Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
logo-tintaotentik
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • NASIONAL

    Pengelola Serpong Lagoon Beri Klarifikasi Soal Air Bersih dan Akan Dikelola Perseroda PITS

    24 October 2026 No Comments

    Perpindahan Konsumen BBM Nonsubsidi ke Subsidi Tinggi, Kuota Pertalite Bakal Ditambah

    24 October 2026 No Comments

    Temuan BPK, BGN Kembalikan Uang Rp160 Miliar ke Kas Negara

    24 October 2026 No Comments

    Kejari Tangsel Awasi Ketat Proyek Keranggan, Kantor Camat, hingga Villa Melati Mas

    23 October 2026 No Comments

    Abaikan Manfaat untuk Masyarakat, Bupati Gunung Mas Tegas Hentikan PT PMM Sawit

    23 October 2026 No Comments
  • SEMUA
    • Artis Dan Entertainment
    • Ekonomi
    • Hiburan
    • Hukum
    • Nasional
    • Olahraga
    • Opini
    • Politik
    • Regional
    • Sosial Budaya
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • SEMUA
    • ARTIS DAN ENTERTAINMENT
    • EKONOMI
    • HIBURAN
    • HUKUM
    • NASIONAL
    • OLAHRAGA
    • REGIONAL
    • POLITIK
    • OPINI
    • SOSIAL BUDAYA
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • Artis Dan Entertainment
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Hukum
  • Interior
  • Internasional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Regional
  • Sosial Budaya
Home»Ekonomi»SKAB Tolak Narasi “Gerakan 98 Jilid 2”, Ajak Pemuda Kawal Perubahan Secara Konstitusional
Wakil Ketua Umum Organisasi SKAB - Hendra Surya Senjaya (FOTO: Dok/Istimewa)

SKAB Tolak Narasi “Gerakan 98 Jilid 2”, Ajak Pemuda Kawal Perubahan Secara Konstitusional

0
By Irfan Kurniawan on 8 June 2026 Ekonomi, Nasional, Politik

TintaOtentik.co – Organisasi kepemudaan Suara Kreasi Anak Bangsa (SKAB) secara tegas menyatakan penolakannya terhadap segala bentuk narasi maupun ajakan yang mengarah pada pembentukan “Gerakan 98 Jilid 2”.

SKAB menilai gerakan tersebut sudah tidak relevan dengan tantangan zaman dan justru menyimpan potensi besar memicu polarisasi serta instabilitas sosial di tanah air.

Wakil Ketua SKAB, Hendra Sanjaya, S.Kom., menjelaskan bahwa sistem demokrasi di Indonesia saat ini telah matang dan menyediakan berbagai ruang konstitusional resmi.

Wadah tersebut dapat digunakan masyarakat untuk melayangkan kritik, menyalurkan aspirasi, maupun melakukan koreksi terhadap kinerja pemerintah tanpa harus memantik konflik sosial atau ketidakpastian nasional.

“Kami menghormati kebebasan berpendapat dan hak masyarakat untuk mengkritik pemerintah. Namun kami menolak setiap narasi yang mengajak masyarakat untuk mengulang situasi politik seperti tahun 1998. Indonesia membutuhkan solusi dan gagasan, bukan eskalasi konflik,” tegas Hendra.

Hendra mengingatkan agar esensi reformasi tidak dipandang secara sempit. Menurutnya, peristiwa sejarah tersebut merupakan sebuah pelajaran mahal yang harus ditebus dengan penderitaan rakyat pada masanya.

“Reformasi tidak boleh dipahami secara sempit hanya sebagai momentum pergantian kekuasaan, tetapi juga sebagai pelajaran mahal yang dibayar dengan penderitaan rakyat. Generasi muda tidak boleh terjebak pada romantisme politik yang menjadikan kerusuhan, konflik sosial, atau instabilitas sebagai instrumen perubahan. Indonesia membutuhkan perbaikan, bukan kehancuran dan Indonesia membutuhkan solusi, bukan provokasi,” urai Hendra panjang lebar.

Menurut pandangan SKAB, fokus utama bangsa hari ini seharusnya diarahkan pada pemulihan dan penguatan sektor ekonomi, pembukaan lapangan kerja baru, peningkatan mutu pendidikan, pemberantasan korupsi, hingga pembenahan tata kelola pemerintahan.

Hendra menilai, energi serta kreativitas generasi muda nasional mestinya dipusatkan untuk mengawal setiap kebijakan publik, meningkatkan daya saing global, serta melahirkan inovasi yang berdampak nyata bagi masyarakat luas.

