link
Previous ArticleRusia Mampu Berikan Internet Cepat dengan Harga Murah, Indonesia Bidik Kerja Sama Teknologi Komunikasi
Next Article Komitmen Menteri Pertanian Bersih-bersih Mafia Pangan: Kami Kirim ke Nerakanya Dunia!
Irfan Kurniawan

Related Posts

Presiden Tekankan Pemda Harus Belanja Prodak Dalam Negeri

10 April 2026

Purbaya Berencana Pungut Pajak 0,5 Persen ke Platform Digital

10 April 2026

Sambut Musrenbang dan Gedung Pemuda, DPRD Tangsel: Silakan Matangkan, Kita Akan Support

9 April 2026

Infrastruktur Modern dan PSEL Jadi Pembahasan Utama RKPD 2027 Kota Tangsel

9 April 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Social Media
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Baca Juga
Ekonomi

Presiden Tekankan Pemda Harus Belanja Prodak Dalam Negeri

By tintaotentik.co10 April 20260

TintaOtentik.Co – Presiden Prabowo Subianto memuji pemerintah daerah yang sudah membeli produk dalam negeri. Dia…

Purbaya Berencana Pungut Pajak 0,5 Persen ke Platform Digital

10 April 2026

KNPI Tangsel Sambangi Pemkot Serahkan Usulan Strategis

9 April 2026

Sambut Musrenbang dan Gedung Pemuda, DPRD Tangsel: Silakan Matangkan, Kita Akan Support

9 April 2026
logo-tintaotentik
Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • KONTAK KAMI

Copyright @ 2024 Tintaotentik. All right reserved

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.