Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
logo-tintaotentik
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • NASIONAL

    KAI Siap Adopsi Solar Campur Sawit 50%, Dorong Kereta Api Rendah Emisi

    14 April 2026 No Comments

    Warga Serpong Terrace Datangi DPRD, Julham Firdaus Soroti Drainase dan Tata Kelola Lingkungan

    14 April 2026 No Comments

    Kemhan Nyatakan Soal AS Minta Akses Lintasi Ruang Udara RI Belum Miliki Kekuatan Hukum

    13 April 2026 No Comments

    Digarap OASA-BIPI, PSEL Tangsel Diharapkan Bisa Hasilkan Listrik 23,5 MW

    13 April 2026 No Comments

    Prabowo ke Rusia, Pastikan Pasokan Energi Nasional hingga Lirik Teknologi Nuklir

    13 April 2026 No Comments
  • SEMUA
    • Artis Dan Entertainment
    • Ekonomi
    • Hiburan
    • Hukum
    • Nasional
    • Olahraga
    • Opini
    • Politik
    • Regional
    • Sosial Budaya
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • SEMUA
    • ARTIS DAN ENTERTAINMENT
    • EKONOMI
    • HIBURAN
    • HUKUM
    • NASIONAL
    • OLAHRAGA
    • REGIONAL
    • POLITIK
    • OPINI
    • SOSIAL BUDAYA
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • Artis Dan Entertainment
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Hukum
  • Interior
  • Internasional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Regional
  • Sosial Budaya
Beranda » Internasional

Kasus Peretasan BI-Fast Disorot, Diduga Uang Miliaran Masuk ke Aset Kripto di Pasar Internasional

0
By Sulis on 18 December 2025 Internasional, Nasional, Politik

TintaOtentik.Co – Kasus peretasan BI-Fast kembali menjadi sorotan setelah terungkap bahwa dana hasil kejahatan yang dilakukan melalui aktivitas transfer ilegal di sejumlah bank pembangunan daerah (BPD) dengan total kerugian Rp200 miliar diduga dialihkan ke aset kripto di pasar internasional.

Temuan tersebut menegaskan tantangan besar bagi otoritas keuangan dalam melacak aliran dana ketika kejahatan finansial telah masuk ke jaringan kripto global.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menyampaikan bahwa kasus pembobolan BI-Fast tergolong kompleks dan tidak mudah ditangani.

Ia menjelaskan bahwa kejahatan ini tidak dilakukan oleh pelaku tunggal, melainkan melibatkan jaringan kriminal yang terorganisasi. Aksi tersebut dijalankan secara sistematis dan terukur, sehingga menyulitkan proses penelusuran dan penindakan.

“Persoalan scam dan serangan siber saat ini memang menjadi tantangan besar dan tidak mudah diatasi,” ujar Dian di Jakarta pada Senin (15/12/2025), dilansir dari Kompas.com.

OJK menduga dana hasil pembobolan BI-Fast tersebut langsung dialihkan ke aset kripto di pasar internasional. Langkah ini dinilai sebagai upaya pelaku untuk menghilangkan jejak transaksi sekaligus menghindari pemblokiran oleh otoritas keuangan.

Dian menjelaskan bahwa setelah dana dikonversi ke aset kripto dan masuk ke jaringan kripto global, ruang gerak regulator menjadi sangat terbatas. Karakter transaksi kripto yang lintas negara dan tidak terikat pada satu yurisdiksi tertentu membuat proses pelacakan dan pemulihan dana menjadi jauh lebih sulit.

“Yang paling kami khawatirkan adalah dana tersebut tidak bisa diblokir lebih cepat karena sudah dialihkan ke kripto internasional,” kata Dian.

Dalam kondisi tersebut, OJK tidak lagi memiliki kendali langsung untuk menghentikan aliran dana, sehingga peluang pengembalian dana ke sistem keuangan domestik semakin kecil.

Untuk menangani kasus ini, OJK terus berkoordinasi dengan Bank Indonesia dan aparat penegak hukum. Selain itu, OJK juga mendorong lembaga internasional agar kejahatan keuangan serupa dipandang sebagai isu global.

Menurut Dian, maraknya kejahatan siber dan penipuan di era mata uang digital tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di berbagai negara lain. Oleh karena itu, penanganannya membutuhkan kerja sama lintas negara dan lintas yurisdiksi.

