Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
logo-tintaotentik
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • NASIONAL

    Jelang Idul Adha, Pasokan Bahan Pokok di Pasar Serpong Masih Kondisi Aman

    25 May 2026 No Comments

    Hentikan Permainan Mafia Dagang, Mahfud MD: Langkah Pemerintah Alihkan Ekspor Komoditas ke BUMN Tepat!

    25 May 2026 No Comments

    Ketergantungan Dollar Mulai Ambyar, Transaksi Mata Uang Lokal RI Tembus Rp400 Triliun!

    25 May 2026 No Comments

    Luka Kasus Korupsi DLH Belum Terobati, Kini Perpanjangan Sekda Tangsel Diserbu Tuduhan Maladministrasi

    25 May 2026 No Comments

    Tangsel Bangun PSEL Sendiri Tanpa Aglomerasi, Pengamat: Kebijakan Ego Sektoral Boros Anggaran

    25 May 2026 No Comments
  • SEMUA
    • Artis Dan Entertainment
    • Ekonomi
    • Hiburan
    • Hukum
    • Nasional
    • Olahraga
    • Opini
    • Politik
    • Regional
    • Sosial Budaya
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • SEMUA
    • ARTIS DAN ENTERTAINMENT
    • EKONOMI
    • HIBURAN
    • HUKUM
    • NASIONAL
    • OLAHRAGA
    • REGIONAL
    • POLITIK
    • OPINI
    • SOSIAL BUDAYA
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • Artis Dan Entertainment
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Hukum
  • Interior
  • Internasional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Regional
  • Sosial Budaya
Beranda » Nasional
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa (FOTO: Dok/Ist.

Ketergantungan Dollar Mulai Ambyar, Transaksi Mata Uang Lokal RI Tembus Rp400 Triliun!

0
By tintaotentik.co on 25 May 2026 Nasional, Ekonomi, Gaya Hidup, Politik

Tintaotentik.co – Strategi Indonesia untuk melepaskan diri dari hegemoni dollar Amerika Serikat (AS) dalam kancah perdagangan internasional menunjukkan progres yang signifikan.

Bank Indonesia (BI) melaporkan, sepanjang periode Januari hingga April 2026, nilai transaksi menggunakan skema Local Currency Transaction (LCT) sukses menyentuh angka 22,61 miliar dollar AS, atau setara dengan Rp400,19 triliun (mengacu pada asumsi kurs Rp17.700 per dollar AS).

Capaian fantastis ini menandai lonjakan luar biasa hingga 309 persen secara year-on-year (yoy), jika disandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang baru mencatatkan angka 7,33 miliar dollar AS.

Tren positif ini menjadi indikator kuat bahwa adopsi mata uang lokal kian diminati dalam ekosistem perdagangan lintas batas.

Direktur Departemen Pendalaman Pasar Keuangan BI, Ruth A. Cussoy Intama, menyatakan bahwa lompatan masif ini mempertegas komitmen Indonesia dalam membentengi perekonomian domestik dari gejolak ketidakpastian global melalui pengurangan ketergantungan pada dollar AS.

“Ini baru Januari sampai April. Moga-moga terus naik ya, baik volume maupun pelakunya,” ungkap Ruth dalam acara media briefing yang digelar di Makassar.

Dalam peta implementasi kerja sama non-dollar ini, Negeri Tirai Bambu tampil sebagai mitra dagang paling dominan bagi Indonesia. China menyumbang porsi raksasa hingga 89 persen dari keseluruhan total transaksi LCT.

Posisi berikutnya ditempati oleh Jepang dengan kontribusi sebesar 6 persen, diikuti Malaysia yang mengamankan pangsa 3 persen.
Ruth memaparkan, peralihan ke mata uang lokal kini menjadi tren global yang kian diminati.

Banyak negara mulai menyadari bahwa transaksi bilateral langsung jauh lebih efisien, terutama di tengah memanasnya tensi geopolitik perdagangan dunia.

Situasi ini memicu sejumlah negara mitra yang awalnya ragu, kini justru berbalik arah mempercepat realisasi kerja sama LCT dengan Indonesia.

