TintaOtentik.Co – Pemerintah menegaskan komitmennya untuk merealisasikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) secara menyeluruh pada Maret 2026. Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menuturkan bahwa target penerima manfaat sebanyak 82,9 juta orang merupakan angka yang tidak dapat ditawar.
Zulhas pun optimistis pelaksanaan program nasional ini akan berjalan maksimal dalam waktu dekat, kemungkinan terealisasi di awal tahun 2026.
“Awal tahun, paling lambat bulan Maret, insya Allah ini sudah mulai terlihat sempurna dan 82,9 juta tidak boleh tawar-menawar, akan semua terlaksana,” ujar Zulhas di kantor Kemenko Pangan, Jakarta Pusat, Selasa (28/10/2025).
Menurut Zulhas, keberhasilan program MBG akan memberi dampak luas bagi masyarakat, khususnya dalam pemenuhan gizi anak-anak di seluruh Indonesia. Ia menggambarkan skala besar program ini yang dapat menggerakkan sektor pangan nasional.
“Bayangkan kalau 82,9 juta penerima manfaat, kita perlu telur satu hari satu, maka kita perlu telur 82,9 juta. Perlu potongan ayam 82,9 juta. Kalau ikan, perlu potongan ikan 82,9 juta. Belum sayur, belum buah, belum beras. Jadi ini akan memberikan dampak yang besar,” ucapnya.
Untuk memastikan target tersebut berjalan sesuai rencana, Zulhas mengungkapkan bahwa pemerintah akan membentuk tim pelaksana harian yang mulai bekerja dalam waktu dekat. Tim ini akan bertugas memantau dan mengevaluasi implementasi program MBG setiap hari.
“Jadi di sini tiap hari nanti akan memonitor pelaksanaan MBG ini, kalau belum mencapai 82,9 juta, kenapa? Kalau ada masalah di mana? Kami akan terus melakukan evaluasi,” jelasnya.
Lebih lanjut, Zulhas menekankan pentingnya penyempurnaan tata kelola dan sistem pengawasan program MBG agar berjalan transparan dan tepat sasaran. Ia menyebut penyempurnaan ini juga harus didukung oleh regulasi yang kuat dan berkelanjutan.
“Karena itu, kami terus-menerus menyempurnakannya, baik tata kelolanya, baik dalam penyelenggaraan, pengawasan, dan seterusnya, yang didukung oleh regulasi yang tepat, kuat, dan baik,” tukasnya.
Laporan: Tim
