TintaOtentik.Co – Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan, menyatakan dari kunjungannya saat meninjau proyek
pekerjaan penanganan longsor dan banjir di dua lokasi rawan, yakni Serpong Green Park (SGP) dan Villa Dago Tol, Kelurahan Serua, Kecamatan Ciputat, belum terfikir berinvestasi politik menjelang pemilu 2029.
“Ya, pada hari ini saya meninjau secara langsung pekerjaan penanganan longsor dan banjir di beberapa titik yaitu Serpong Green Park dan juga Villa Dago Tol di Kelurahan Serua, Kecamatan Ciputat,” ujar Pilar, Selasa, (16/12/2025).
Dalam peninjauan tersebut, Pilar melihat langsung pemasangan bronjong yang berfungsi sebagai turap dinding penahan tanah untuk mencegah longsor. Ia menyebutkan bahwa Pemerintah Kota Tangsel telah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) karena kondisi di lapangan dinilai sangat mendesak.
“Saya melihat ada pengerjaan terkait pemasangan bronjong sebagai turap dinding penahan tanah agar tidak terjadinya longsor. Kita sudah berkoordinasi dengan BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai). Kita diizinkan untuk pemasangan bronjong karena ini memang sangat urgen sekali. Ada beberapa titik yang memang terjadi longsoran dan juga patahan, ada beberapa jalan juga yang mengalami keretakan. Saya khawatir pada saat terjadinya hujan besar terjadi longsor dan menimbulkan kecelakaan untuk warga,” ungkap Pilar.
Pilar mengatakan bahwa penanganan di kedua lokasi tersebut merupakan kelanjutan dari program yang telah berjalan sejak tahun 2024.
“Tapi alhamdulillah penanganan terus kita lakukan dari sejak 2024 kemarin. Ini kelanjutannya untuk di SGP dan juga di Villa Dago Tol, plus pengerjaan turap. Di sini juga kita pemasangan turap supaya pengaman juga warga ke sungai, dan juga dari sungai takut ada limpasan air. Dinding ini bertugas untuk menahan limpasan air yang ada dari sungai apabila terjadi hujan yang cukup lebat,” terang Pilar.
Selain turap dan bronjong, Pemkot Tangsel juga membangun sistem pengendalian banjir berupa ground tank dan pompa di kawasan Serpong Green Park untuk menjadi penampungan sementara air yang ada di lingkungan supaya masuk semua ke situ, lalu nanti kita pasang pompa satu.
“Jadi pada saat hujan besar airnya naik, nanti kalau tidak ditutup oleh pintu air kita juga memasang pintu air nanti takutnya masuk ke rumah warga. Makanya yang dari warga ini airnya kita kumpulkan dulu di satu ground tank lalu nanti pada saat sudah reda, air juga sudah surut di sungai, baru kita pompa. Nah ini yang memang biasa kita lakukan di beberapa kondisi permukiman yang di dataran rendah dan permukaan sungai lebih tinggi daripada permukaan itu. Jadi kita pasang long storage, ground tank, dan juga ada pompanya,” paparnya.
Terkait kondisi banjir dan longsor di wilayah tersebut, Pilar menyebut dirinya sudah beberapa kali menerima aspirasi warga sejak beberapa tahun lalu.
“Saya kan berkunjung ke sini sudah berkali-kali ya. Terus juga di 2023 saya masih ingat pada saat saya kunjungan di Villa Dago Tol itu warga meminta langsung karena melihat kondisi ada longsor dan retakan jalan, dan juga tempat pertanian terpadu warga juga ada longsoran. Jadi pada saat melihat langsung ya kita mengajukan langsung ke Dinas Bina Marga untuk segera pengecekan dan ternyata memang dibutuhkan penanganan segera. Dan juga ada beberapa juga penanganan dari Provinsi Banten di tahun lalu. Jadi ini bareng-bareng semuanya kita lakukan sesuai dengan tupoksi masing-masing. Alhamdulillah untuk titik krusial sudah bisa diatasi,” lanjutnya.
Pilar berharap proyek ini dapat memberikan rasa aman bagi warga, terutama saat musim hujan ekstrem.
“Saya harap di 2026 apabila ternyata ada cuaca ekstrem seperti hujan lebat dan lain sebagainya, ini sudah bisa kita lihat sangat bermanfaat untuk warga. Jadi warga tidak resah, tidak harus khawatir pada saat musim hujan besar terkait longsor maupun terkait banjir yang masuk ke wilayah permukiman,” harap Pilar.
Pilar menegaskan bahwa proyek pembangunan turap di Villa Dago Tol dan Serpong Green Park mulai dikerjakan pada tahun 2025.
“Ini 2025 ini. Di Villa Dago Tol juga sama. Jadi ada mulai dari 2025 ada pembangunan, tahun ini yang sekarang lagi dikerjakan sama tim penyedia itu khusus untuk 2025 ini, di anggaran murni dan juga perubahan,” tutur Pilar.
Untuk target penyelesaian, ia menyebutkan progres pekerjaan telah mencapai sekitar 90 persen dan ditargetkan rampung pada akhir Desember 2025.

“Desember ini mudah-mudahan selesai. Ini sudah berapa persen ya
Pak Robby? selaku Kepala Dinas SDABMBK Kota Tangsel, Sudah 90 persen. Ya mudah-mudahan di akhir Desember ini semuanya sudah rampung. Tinggal pengecoran-pengecoran ini kita lihat pemasangan bekisting. Kalau penulangan sudah selesai semua tinggal pengecoran. Pengecoran kan ini menggunakan fast track, 7 hari biasanya cepat untuk keringnya,” sebutnya.
Adapun spesifikasi teknis turap yang dibangun memiliki tinggi rata-rata dua meter, sementara bronjong mencapai kedalaman hingga enam meter ke pondasi.
“Tingginya 2 meter rata-rata. Kalau bronjong tadi sampai 4–6 meter sampai ke pondasi. Panjangnya ratusan meter, ada 4 part gitu jadi tidak satu hamparan karena kita lihat yang paling krusial, apalagi di belokan-belokan ini kan rawan pengikisan. Itu yang kita prioritaskan,” tambahnya.
Sementara untuk ground tank, kapasitas tampungannya mencapai 16 meter kubik air.
“Menampung 16 kubik air. Jadi ground tank itu hanya untuk dari lingkungan saja, air buangan dari lingkungan,” ujarnya.
Tinjau Proyek Penanganan Banjir Bertemu Warga, Bukan Investasi Politik
Pilar menambahkan dari sidak di 2 titik lokasi ini Vila Dago Tol dan Serpong Green Park, ia katakan bukan bagian dari investasi politik kedepan.
“Sekalipun bertemu warga saat meninjau proyek, saya ngga kepikiran kesana, saya harus kerja, ini janji politik saya dengan Pak Wali Kota ini harus selesai,” ucap Pilar.
“Jadi yang saya fikirkan hanya sampai situ saja yang penting warga masyarakat keresahan mereka, kebutuhan mereka, bisa kita tangani segera yah, salah satunya masalah banjir dan longsor, jadi yang lain belum kepikiran apa-apa,” pungkas Pilar.
Laporan: iwanpose