“Dengan pertimbangan tertentu, mereka pasti punya pertimbangan tertentu seperti kita juga. Tetapi akhirnya mereka menyadari, ayo deh kita segerakan,” beber Ruth memetakan dinamika negara mitra.

Meski kampanye dedollarisasi ini berjalan masif, BI menggarisbawahi bahwa langkah ini bukan berarti Indonesia mengisolasi diri dari penggunaan dollar AS.

Mata uang paman sam tersebut diakui masih memegang takhta utama dalam arsitektur keuangan global.

Kendati begitu, bagi negara-negara yang memiliki volume perdagangan langsung secara masif dengan Indonesia, bypass mata uang dinilai jauh lebih menguntungkan ketimbang harus melewati proses konversi ganda ke dollar AS.

“Untuk negara-negara yang memang transaksinya banyak langsung, bisa dengan (mata uang) domestik, kenapa kita harus pakai dollar AS dulu? Karena kalau muter, namanya muter, udah pasti ada middleman, udah pasti nggak efisien,” tegas Ruth memaparkan analogi operasionalnya.

Sebagai catatan, skema LCT merupakan sistem penyelesaian transaksi bilateral yang difasilitasi oleh bank-bank yang ditunjuk secara resmi atau Appointed Cross Currency Dealer (ACCD) oleh masing-masing bank sentral negara yang bekerja sama.

Melalui mekanisme ini, para pelaku usaha baik eksportir maupun importir dapat langsung bertransaksi menggunakan mata uang negara asal tanpa perlu bantuan mata uang perantara.

Hingga saat ini, RI tercatat telah mengaktifkan interkoneksi LCT dengan Malaysia, Thailand, Jepang, China, Korea Selatan, dan Singapura, serta tengah bersiap memperlebar sayap kerja sama ke India dan Arab Saudi.

bank indonesia Berita Bisnis Berita Utama Bisnis Internasional Dedollarisasi Indonesia Efisiensi Perdagangan Ekspor Impor Finansial Global Geopolitik Ekonomi Hubungan Bilateral Hubungan Dagang RI China Ketergantungan Dollar AS Kurs Rupiah Local Currency Transaction Makroekonomi Mitigasi Risiko Global Pasar Keuangan Ruth A Cussoy Intama Transaksi Mata Uang Lokal
Share. Facebook Twitter WhatsApp Email Copy Link
Previous ArticleLuka Kasus Korupsi DLH Belum Terobati, Kini Perpanjangan Sekda Tangsel Diserbu Tuduhan Maladministrasi
Next Article Hentikan Permainan Mafia Dagang, Mahfud MD: Langkah Pemerintah Alihkan Ekspor Komoditas ke BUMN Tepat!
tintaotentik.co
  • Website

Related Posts

Jelang Idul Adha, Pasokan Bahan Pokok di Pasar Serpong Masih Kondisi Aman

25 May 2026

Hentikan Permainan Mafia Dagang, Mahfud MD: Langkah Pemerintah Alihkan Ekspor Komoditas ke BUMN Tepat!

25 May 2026

Luka Kasus Korupsi DLH Belum Terobati, Kini Perpanjangan Sekda Tangsel Diserbu Tuduhan Maladministrasi

25 May 2026

Tangsel Bangun PSEL Sendiri Tanpa Aglomerasi, Pengamat: Kebijakan Ego Sektoral Boros Anggaran

25 May 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Social Media
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Baca Juga
Ekonomi

Jelang Idul Adha, Pasokan Bahan Pokok di Pasar Serpong Masih Kondisi Aman

By tintaotentik.co25 May 20260

TintaOtentik.Co – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Serpong menjelang…

 

 

 

Hentikan Permainan Mafia Dagang, Mahfud MD: Langkah Pemerintah Alihkan Ekspor Komoditas ke BUMN Tepat!

25 May 2026

Ketergantungan Dollar Mulai Ambyar, Transaksi Mata Uang Lokal RI Tembus Rp400 Triliun!

25 May 2026

Luka Kasus Korupsi DLH Belum Terobati, Kini Perpanjangan Sekda Tangsel Diserbu Tuduhan Maladministrasi

25 May 2026
logo-tintaotentik
Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • KONTAK KAMI

Copyright @ 2024 Tintaotentik. All right reserved

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.