“Kritik kepada pemerintah harus tetap disampaikan secara tegas dan objektif. Namun kritik tersebut harus berada dalam koridor demokrasi dan konstitusi, bukan melalui ajakan yang dapat menimbulkan kegaduhan politik maupun ketidakstabilan nasional,” lanjutnya.

Dalam kesempatan tersebut, Hendra juga merangkul seluruh elemen organisasi kepemudaan, kelompok mahasiswa, serta masyarakat sipil untuk tetap merawat persatuan dengan mengedepankan ruang dialog yang konstruktif.

“Perubahan tidak selalu lahir dari kemarahan. Perubahan yang berkelanjutan lahir dari gagasan, kerja keras, dan partisipasi aktif masyarakat dalam mengawal pembangunan bangsa,” kata Hendra.

Sebagai representasi kelompok muda, SKAB menyatakan komitmennya untuk terus menyuburkan budaya kritik yang sehat dan bertanggung jawab demi kemajuan serta kesejahteraan masyarakat.

Kondisi Indonesia Hari Ini Jauh Berbeda dengan Era 1998

Lebih lanjut, Hendra membedah perbedaan fundamental antara kondisi Indonesia saat ini dengan situasi kelam pada tahun 1998 silam.

Kala itu, Indonesia dihantam oleh krisis multidimensi yang akut secara bersamaan, mulai dari runtuhnya sektor ekonomi, kemacetan politik, krisis kepercayaan publik terhadap lembaga negara, hingga kerawanan keamanan yang masif.

Sebaliknya, meski saat ini Indonesia masih dihadapkan pada berbagai tantangan ekonomi global, struktur negara dinilai jauh lebih tangguh karena memiliki instrumen fiskal, moneter, serta kelembagaan yang jauh lebih matang ketimbang era pra-Reformasi.

Hendra pun menyayangkan sikap sebagian kelompok yang sengaja memanfaatkan isu pelemahan ekonomi global saat ini sebagai alat justifikasi politik.

Manuver tersebut diduga sengaja dilakukan demi membangun narasi pergantian kekuasaan di luar koridor mekanisme demokrasi yang telah disepakati bersama.

Demokrasi Indonesia generasi muda Gerakan 98 Jilid 2 Hendra Surya Sanjaya Konstitusi Krisis 98 Krisis Ekonomi Krisis Moneter 98 Kritik Pemerintah Organisasi Kepemudaan Organisasi SKAB Persatuan Bangsa Prabowo Subianto rupiah melemah SKAB TintaOtentik
Share. Facebook Twitter WhatsApp Email Copy Link
Previous Article50 Tahun Berkarya, IKPP Tangerang Kembali Resmikan PLTS di TPST 3R Batan Indah
Next Article Cium Aroma Kartel, Satgas Pangan Polri Selidiki Penyebab Anjloknya Harga Sawit
Irfan Kurniawan

Related Posts

Pengelola Serpong Lagoon Beri Klarifikasi Soal Air Bersih dan Akan Dikelola Perseroda PITS

24 October 2026

Perpindahan Konsumen BBM Nonsubsidi ke Subsidi Tinggi, Kuota Pertalite Bakal Ditambah

24 October 2026

Temuan BPK, BGN Kembalikan Uang Rp160 Miliar ke Kas Negara

24 October 2026

Kejari Tangsel Awasi Ketat Proyek Keranggan, Kantor Camat, hingga Villa Melati Mas

23 October 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Social Media
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Baca Juga
Ekonomi

Pengelola Serpong Lagoon Beri Klarifikasi Soal Air Bersih dan Akan Dikelola Perseroda PITS

By Sulis24 October 20260

TintaOtentik.co – PT Cahaya Subur Lestari selaku pengembang perumahan Serpong Lagoon memberikan klarifikasi resmi menanggapi…

Perpindahan Konsumen BBM Nonsubsidi ke Subsidi Tinggi, Kuota Pertalite Bakal Ditambah

24 October 2026

Temuan BPK, BGN Kembalikan Uang Rp160 Miliar ke Kas Negara

24 October 2026

Kejari Tangsel Awasi Ketat Proyek Keranggan, Kantor Camat, hingga Villa Melati Mas

23 October 2026
logo-tintaotentik
Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • KONTAK KAMI

Copyright @ 2024 Tintaotentik. All right reserved

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.