Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
logo-tintaotentik
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • NASIONAL

    Masuk Musim Kemarau, DSDABMBK Tangsel Optimalkan Normalisasi Sungai

    17 July 2026 No Comments

    Tepis Pengadaan Kipas Kopdes Rp1,8 Triliun, Menkop: Bukan di Kementerian Kami

    17 July 2026 No Comments

    Kepala Daerah Kerap Kena OTT, Mendagri: Imbas Gaji Tak Seberapa, Belanja Kampanye Mahal

    17 July 2026 No Comments

    DPR Tercengang Ada Temuan BPK Soal Kemensos Mesti Kembaliin Uang Bansos Rp2 Triliun

    17 July 2026 No Comments

    Menang PTUN, Yayasan Desak Menteri Agama Cabut KMA 1543/2025 Soal Integrasi Yayasan ke UIN Jakarta

    16 July 2026 No Comments
  • SEMUA
    • Artis Dan Entertainment
    • Ekonomi
    • Hiburan
    • Hukum
    • Nasional
    • Olahraga
    • Opini
    • Politik
    • Regional
    • Sosial Budaya
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • SEMUA
    • ARTIS DAN ENTERTAINMENT
    • EKONOMI
    • HIBURAN
    • HUKUM
    • NASIONAL
    • OLAHRAGA
    • REGIONAL
    • POLITIK
    • OPINI
    • SOSIAL BUDAYA
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • Artis Dan Entertainment
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Hukum
  • Interior
  • Internasional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Regional
  • Sosial Budaya
Home»Ekonomi»Hilirisasi dan Semikonduktor Jadi Kunci Prabowo Kejar Ekonomi 8%

Hilirisasi dan Semikonduktor Jadi Kunci Prabowo Kejar Ekonomi 8%

0
By Bagas on 12 December 2024 Ekonomi, Nasional

TintaOtentik.co – Presiden Prabowo Subianto menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 8%. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan bahwa target tersebut diharapkan tercapai pada tahun 2027-2028.

Airlangga menjelaskan bahwa Indonesia pernah mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 8,2% pada masa Orde Baru. Ia menambahkan bahwa pola yang diterapkan pada masa itu akan digunakan kembali untuk mendorong peningkatan perekonomian.

Ia mengatakan hal tersebut pada Rapat Koordinasi Nasional Investasi 2025 di The Ritz-Carlton Hotel, Jakarta Selatan, Rabu (11/12/2024).

“Kalau kita lihat sejarah, kita pernah mencapai angka tertinggi di tahun 1995 yaitu 8,2%. Nah, tentunya kebijakannya adalah konsumsi, investasi, dan ekspor. Jadi rumus konsumsi, investasi, dan ekspor ini sepertinya berulang,” ucap Airlangga.

Lanjutnya, dulu pemerintah mengandalkan sektor kelapa sawit, tekstil, dan migas untuk mendorong perekonomian. Kini fokusnya pengembangan di sektor hilirisasi, ekonomi digital, hingga industri semikonduktor.

“Kalau yang lalu mengandalkan CPO, tekstil, dan migas, kalau sekarang tentu kita menambah dengan hilirisasi, ekonomi digital, yang kita juga harus bentuk adalah semikonduktor,” terangnya.

Airlangga menyebut pasir silika sebagai salah satu komoditas yang menjadi fokus hilirisasi. Ia menjelaskan bahwa pasir silika Indonesia memiliki kualitas unggul, dengan industri yang sudah berkembang di Kendal dan Gresik.

Sementara itu, untuk industri semikonduktor, Indonesia harus bersaing dengan Amerika Serikat. Airlangga menilai bahwa semikonduktor merupakan industri strategis masa depan karena berperan penting dalam era digitalisasi.

“Nah, kita berharap memberikan fasilitas seperti di Batang dan yang lain, tetapi yang harus dibangun adalah ekosistemnya. Nah tentunya ini juga semikonduktor menjadi penting karena kedepan dengan era digitalisasi tidak ada satu pun, tidak ada satu peralatan yang tanpa semikonduktor baik itu di appliances sampai dengan otomotif bahkan motor,” tuturnya.

Untuk mengoptimalkan hal ini, pengembangan sumber daya manusia (SDM) perlu menjadi prioritas. Terlebih saat ini, Indonesia masih berfokus pada sektor perakitan, pengujian, dan pengemasan.

Airlangga Hartarto berita ekonomi berita nasional Ekonomi Indonesia ekonomi Indonesia 8% kebijakan Prabowo pertumbuhan ekonomi Pertumbuhan ekonomi indonesia Prabowo
Share. Facebook Twitter WhatsApp Email Copy Link
Previous ArticleMSP Gelar Pengobatan Gratis, Legislator PDIP Tangsel: Ini Selaras dengan Bung Karno
Next Article Gelar Dialog Toleransi, PC IPNU Tangsel Serukan Persatuan Umat Beragama
Bagas

Related Posts

Tepis Pengadaan Kipas Kopdes Rp1,8 Triliun, Menkop: Bukan di Kementerian Kami

17 July 2026

Kepala Daerah Kerap Kena OTT, Mendagri: Imbas Gaji Tak Seberapa, Belanja Kampanye Mahal

17 July 2026

DPR Tercengang Ada Temuan BPK Soal Kemensos Mesti Kembaliin Uang Bansos Rp2 Triliun

17 July 2026

Kementerian ATR/BPN Gelar Sertifikat Gratis 1 Juta Bidang Khusus MBR

15 July 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Social Media
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Baca Juga
Gaya Hidup

Masuk Musim Kemarau, DSDABMBK Tangsel Optimalkan Normalisasi Sungai

By tintaotentik.co17 July 20260

TintaOtentik.Co – Bagi Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kota Tangerang…

 

 

 

 

 

Tepis Pengadaan Kipas Kopdes Rp1,8 Triliun, Menkop: Bukan di Kementerian Kami

17 July 2026

Kepala Daerah Kerap Kena OTT, Mendagri: Imbas Gaji Tak Seberapa, Belanja Kampanye Mahal

17 July 2026

DPR Tercengang Ada Temuan BPK Soal Kemensos Mesti Kembaliin Uang Bansos Rp2 Triliun

17 July 2026
logo-tintaotentik
Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • KONTAK KAMI

Copyright @ 2024 Tintaotentik. All right reserved

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.