Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
logo-tintaotentik
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • NASIONAL

    Presiden dan Wakil Dihina? MK Tegaskan Relawan dan Keluarga Tak Bisa Lapor Pelaku

    13 August 2026 No Comments

    Skandal Korupsi Kembali Coreng Instansi Pajak, Diduga Rugikan Negara Rp2 Triliun

    13 August 2026 No Comments

    3 Pasar Dikelola PT PITS Retribusi Tak Optimal, Pemkot Tangsel Ajukan Pembentukan Perseroda Pasar?

    13 August 2026 No Comments

    Pemerintah Perketat Penggunaan Pertalite: Mobil Mewah Dilarang, Subsidi Hanya untuk Yang Berhak

    13 August 2026 No Comments

    Hoaks Narasi Bahlil Terapkan Pajak 8 Barang ini di 2027

    13 August 2026 No Comments
  • SEMUA
    • Artis Dan Entertainment
    • Ekonomi
    • Hiburan
    • Hukum
    • Nasional
    • Olahraga
    • Opini
    • Politik
    • Regional
    • Sosial Budaya
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • SEMUA
    • ARTIS DAN ENTERTAINMENT
    • EKONOMI
    • HIBURAN
    • HUKUM
    • NASIONAL
    • OLAHRAGA
    • REGIONAL
    • POLITIK
    • OPINI
    • SOSIAL BUDAYA
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • Artis Dan Entertainment
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Hukum
  • Interior
  • Internasional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Regional
  • Sosial Budaya
Home»Ekonomi»​Biang Kerok UMKM Sulit Bersaing, Maman Ungkap Ketimpangan Produk Lokal vs Impor
Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menyoroti Perkembangan UMKM. (Foto: Istimewa)

​Biang Kerok UMKM Sulit Bersaing, Maman Ungkap Ketimpangan Produk Lokal vs Impor

0
By Irfan Kurniawan on 13 August 2026 Ekonomi, Gaya Hidup, Nasional, Sosial Budaya

TintaOtentik.co – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menyoroti ketimpangan struktural yang menghambat pertumbuhan sektor UMKM di Indonesia.

Meski pemerintah gencar menyuntikkan dukungan melalui modal, pelatihan, hingga standarisasi kapasitas produksi, Maman menilai upaya hulu tersebut akan sia-sia jika sektor hilir, yakni penyerapan pasar, tetap mengalami sumbatan serius.

Ia menegaskan bahwa produktivitas pelaku usaha tidak akan berbanding lurus dengan keuntungan jika mereka dipaksa bertarung dalam medan pasar yang tidak sehat.

“UMKM-nya sudah kita kasih modal, kita berikan pelatihan, kita buka peningkatan kapasitas produksi bagaimana caranya mereka bisa produksi barang sebagus-bagusnya. Tetapi yang jadi masalah, pada saat dia sudah produksi barang, dia mau jual ke pasar, barangnya enggak laku,” ujar Maman dalam acara UMKM Finance Summit 2026, Selasa (11/8).

Maman secara blak-blakan menyebut bahwa hambatan utama bagi pelaku usaha domestik adalah dominasi produk asing yang membanjiri pasar dalam negeri. Kondisi pasar yang ia sebut sebagai “becek” ini membuat daya saing UMKM lokal tertekan hebat.

“Faktor yang paling besar adalah pasar domestik kita becek. Pasar domestik kita dipenuhi dengan produk-produk barang impor,” katanya.

Menurutnya, intervensi pemerintah tidak akan membuahkan hasil optimal jika “keran” impor tidak dikendalikan dengan bijak.

Ia memperingatkan bahwa tanpa sterilisasi pasar yang memadai, UMKM hanya akan menemui jalan buntu.

“Yang mau enggak mau, di-top-up pembiayaan seperti apa pun, didorong akses pendidikan seperti apa pun, tapi pada saat pasarnya nggak bisa kita sterilkan, mereka akan mati dengan sendirinya,” tegasnya.

