Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
logo-tintaotentik
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • NASIONAL

    Erupsi Gunung Anak Krakatau, Dinkes Tangsel Keluarkan 10 Imbauan untuk Masyarakat

    6 September 2026 No Comments

    Pengusutan Anggaran DPRD Lampura: Diduga Aliran Uang Masuk ke Pimpinan Dewan

    6 September 2026 No Comments

    Anggaran MBG Dipangkas dari Rp330 Triliun ke Rp240 Triliun, Berpotensi Bisa Ditekan Lagi

    4 September 2026 No Comments

    Gandeng Lintas Instansi, ATR/BPN Tangsel Berharap Percepatan Sertifikasi Tanah Wakaf Dapat Selesaikan Persoalan Administrasi

    4 September 2026 No Comments

    Pendapatan Kelas Menengah Terus Tergerus, Menkeu Purbaya Beberkan Pemicunya

    4 September 2026 No Comments
  • SEMUA
    • Artis Dan Entertainment
    • Ekonomi
    • Hiburan
    • Hukum
    • Nasional
    • Olahraga
    • Opini
    • Politik
    • Regional
    • Sosial Budaya
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • SEMUA
    • ARTIS DAN ENTERTAINMENT
    • EKONOMI
    • HIBURAN
    • HUKUM
    • NASIONAL
    • OLAHRAGA
    • REGIONAL
    • POLITIK
    • OPINI
    • SOSIAL BUDAYA
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • Artis Dan Entertainment
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Hukum
  • Interior
  • Internasional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Regional
  • Sosial Budaya
Home»Sosial Budaya»Indonesia Perkuat Kerja Sama di Bidang Sosial Budaya dengan Afrika Selatan

Indonesia Perkuat Kerja Sama di Bidang Sosial Budaya dengan Afrika Selatan

0
By Irfan Kurniawan on 30 May 2024 Sosial Budaya

TintaOtentik.co – Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Cape Town mengelar Focus Group Discussion (FGD) on Socio-Cultural Issues di Castle of Good Hope pada Kamis (30/5/24), dengan tujuan memperkuat kerja sama bidang sosial budaya dengan Afrika Selatan.

Landasan kerja sama ini karena kedekatan sejarah dan budaya antara Indonesia dan Afrika Selatan. FGD tersebut dihadiri sejumlah tokoh masyarakat.

Anggota parlemen Afrika Selatan, hakim, pelaku seni dan industri film, pengacara, general manager dan wartawan Voice of the Cape, akademisi, tokoh agama serta pengusaha juga turut hadir dalam acara tersebut.

FGD juga diikuti delegasi Badan Pengkajian MPR RI yang sedang melakukan kunjungan ke Cape Town untuk pertemuan dengan mitra di sana dan meninjau pelaksanaan pemilu Afrika Selatan pada 29 Mei.

Delegasi MPR RI, Supriyanto, menyampaikan bahwa berdasarkan pengamatan langsung, pemilu di Afrika Selatan telah terorganisir dengan baik.

Sementara itu, pemilik sekaligus kurator Cape Heritage Museum, Ighsaan Higgins menggarisbawahi bahwa leluhur orang Afrika Selatan banyak berasal dari Asia Tenggara, khususnya Indonesia. Higgins menekankan peran penting Islam yang dibawa pejuang dan ulama Indonesia dalam melawan kolonialisme dan beranggapan pentingnya kerja sama kedua negara di bidang seni, budaya, musik serta film.

FGD menjadi ajang untuk bertukar pandangan mengenai dinamika National Assembly dan Council of Province Afrika Selatan dan pengalaman terkait praktek terbaik dalam penyelenggaraan pemilu, mengingat kedua negara tahun ini baru saja mengelar pesta demokrasi (pemilu Indonesia pada 14 Februari dan pemilu Afrika Selatan pada 29 Mei).

Diskusi sosial budaya tersebut sengaja diselenggarakan di Castle of Good Hope, yakni benteng yang dibangun pada 1666-1679 sekaligus bangunan kolonial tertua di Cape Town. Castle of Good Hope banyak merekam jejak sejarah perjuangan bangsa Afrika Selatan melawan kolonialisme dan keterkaitan sejarah sosial-budaya dengan Indonesia.

Pada kesempatan itu, Tudiono juga menyampaikan bahwa KJRI Cape Town akan menyelenggarakan Pasar Rakyat (Indonesian Folk Market/IFM) pada 9 November dan Festival Film Indonesia pada 10 dan 11 November mendatang.

IFM pertama kali diadakan di Cape Town pada Oktober 2023 dengan menampilkan seni, budaya, kuliner, dan beragam produk Indonesia. acara tersebut mendatangkan 4.695 masyarakat Cape Town dan sekitarnya, menurut pernyataan.

Atas permintaan Pemerintah Kota Mossel Bay (400 km dari Cape Town), diadakan IFM kedua di Mossel Bay yang juga menjadi salah satu segmen peringatan 30 tahun hubungan diplomatik Indonesia–Afrika Selatan.

Pada IFM ketiga akan dipertunjukkan tim kesenian Betawi yang akan berkolaborasi dengan grup tari EOAN Group yang dipimpin alumni Beasiswa Seni dan Budaya Indonesia.

Afrika Selatan berita sosial budaya hubungan bilateral Indonesia Indonesia kerja sama dengan Afrika Selatan kerja sama Indonesia kjri cape town sosial budaya
Share. Facebook Twitter WhatsApp Email Copy Link
Previous ArticleBudisatrio dan Kaesang Maju Sebagai Calon Gubernur DKI Jakarta 2024
Next Article PKB Tangsel Tegaskan Dukung-Mendukung Calon di Pilkada Keputusan DPP
Irfan Kurniawan

Related Posts

Erupsi Gunung Anak Krakatau, Dinkes Tangsel Keluarkan 10 Imbauan untuk Masyarakat

6 September 2026

Anggaran MBG Dipangkas dari Rp330 Triliun ke Rp240 Triliun, Berpotensi Bisa Ditekan Lagi

4 September 2026

Rumah Mulai dari Rp120 Juta DP 1% Hadir di Danantara Housing Expo 2026!

29 August 2026

Saring Penerima MBG, BGN Coret 80 Sekolah Swasta Elite Termasuk JIS dan Cikal

28 August 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Social Media
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Baca Juga
Gaya Hidup

Erupsi Gunung Anak Krakatau, Dinkes Tangsel Keluarkan 10 Imbauan untuk Masyarakat

By tintaotentik.co6 September 20260

TintaOtentik.Co – Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi paparan…

 

Pengusutan Anggaran DPRD Lampura: Diduga Aliran Uang Masuk ke Pimpinan Dewan

6 September 2026

Anggaran MBG Dipangkas dari Rp330 Triliun ke Rp240 Triliun, Berpotensi Bisa Ditekan Lagi

4 September 2026

Gandeng Lintas Instansi, ATR/BPN Tangsel Berharap Percepatan Sertifikasi Tanah Wakaf Dapat Selesaikan Persoalan Administrasi

4 September 2026
logo-tintaotentik
Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • KONTAK KAMI

Copyright @ 2024 Tintaotentik. All right reserved

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.