Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
logo-tintaotentik
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • NASIONAL

    Hadapi Era AI, Pemkot Tangsel Minta ASN Tetap Perhatikan Regulasi yang Berlaku

    15 June 2026 No Comments

    PSEL Tangsel Dianggarkan Rp40 Miliar Tahap Awal, Target 2028 Beroperasional

    15 June 2026 No Comments

    Indonesia-Jerman Bangun Kerjasama Rantai Pasok Mineral

    15 June 2026 No Comments

    Prabowo Bakal Perbaiki 71 Ribu Sekolah, Serap 1,1 Juta Tenaga Kerja

    15 June 2026 No Comments

    Rupiah Merangkak Naik Rp17.663 per Dolar AS

    15 June 2026 No Comments
  • SEMUA
    • Artis Dan Entertainment
    • Ekonomi
    • Hiburan
    • Hukum
    • Nasional
    • Olahraga
    • Opini
    • Politik
    • Regional
    • Sosial Budaya
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • SEMUA
    • ARTIS DAN ENTERTAINMENT
    • EKONOMI
    • HIBURAN
    • HUKUM
    • NASIONAL
    • OLAHRAGA
    • REGIONAL
    • POLITIK
    • OPINI
    • SOSIAL BUDAYA
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • Artis Dan Entertainment
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Hukum
  • Interior
  • Internasional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Regional
  • Sosial Budaya
Beranda » Nasional
Presiden Prabowo Memanggil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti

Prabowo Bakal Perbaiki 71 Ribu Sekolah, Serap 1,1 Juta Tenaga Kerja

0
By Irfan Kurniawan on 15 June 2026 Nasional, Ekonomi, Gaya Hidup, Sosial Budaya

TintaOtentik.co – Komitmen besar dalam mendongkrak mutu pendidikan nasional terus ditunjukkan oleh jajaran kabinet di bawah komando Presiden Prabowo Subianto.

Sebagai langkah nyata, pihak eksekutif siap menggelontorkan dana fantastis senilai Rp14 triliun yang dialokasikan khusus untuk merenovasi dan merevitalisasi lebih dari 71 ribu bangunan sekolah yang tersebar di berbagai pelosok tanah air sepanjang tahun anggaran 2026.

Formulasi kebijakan strategis ini dimatangkan langsung dalam agenda petinggi negara, di mana Presiden Prabowo Subianto memanggil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, guna melangsungkan pertemuan tertutup di Istana Merdeka, Jakarta, (11/6/2026).

Selain mengulas langkah taktis untuk mempercepat pembenahan infrastruktur sekolah, diskusi tersebut juga menitikberatkan pada cetak biru pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi, yang diproyeksikan menjadi pilar baru dalam transformasi sistem pendidikan di Indonesia.

Sebelum melangkah pada rencana kerja tahun depan, performa serapan program pada periode sebelumnya mencatatkan rapor yang memuaskan.

Mendikdasmen Abdul Mu’ti mengungkapkan bahwa agenda renovasi sekolah pada tahun 2025 telah rampung sepenuhnya hingga menyentuh angka 100 persen, dengan mengakomodasi kebutuhan sarana di 16.167 satuan pendidikan.

Berkaca dari keberhasilan tersebut, pemerintah bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) sepakat melipatgandakan target untuk tahun anggaran 2026. Dana stimulan Rp14 triliun yang telah disetujui awalnya akan menyasar 11.744 sekolah.

Namun, guna memperluas asas keadilan sosial, pemerintah menambah kuota intervensi fisik terhadap 60.000 sekolah tambahan, sehingga akumulasi target melonjak drastis menjadi 71.744 satuan pendidikan.

Proyek masif ini dirancang menyentuh seluruh level lembaga formal, mulai dari jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD/TK), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).

Bukan Hanya Perbaiki Sekolah, Tapi Dapat Menyerap 1,1 Juta Tenaga Kerja

Menariknya, misi ini tidak sekadar memperbaiki ruang kelas yang rusak, melainkan dirancang untuk memberikan efek domino bagi perputaran roda ekonomi di tingkat tapak.

Menggunakan skema swakelola, komite sekolah akan dilibatkan secara langsung sebagai penggerak utama konstruksi fisik di lapangan.

Pola padat karya ini diestimasi mampu menjadi jaring pengaman sosial dengan menyerap jutaan tenaga kerja lokal di daerah.

Mengenai potensi perputaran ekonomi dan serapan lapangan kerja baru tersebut, Abdul Mu’ti membeberkan kalkulasi rincinya.

