Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
logo-tintaotentik
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • NASIONAL

    Aliran Kali Berubah Fungsi, DPRD Tangsel Desak Pemkot Cari Solusi Konkret!

    21 April 2026 No Comments

    DMO 35 Persen Sukses Tekan Harga MinyaKita, Distribusi Lampaui Target

    21 April 2026 No Comments

    Tingkatkan Partisipasi Pemilih Pemula, KPU Tangsel Gelar Sekolah Jawara Demokrasi

    21 April 2026 No Comments

    Awasi MBG, Jamintel Kejagung Luncurkan Kanal Pengaduan Aplikasi Jaga Desa

    21 April 2026 No Comments

    Buntut Pencemaran Pestisida Gudang Taman Tekno BSD, Kejari Tangsel Panggil Sinar Mas Land

    20 April 2026 No Comments
  • SEMUA
    • Artis Dan Entertainment
    • Ekonomi
    • Hiburan
    • Hukum
    • Nasional
    • Olahraga
    • Opini
    • Politik
    • Regional
    • Sosial Budaya
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • SEMUA
    • ARTIS DAN ENTERTAINMENT
    • EKONOMI
    • HIBURAN
    • HUKUM
    • NASIONAL
    • OLAHRAGA
    • REGIONAL
    • POLITIK
    • OPINI
    • SOSIAL BUDAYA
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • Artis Dan Entertainment
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Hukum
  • Interior
  • Internasional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Regional
  • Sosial Budaya
Beranda » Gaya Hidup

Penelitian Ungkap Tinta Tato dapat Sebabkan Kanker Ganas

0
By Bagas on 6 June 2024 Gaya Hidup

TintaOtentik.co – Penelitian terbaru mengungkapkan tinta tato berpotensi menyebabkan kanker darah atau limfoma ganas. Ini berdasarkan peneliti dari Lund University, Swedia.

Para tersebut mengatakan mereka ingin melakukan penelitian ini karena sangat sedikit yang diketahui mengenai dampak kesehatan jangka panjang dari tato. 

Di Amerika Serikat saja, hampir sepertiga orang memiliki setidaknya satu tato, berdasarkan survei Pew Research Center pada 2023.

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal eClinicalMedicine edisi terbaru ini melibatkan hampir 12.000 orang di Swedia.

Dari pencatatan populasi, para peneliti mengidentifikasi setiap orang yang didiagnosis menderita limfoma ganas antara 2007 dan 2017. Tak main-main, jumlahnya hampir 3.000 orang.

Para peneliti juga mencocokkan mereka dengan kelompok campuran usia dan jenis kelamin yang sama yang tidak menderita kanker.

Limfoma ganas adalah kanker pada sistem limfatik, bagian tubuh yang membantu melawan kuman dan penyakit. Beberapa paparan bahan kimia seperti pestisida dan herbisida juga dapat meningkatkan risiko limfoma, selain asap rokok.

Pada 2021, penulis penelitian mengirimkan kuesioner kepada orang-orang yang telah mereka identifikasi, menanyakan tentang faktor gaya hidup tertentu yang dapat meningkatkan risiko kanker jenis ini dan apakah mereka memiliki tato.

Bahkan setelah para peneliti memperhitungkan hal-hal yang diketahui mempengaruhi risiko kanker seperti merokok dan usia, mereka menemukan bahwa risiko limfoma ganas adalah 21% lebih tinggi di antara mereka yang memiliki setidaknya satu tato.

Temuan ini hanyalah sebuah asosiasi, bukan hubungan langsung, namun penulis penelitian menekankan bahwa diperlukan lebih banyak penelitian untuk menyempurnakan kesimpulan ini.

Yang mengejutkan para peneliti, mereka tidak menemukan bukti yang menunjukkan bahwa risiko tersebut meningkat seiring dengan semakin banyaknya tato yang menutupi kulit seseorang.

“Kami belum tahu kenapa hal ini bisa terjadi. Kita hanya bisa berspekulasi bahwa tato, berapa pun ukurannya, memicu peradangan tingkat rendah di tubuh, yang pada gilirannya dapat memicu kanker,” kata rekan penulis Christel Nielsen, seorang profesor di Divisi Kedokteran Kerja dan Lingkungan di Lund. Universitas, dalam rilis berita ditulis Kamis, (6/6/24).

“Gambarannya ternyata lebih kompleks dari yang kita duga sebelumnya.”

Penelitian ini tidak dilakukan untuk menentukan apa hubungan antara kanker dan tato, namun para ahli skeptis.

Kesimpulannya “sangat berlebihan,” kata Timothy Rebbeck, ahli epidemiologi di Dana-Farber Cancer Institute dan profesor di Harvard T.H. Chan School of Public Health yang tidak terlibat dalam penelitian ini.

“Jika saya yang menulis makalah itu, jika saya editornya, saya akan mengatakan kesimpulannya adalah, tidak ada bukti adanya hubungan yang kuat,” ujarnya.

Menurut dia, meski datanya solid, namun faktor risiko penyebab utama kanker darah (limfoma) tidak ditemukan pada tinta tato.

Berita lifestyle Berita lifestyle terkini Cancer Kanker Penyebab kanker Tato Tatto Tinta tato menyebabkan kanker Tinta tato sebabkan kanker
Share. Facebook Twitter WhatsApp Email Copy Link
Previous ArticleJakarta X Beauty Resmi Dibuka, Upaya Tingkatkan Brand Kecantikan Lokal
Next Article Susu Menjadi Sumber Protein untuk Tumbuh Kembang Anak
Bagas

Related Posts

Target 2026, KLH Larang Keras Mengolah TPA dengan Open Dumping

20 April 2026

Realisasi PBJT di Tangsel Tembus Rp52 Miliar, Melampaui Target 121,2 Persen

20 April 2026

Harga BBM 18 April 2026: Pertalite dan Pertamax Stabil, Dex Series Alami Kenaikan

18 April 2026

1.292 Kasus Campak Terdeteksi, Dinkes Tangsel Kejar Target Imunisasi 109 Ribu Anak

17 April 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Social Media
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Baca Juga
Politik

Aliran Kali Berubah Fungsi, DPRD Tangsel Desak Pemkot Cari Solusi Konkret!

By tintaotentik.co21 April 20260

TintaOtentik.Co – Aliran Kali Ciputat di Kelurahan Pondok Jaya, Kecamatan Pondok Aren, Tangerang Selatan (Tangsel)…

 

DMO 35 Persen Sukses Tekan Harga MinyaKita, Distribusi Lampaui Target

21 April 2026

Tingkatkan Partisipasi Pemilih Pemula, KPU Tangsel Gelar Sekolah Jawara Demokrasi

21 April 2026

Awasi MBG, Jamintel Kejagung Luncurkan Kanal Pengaduan Aplikasi Jaga Desa

21 April 2026
logo-tintaotentik
Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • KONTAK KAMI

Copyright @ 2024 Tintaotentik. All right reserved

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.