TintaOtentik.Co – Pemerintah Kota Tangerang Selatan mengalokasikan anggaran awal sebesar Rp40 miliar untuk tahap pertama pembangunan Pembangunan Sistem Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). Targetnya, fasilitas ini sudah dapat beroperasi pada tahun 2028.
Demikian disampaikan Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, ketika ditanya mengenai perkembangan proyek PSEL yang direncanakan berlokasi di Cipeucang.
“Memang belum bisa semua anggarannya disediakan, tetapi Rp40 miliar yang disiapkan di APBD murni itu semuanya bisa dilakukan untuk tahapan awal. Nanti di perubahan, saya menunggu laporan dari dinas teknis, yaitu Dinas Lingkungan Hidup, berapa lagi yang perlu ditambahkan untuk pengadaan lahan PSEL di Cipeucang itu,” ujar Benyamin.
Proses Pembebasan Lahan Tunggu Hasil Tim Appraisal Independen
Menurut Benyamin, proses pembebasan lahan membutuhkan anggaran yang tidak kecil. Nilai appraisal tidak hanya mencakup tanah, tetapi juga bangunan dan tanaman yang ada di lokasi.
“Biasanya dalam pengadaan lahan itu soal harga, sifatnya dimusyawarahkan. Mungkin saja nilai appraisal tidak sesuai, tetapi nilai itu bukan nilai tanah saja, ada nilai bangunan, ada nilai tanaman seperti itu,” jelasnya.
Benyamin juga mengungkapkan bahwa Sekretaris Daerah Kota Tangerang Selatan saat ini sedang mengikuti rapat zoom dengan Kementerian Koordinator Pangan dan Danantara dalam rangka koordinasi percepatan proyek.
Target Groundbreaking 2028, Tunggu Kesiapan Lelang
“Saya sih berharap 2028 sudah bisa. Makanya Pak Sekda hari ini sedang mengikuti zoom meeting dengan Kemenko Pangan dan Danantara. Saya berharap 2028 kita sudah bisa groundbreaking PSEL. Bulan apa itu sangat teknis, tergantung kesiapan penyelesaian lelangnya,” tutupnya.
Proses selanjutnya akan melibatkan tim appraisal independen untuk menentukan nilai ganti rugi lahan secara akurat dan sesuai ketentuan yang berlaku.
Laporan: iwan
