Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
logo-tintaotentik
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • NASIONAL

    Antisipasi Dampak El Nino, 33 Juta Warga Desil 1-4 Siap Terima Bansos Beras 30 Kg

    12 September 2026 No Comments

    Anti Neoliberal, RUU Reforma Agraria Mengandung Amanat Pasal 33 UUD 1945

    11 September 2026 No Comments

    Harga Ditentukan Appraisal Konsultan, Pembebasan Lahan PSEL Tangsel Bakal Dibicarakan ke Pemilik Tanah

    11 September 2026 No Comments

    Gandeng Salah Satu PT, Karang Taruna Serpong Bangun Kerja Sama Tenaga Kerja ke Luar Negeri

    11 September 2026 No Comments

    Usut Bancakan Proyek, KPK Geledah Dinas PUPR dan PBJ Muara Enim

    11 September 2026 No Comments
  • SEMUA
    • Artis Dan Entertainment
    • Ekonomi
    • Hiburan
    • Hukum
    • Nasional
    • Olahraga
    • Opini
    • Politik
    • Regional
    • Sosial Budaya
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • SEMUA
    • ARTIS DAN ENTERTAINMENT
    • EKONOMI
    • HIBURAN
    • HUKUM
    • NASIONAL
    • OLAHRAGA
    • REGIONAL
    • POLITIK
    • OPINI
    • SOSIAL BUDAYA
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • Artis Dan Entertainment
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Hukum
  • Interior
  • Internasional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Regional
  • Sosial Budaya
Home»Ekonomi»Menepis Isu Resesi, Menkeu Purbaya Pastikan Daya Beli Masyarakat Masih Tangguh
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (FOTO: Dok/Istimewa)

Menepis Isu Resesi, Menkeu Purbaya Pastikan Daya Beli Masyarakat Masih Tangguh

0
By tintaotentik.co on 11 March 2026 Ekonomi, Nasional, Politik

TintaOtentik.Co – Maraknya diskursus ekonomi yang menyelimuti publik mengenai potensi resesi dan melemahnya daya beli, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memilih untuk turun langsung ke lapangan.

Pada Senin (9/3/2026), Purbaya menyambangi pusat tekstil terbesar di Asia Tenggara, Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, untuk memverifikasi kondisi ekonomi yang sebenarnya.

Kunjungan ini merupakan respons Purbaya atas berbagai pandangan para ekonom yang sempat menyebutkan bahwa pasar tradisional sedang lesu dan daya beli masyarakat tengah mengalami kemerosotan.

Mantan Dewan Komisioner LPS ini menegaskan bahwa data yang dipegang pemerintah justru menunjukkan gambaran yang kontradiktif.

“Kan banyak ekonom-ekonom yang bilang kita udah resesi, daya beli udah hancur, pasar tradisional hancur gak ada yang datang. Saya pengen cek karena kalau data-data kita (menunjukkan) ekonomi lagi bagus. Harusnya kan di Tanah Abang segala macam, ada pembelinya. Saya mau cek itu saja, betul atau enggak,” ungkap Purbaya di sela-sela kunjungannya.

Hasil pengamatannya di lapangan cukup memberikan optimisme. Aktivitas transaksi di pasar yang ramai di awal pekan itu meyakinkan Purbaya bahwa perekonomian nasional masih memiliki daya tahan yang solid.

“Artinya, sekeliling kita kan banyak orang yang lagi belanja, artinya daya beli masyarakat sepertinya sedang membaik, dan kita tidak resesi, apalagi dari krisis. Kita jauh dari krisis. Jadi, ekonomi sedang bagus, teman-teman gak usah takut,” tambahnya.

Dalam kunjungannya yang bersifat kasual, Purbaya tampak berinteraksi dengan aktivitas pasar. Ia sempat bertransaksi dengan membeli tiga potong celana seharga Rp300 ribu di salah satu kios.

Di sana, ia berdialog dengan pengunjung perihal kondisi ekonomi terkini. Purbaya, yang baru menjabat selama lima bulan, menyampaikan komitmennya untuk terus mengawal kebijakan fiskal dan ekonomi agar masyarakat di level bawah dapat merasakan dampak kemajuan yang lebih signifikan.

“Makanya bapak dukung saya. Kita akan dorong terus ekonomi. Kita dorong ekonomi biar bawahnya makin maju, makin maju. Saya baru lima bulan, jadi jangan takut. Setahun pasti berbeda,” tuturnya kepada pengunjung toko tersebut.

Selain memantau aktivitas jual beli di toko busana muslim dan batik, Purbaya juga menyerap aspirasi pedagang.

Purbaya juga menemukan pedagang yang melaporkan bahwa pendapatan mereka relatif stabil dibandingkan tahun lalu.

Menariknya, dalam setiap perbincangan dengan para pemilik toko, Purbaya secara konsisten menanyakan asal usul barang.

Temuannya di lapangan menunjukkan bahwa mayoritas produk yang dijajakan di Tanah Abang adalah hasil produksi lokal, sebuah sinyal positif bagi pergerakan roda industri dalam negeri.

Laporan: Tim

menepis isu resesi Menkeu Purbaya Pastikan Daya Beli Masyarakat Masih Tangguh Menkeu Purbaya Resesi Purbaya Resesi Resesi Resesi Indonesia Resesi RI TintaOtentik TintaOtentik.Co
Share. Facebook Twitter WhatsApp Email Copy Link
Previous ArticlePemerintah Pastikan Anggaran Pendidikan 2026 Justru Naik Tak Dipangkas MBG
Next Article Hadapi Gejolak Global, Prabowo Tegaskan Kesiapan Ekonomi dan Pangan Indonesia
tintaotentik.co
  • Website

Related Posts

Antisipasi Dampak El Nino, 33 Juta Warga Desil 1-4 Siap Terima Bansos Beras 30 Kg

12 September 2026

Anti Neoliberal, RUU Reforma Agraria Mengandung Amanat Pasal 33 UUD 1945

11 September 2026

Harga Ditentukan Appraisal Konsultan, Pembebasan Lahan PSEL Tangsel Bakal Dibicarakan ke Pemilik Tanah

11 September 2026

Gandeng Salah Satu PT, Karang Taruna Serpong Bangun Kerja Sama Tenaga Kerja ke Luar Negeri

11 September 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Social Media
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Baca Juga
Ekonomi

Antisipasi Dampak El Nino, 33 Juta Warga Desil 1-4 Siap Terima Bansos Beras 30 Kg

By Sulis12 September 20260

TintaOtentik.co – Pemerintah memperpanjang alokasi bantuan sosial (bansos) pangan beras hingga penutupan tahun 2026 sebagai…

 

Anti Neoliberal, RUU Reforma Agraria Mengandung Amanat Pasal 33 UUD 1945

11 September 2026

Harga Ditentukan Appraisal Konsultan, Pembebasan Lahan PSEL Tangsel Bakal Dibicarakan ke Pemilik Tanah

11 September 2026

Gandeng Salah Satu PT, Karang Taruna Serpong Bangun Kerja Sama Tenaga Kerja ke Luar Negeri

11 September 2026
logo-tintaotentik
Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • KONTAK KAMI

Copyright @ 2024 Tintaotentik. All right reserved

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.