Kendati demikian, Maman menepis anggapan bahwa pemerintah bersifat anti-impor. Ia menekankan bahwa kebijakan perdagangan seharusnya bersifat proporsional, di mana arus barang luar negeri harus disesuaikan dengan kemampuan produksi industri dalam negeri agar tidak saling mematikan.

“Kita setuju, kita juga bukan berarti kami dari Kementerian UMKM anti terhadap produk impor. Tetapi pada saat kita mendorong produk-produk impor masuk ke pasar domestik kita, itu harus dilihat juga dengan kekuatan produksi barang domestik kita,” jelasnya.

Lebih jauh, Maman mengingatkan adanya risiko sistemik jika produk lokal gagal terserap. Kegagalan penjualan akan secara langsung merusak siklus arus kas pelaku usaha, yang pada akhirnya memicu risiko kredit macet atau Non-Performing Loan (NPL) di sektor perbankan.

“Kalau misalnya UMKM-nya dia nggak bisa jual barangnya, akhirnya kredit macet juga, NPL naik. Akhirnya problem sosial,” katanya.

Oleh karena itu, Maman mendorong pergeseran paradigma dalam memandang persoalan UMKM.

Pengembangan sektor ini, menurutnya, tidak bisa lagi hanya mengandalkan pendekatan pembiayaan (financial-based) semata, melainkan harus menyentuh akar permasalahan di sisi hilir.

“Melihat sektor UMKM, tidak bisa hanya sekadar melihat dari sisi pembiayaannya saja, tapi harus melihat dari sisi hilirnya, yaitu pasar,” tutup Maman.

berita ekonomi berita nasional Daya Saing Brand Lokal Daya Saing Produk Lokal Daya Saing UMKM Ekonomi Nasional Kebijakan UMKM Kementerian UMKM kredit UMKM Maman Abdurrahman NPL Pasar Domestik Produk Impor Produk lokal UMKM UMKM Finance Summit
Share. Facebook Twitter WhatsApp Email Copy Link
Previous ArticleBappelitbangda Tangsel Dorong Evaluasi Berkala Seluruh Program Penanggulangan Kemiskinan
Next Article Hoaks Narasi Bahlil Terapkan Pajak 8 Barang ini di 2027
Irfan Kurniawan

Related Posts

Presiden dan Wakil Dihina? MK Tegaskan Relawan dan Keluarga Tak Bisa Lapor Pelaku

13 August 2026

Skandal Korupsi Kembali Coreng Instansi Pajak, Diduga Rugikan Negara Rp2 Triliun

13 August 2026

3 Pasar Dikelola PT PITS Retribusi Tak Optimal, Pemkot Tangsel Ajukan Pembentukan Perseroda Pasar?

13 August 2026

Pemerintah Perketat Penggunaan Pertalite: Mobil Mewah Dilarang, Subsidi Hanya untuk Yang Berhak

13 August 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Social Media
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Baca Juga
Hukum

Presiden dan Wakil Dihina? MK Tegaskan Relawan dan Keluarga Tak Bisa Lapor Pelaku

By Irfan Kurniawan13 August 20260

TintaOtentik.co – Mahkamah Konstitusi (MK) menegaskan batasan tegas terkait prosedur hukum atas dugaan penghinaan terhadap…

Skandal Korupsi Kembali Coreng Instansi Pajak, Diduga Rugikan Negara Rp2 Triliun

13 August 2026

3 Pasar Dikelola PT PITS Retribusi Tak Optimal, Pemkot Tangsel Ajukan Pembentukan Perseroda Pasar?

13 August 2026

Pemerintah Perketat Penggunaan Pertalite: Mobil Mewah Dilarang, Subsidi Hanya untuk Yang Berhak

13 August 2026
logo-tintaotentik
Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • KONTAK KAMI

Copyright @ 2024 Tintaotentik. All right reserved

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.