Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
logo-tintaotentik
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • NASIONAL

    Pemuda Serpong Ingatkan Kembali Pemkot Tangsel Soal RPJMD dan Pemenuhan Hak Pendidikan

    16 August 2026 No Comments

    Pemerintah Bakal Gelontorkan Rp4 Miliar per Unit untuk Perbaikan 10 Ribu Puskesmas

    16 August 2026 No Comments

    Pengadaan Layar Pintar Pemda Rp150 Juta Jadi Rp26 Juta, Pasca Prabowo Konsolidasi Dikdasmen

    16 August 2026 No Comments

    Refleksi Kemerdekaan RI Ke-81: Pemuda Tangsel Bukan Pelengkap Seremoni, Pemerintah Harus Berpihak!

    15 August 2026 No Comments

    Koperasi Tangsel Didorong Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi Daerah

    15 August 2026 No Comments
  • SEMUA
    • Artis Dan Entertainment
    • Ekonomi
    • Hiburan
    • Hukum
    • Nasional
    • Olahraga
    • Opini
    • Politik
    • Regional
    • Sosial Budaya
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • SEMUA
    • ARTIS DAN ENTERTAINMENT
    • EKONOMI
    • HIBURAN
    • HUKUM
    • NASIONAL
    • OLAHRAGA
    • REGIONAL
    • POLITIK
    • OPINI
    • SOSIAL BUDAYA
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • Artis Dan Entertainment
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Hukum
  • Interior
  • Internasional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Regional
  • Sosial Budaya
Home»Ekonomi»Pengadaan Layar Pintar Pemda Rp150 Juta Jadi Rp26 Juta, Pasca Prabowo Konsolidasi Dikdasmen
Pengadaan Layar Pintar Pemda Rp150 Juta Jadi Rp26 Juta, Pasca Prabowo Konsolidasi Dikdasmen (FOTO: Dok/Ilustrasi)

Pengadaan Layar Pintar Pemda Rp150 Juta Jadi Rp26 Juta, Pasca Prabowo Konsolidasi Dikdasmen

0
By tintaotentik.co on 16 August 2026 Ekonomi, Nasional, Politik

TintaOtentik.Co – Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bagaimana pemerintah kemudian bisa menghemat anggaran belanja sampai sekitar 6 bulan setelah dilakukan konsolidasi belanja.

Penghematan itu terbukti dapat dicapai dalam belanja pengadaan layar pintar interaktif (IFP) yang selama ini dibeli Pemda-Pemda secara terpisah, di kisaran harga Rp150 juta per unit.

Menurut Prabowo, setelah konsolidasi harga IFP itu turun hingga jadi Rp26 juta per unit.

“Setelah pembelinya kita konsolidasikan di Kementerian Dikdasmen, kita dapat beli dengan harga Rp26 juta per unit. Ini penghematan hampir 6 kali,” kata Prabowo saat berpidato di Rapat Paripurna DPR dalam rangka Penyampaian RUU APBN TA 2027 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (14/8/2026).

“Ini riil, Rp150 juta. Kita beli dengan harga Rp26 juta termasuk ongkos kirim dan ongkos pasang sampai di tempat terpencil terluar dan tertinggal,” ujarnya.

Dia mengatakan disiplin fiskal harus dilakukan saat belanja menggunakan anggaran, bukan hanya setelah anggaran disetujui.

“Selama ini terlalu banyak kementerian lembaga dan pemerintah daerah membeli barang yang sama tetapi membebankan biaya sendiri-sendiri dengan harga yang berbeda-beda,” kata Prabowo.

Prabowo mengingatkan, praktik-praktik itu haru dihentikan, yang menggunakan APBN untuk barang yang sama namun seolah membelanjakan ribuan pembelian. Hal ini terjadi dalam satu negara dari pemerintah pusat hingga pemerintah kota dan kabupaten.

“Padahal kita bagian kesatuan RI kita, apakah pemerintah pusat, pemerintah daerah atau pemerintah kabupaten/ kota kita adalah pemerintah RI,” dia mengatakan.

Dari data LKPP yang Prabowo kutip, konsolidasi pengadaan menghasilkan efisiensi 20,86% pada 2025. Diperkirakan akhir tahun ini menjadi 2026.

Prabowo memperkirakan penghematan hingga 30% dari belanja pengadaan sebesar Rp 1.200 triliun.

“Artinya, efisiensi dalam 1 tahun bisa mencapai 360 T, kita bisa membayangkan 20 miliar dolar ini bukan angka yang kecil kita bisa berbuat sangat banyak dengan Rp360 triliun dan ini adalah di tangan kita,” kata Prabowo.

Laporan: Tim

data lkpp efisiensi belanja pengadaan barang dan jasa efisiensi pengadaan pemerintah efisiensi pengadaan pemerintah hasilkan rp360 triliun pengadaan IFP pengadaan ifp pemda pengadaan Layar Pintar Interaktif prabowo data lkpp Prabowo Efisiensi pengadaan barang dan jasa TintaOtentik TintaOtentik.Co
Share. Facebook Twitter WhatsApp Email Copy Link
Previous ArticleRefleksi Kemerdekaan RI Ke-81: Pemuda Tangsel Bukan Pelengkap Seremoni, Pemerintah Harus Berpihak!
Next Article Pemerintah Bakal Gelontorkan Rp4 Miliar per Unit untuk Perbaikan 10 Ribu Puskesmas
tintaotentik.co
  • Website

Related Posts

Pemuda Serpong Ingatkan Kembali Pemkot Tangsel Soal RPJMD dan Pemenuhan Hak Pendidikan

16 August 2026

Pemerintah Bakal Gelontorkan Rp4 Miliar per Unit untuk Perbaikan 10 Ribu Puskesmas

16 August 2026

Refleksi Kemerdekaan RI Ke-81: Pemuda Tangsel Bukan Pelengkap Seremoni, Pemerintah Harus Berpihak!

15 August 2026

Koperasi Tangsel Didorong Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi Daerah

15 August 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Social Media
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Baca Juga
Ekonomi

Pemuda Serpong Ingatkan Kembali Pemkot Tangsel Soal RPJMD dan Pemenuhan Hak Pendidikan

By tintaotentik.co16 August 20260

TintaOtentik.Co – Empat Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) di Kecamatan Serpong menggelar Diskusi Publik bertajuk Masa…

Pemerintah Bakal Gelontorkan Rp4 Miliar per Unit untuk Perbaikan 10 Ribu Puskesmas

16 August 2026

Pengadaan Layar Pintar Pemda Rp150 Juta Jadi Rp26 Juta, Pasca Prabowo Konsolidasi Dikdasmen

16 August 2026

Refleksi Kemerdekaan RI Ke-81: Pemuda Tangsel Bukan Pelengkap Seremoni, Pemerintah Harus Berpihak!

15 August 2026
logo-tintaotentik
Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • KONTAK KAMI

Copyright @ 2024 Tintaotentik. All right reserved

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.