Sejalan dengan OJK, Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso menyatakan bahwa kasus tersebut saat ini tengah ditangani oleh pihak berwajib. Bank Indonesia terus memantau perkembangan penanganan kasus serta melakukan koordinasi intensif dengan OJK dan aparat hukum.

“BI terus berkoordinasi dengan OJK dan penegak hukum untuk memastikan proses pemulihan dan penguatan keamanan berjalan konsisten,” ujar Denny.

Ia juga menegaskan bahwa BI bersama industri sistem pembayaran terus memperkuat keamanan dan keandalan sistem pembayaran nasional, sekaligus menjaga keberlanjutan transformasi digital di sektor keuangan.

Peningkatan Adopsi Kripto Hadirkan Tantangan Baru

Peningkatan adopsi aset kripto yang berkembang pesat turut membuka celah baru bagi pelaku kejahatan untuk memanfaatkan aset digital dalam berbagai tindak pidana. Fenomena ini telah menjadi perhatian regulator dalam beberapa tahun terakhir.

Pada September 2024, Wakil Jaksa Agung Feri Wibisono menyatakan bahwa aset kripto semakin sering digunakan dalam berbagai modus kejahatan, terutama tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Menurutnya, aset kripto kerap dimanfaatkan untuk menyamarkan hasil kejahatan melalui sistem enkripsi blockchain yang sulit diakses pihak luar. Proses konversi dari rupiah ke aset kripto juga memperumit penelusuran aliran dana.

Untuk memperkuat pengawasan, Kejaksaan Agung menjalin kerja sama dengan Bappebti dan OJK dalam menyusun standar serta petunjuk teknis penanganan perkara yang melibatkan barang bukti aset kripto.

Sebelumnya, mantan Presiden RI Joko Widodo juga menyinggung adanya indikasi praktik pencucian uang dengan nilai mencapai ratusan triliun rupiah. Ia menegaskan bahwa penanganan TPPU harus dilakukan secara komprehensif, seiring munculnya berbagai modus baru yang memanfaatkan aset digital.

Laporan: Tim

Aset Kripto Bank Pembangunan Daerah BPD Diduga Uang Miliaran Masuk ke Aset Kripto di Pasar Internasional Kasus peretasan BI-Fast Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae Kripto OJK Pasar Internasional Pengawasan OJK Peningkatan Adopsi Kripto Hadirkan Tantangan Baru Peretasan BI-Fast Peretasan BI-Fast Rp200 Miliar Diduga Mengalir ke Aset Kripto TintaOtentik TintaOtentik.Co
Share. Facebook Twitter WhatsApp Email Copy Link
Previous ArticleTinjau Proyek Turap Serpong Green Park Bertemu Warga, Wawalkot Tangsel: lni Bukan Investasi Politik Yah
Next Article Kata Utusan Presiden Sistem Pajak dan Bea Cukai Bobrok, Menkeu Akui Ada Potensi Kebocoran
Sulis

Related Posts

KAI Siap Adopsi Solar Campur Sawit 50%, Dorong Kereta Api Rendah Emisi

14 April 2026

Warga Serpong Terrace Datangi DPRD, Julham Firdaus Soroti Drainase dan Tata Kelola Lingkungan

14 April 2026

Kemhan Nyatakan Soal AS Minta Akses Lintasi Ruang Udara RI Belum Miliki Kekuatan Hukum

13 April 2026

Digarap OASA-BIPI, PSEL Tangsel Diharapkan Bisa Hasilkan Listrik 23,5 MW

13 April 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Social Media
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Baca Juga
Ekonomi

KAI Siap Adopsi Solar Campur Sawit 50%, Dorong Kereta Api Rendah Emisi

By tintaotentik.co14 April 20260

TintaOtentik.Co – Sektor transportasi perkeretaapian bersiap menembus ambang baru dalam penggunaan energi bersih. Pemerintah menjadwalkan…

 

Warga Serpong Terrace Datangi DPRD, Julham Firdaus Soroti Drainase dan Tata Kelola Lingkungan

14 April 2026

Kemhan Nyatakan Soal AS Minta Akses Lintasi Ruang Udara RI Belum Miliki Kekuatan Hukum

13 April 2026

Digarap OASA-BIPI, PSEL Tangsel Diharapkan Bisa Hasilkan Listrik 23,5 MW

13 April 2026
logo-tintaotentik
Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • KONTAK KAMI

Copyright @ 2024 Tintaotentik. All right reserved

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.