“Kami memperkirakan akan ada penyerapan tenaga kerja di tingkat daerah, mereka yang mengerjakan revitalisasi ini untuk 71.744 itu sekitar 1,1 juta orang yang akan bisa bekerja dalam rentang waktu antara 3 sampai 8 bulan,” ujar Abdul Mu’ti.

Kehadiran program stimulus ini disambut hangat oleh publik, khususnya para wali murid dan tenaga pendidik di kawasan Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T).

Lembaga pendidikan di wilayah perbatasan yang selama puluhan tahun didera keterbatasan fasilitas, kini mulai mencicipi standarisasi ruang belajar yang aman dan representatif.

Guna menghindari diskriminasi, pemerintah memastikan payung kebijakan ini bersifat inklusif.

Alokasi bantuan tidak hanya dimonopoli oleh sekolah berstatus negeri, tetapi juga menjangkau sekolah-sekolah swasta yang membutuhkan sokongan fasilitas pembelajaran.

Langkah berani ini diambil sebagai bentuk manifestasi dari manifesto pemerataan mutu pendidikan agar setiap anak bangsa memperoleh hak dan kesempatan belajar yang setara, tanpa terhambat oleh faktor geografis.

Di samping menggenjot perbaikan fisik bangunan lama, pemerintah secara simultan menginisiasi proyek percontohan bertajuk Sekolah Nasional Terintegrasi.

Lembaga ini disiapkan menjadi pusat pendidikan reguler (non-asrama) yang mengadopsi kurikulum berstandar tinggi dan sistem pengajaran yang saling terkoneksi.

Pada fase introduksi, pemerintah membidik pendirian 100 titik Sekolah Nasional Terintegrasi di seluruh Indonesia. Berdasarkan kurasi ketat terhadap berbagai usulan daerah yang masuk meja kementerian, sebanyak 36 lokasi dinyatakan lolos seleksi awal.

Untuk tahun ini, eksekusi berjalan diprioritaskan pada operasionalisasi lima sekolah yang memanfaatkan aset fungsional milik Kemendikdasmen.

Sementara itu, satu sekolah unggulan akan dibangun dari nol di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), mendampingi sembilan sekolah baru lainnya yang siap dikerjakan di beberapa wilayah terpilih.

Melalui sinergi program renovasi massal dan pendirian sekolah percontohan ini, Kepala Negara menegaskan bahwa sektor pendidikan merupakan instrumen investasi jangka panjang yang paling krusial untuk mengatrol posisi Indonesia di panggung dunia.

Pemerintah berkomitmen menghadirkan ekosistem belajar yang protektif dan modern guna mencetak generasi kompetitif yang siap menjawab tantangan global di masa depan.

19 juta lapangan pekerjaan Abdul Mu'ti Anggaran Pendidikan 2026 ibu kota Nusantara Infrastruktur Pendidikan Kemendikdasmen Lapangan Pekerjaan pendidikan Indonesia Prabowo 14T Sekolah Prabowo Kasih 14 T untuk Pendidikan Prabowo Perbaiki Sekolah presiden prabowo Program Pendidikan Indonesia Program Pendidikan Prabowo Proyek Sekolah Revitalisasi Sekolah Sekolah Nasional Terintegrasi Tenaga Kerja Swakelola TintaOtentik
Share. Facebook Twitter WhatsApp Email Copy Link
Previous ArticleRupiah Merangkak Naik Rp17.663 per Dolar AS
Next Article Indonesia-Jerman Bangun Kerjasama Rantai Pasok Mineral
Irfan Kurniawan

Related Posts

Hadapi Era AI, Pemkot Tangsel Minta ASN Tetap Perhatikan Regulasi yang Berlaku

15 June 2026

PSEL Tangsel Dianggarkan Rp40 Miliar Tahap Awal, Target 2028 Beroperasional

15 June 2026

Indonesia-Jerman Bangun Kerjasama Rantai Pasok Mineral

15 June 2026

Rupiah Merangkak Naik Rp17.663 per Dolar AS

15 June 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Social Media
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Baca Juga
Regional

Hadapi Era AI, Pemkot Tangsel Minta ASN Tetap Perhatikan Regulasi yang Berlaku

By tintaotentik.co15 June 20260

TintaOtentik.Co – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) terus memperkuat kapasitas Aparatur Sipil Negara (ASN)…

 

 

 

PSEL Tangsel Dianggarkan Rp40 Miliar Tahap Awal, Target 2028 Beroperasional

15 June 2026

Indonesia-Jerman Bangun Kerjasama Rantai Pasok Mineral

15 June 2026

Prabowo Bakal Perbaiki 71 Ribu Sekolah, Serap 1,1 Juta Tenaga Kerja

15 June 2026
logo-tintaotentik
Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • KONTAK KAMI

Copyright @ 2024 Tintaotentik. All right reserved

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.