Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
logo-tintaotentik
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • NASIONAL

    Buntut Pencemaran Pestisida Gudang Taman Tekno BSD, Kejari Tangsel Panggil Sinar Mas Land

    20 April 2026 No Comments

    Target 2026, KLH Larang Keras Mengolah TPA dengan Open Dumping

    20 April 2026 No Comments

    Tangsel Perkuat SDM Konstruksi: Ratusan Sertifikasi Digenjot, Target Raih Juara Nasional

    20 April 2026 No Comments

    Ujian Kasatpol PP Tangsel Baru: GMPK Soroti Lemahnya Penegakan Perda dan Ketimpangan Penindakan

    20 April 2026 No Comments

    Realisasi PBJT di Tangsel Tembus Rp52 Miliar, Melampaui Target 121,2 Persen

    20 April 2026 No Comments
  • SEMUA
    • Artis Dan Entertainment
    • Ekonomi
    • Hiburan
    • Hukum
    • Nasional
    • Olahraga
    • Opini
    • Politik
    • Regional
    • Sosial Budaya
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • SEMUA
    • ARTIS DAN ENTERTAINMENT
    • EKONOMI
    • HIBURAN
    • HUKUM
    • NASIONAL
    • OLAHRAGA
    • REGIONAL
    • POLITIK
    • OPINI
    • SOSIAL BUDAYA
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • Artis Dan Entertainment
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Hukum
  • Interior
  • Internasional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Regional
  • Sosial Budaya
Beranda » Sosial Budaya

Indonesia Perkuat Kerja Sama di Bidang Sosial Budaya dengan Afrika Selatan

0
By Irfan Kurniawan on 30 May 2024 Sosial Budaya

TintaOtentik.co – Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Cape Town mengelar Focus Group Discussion (FGD) on Socio-Cultural Issues di Castle of Good Hope pada Kamis (30/5/24), dengan tujuan memperkuat kerja sama bidang sosial budaya dengan Afrika Selatan.

Landasan kerja sama ini karena kedekatan sejarah dan budaya antara Indonesia dan Afrika Selatan. FGD tersebut dihadiri sejumlah tokoh masyarakat.

Anggota parlemen Afrika Selatan, hakim, pelaku seni dan industri film, pengacara, general manager dan wartawan Voice of the Cape, akademisi, tokoh agama serta pengusaha juga turut hadir dalam acara tersebut.

FGD juga diikuti delegasi Badan Pengkajian MPR RI yang sedang melakukan kunjungan ke Cape Town untuk pertemuan dengan mitra di sana dan meninjau pelaksanaan pemilu Afrika Selatan pada 29 Mei.

Delegasi MPR RI, Supriyanto, menyampaikan bahwa berdasarkan pengamatan langsung, pemilu di Afrika Selatan telah terorganisir dengan baik.

Sementara itu, pemilik sekaligus kurator Cape Heritage Museum, Ighsaan Higgins menggarisbawahi bahwa leluhur orang Afrika Selatan banyak berasal dari Asia Tenggara, khususnya Indonesia. Higgins menekankan peran penting Islam yang dibawa pejuang dan ulama Indonesia dalam melawan kolonialisme dan beranggapan pentingnya kerja sama kedua negara di bidang seni, budaya, musik serta film.

FGD menjadi ajang untuk bertukar pandangan mengenai dinamika National Assembly dan Council of Province Afrika Selatan dan pengalaman terkait praktek terbaik dalam penyelenggaraan pemilu, mengingat kedua negara tahun ini baru saja mengelar pesta demokrasi (pemilu Indonesia pada 14 Februari dan pemilu Afrika Selatan pada 29 Mei).

Diskusi sosial budaya tersebut sengaja diselenggarakan di Castle of Good Hope, yakni benteng yang dibangun pada 1666-1679 sekaligus bangunan kolonial tertua di Cape Town. Castle of Good Hope banyak merekam jejak sejarah perjuangan bangsa Afrika Selatan melawan kolonialisme dan keterkaitan sejarah sosial-budaya dengan Indonesia.

Pada kesempatan itu, Tudiono juga menyampaikan bahwa KJRI Cape Town akan menyelenggarakan Pasar Rakyat (Indonesian Folk Market/IFM) pada 9 November dan Festival Film Indonesia pada 10 dan 11 November mendatang.

IFM pertama kali diadakan di Cape Town pada Oktober 2023 dengan menampilkan seni, budaya, kuliner, dan beragam produk Indonesia. acara tersebut mendatangkan 4.695 masyarakat Cape Town dan sekitarnya, menurut pernyataan.

Atas permintaan Pemerintah Kota Mossel Bay (400 km dari Cape Town), diadakan IFM kedua di Mossel Bay yang juga menjadi salah satu segmen peringatan 30 tahun hubungan diplomatik Indonesia–Afrika Selatan.

Pada IFM ketiga akan dipertunjukkan tim kesenian Betawi yang akan berkolaborasi dengan grup tari EOAN Group yang dipimpin alumni Beasiswa Seni dan Budaya Indonesia.

Afrika Selatan berita sosial budaya hubungan bilateral Indonesia Indonesia kerja sama dengan Afrika Selatan kerja sama Indonesia kjri cape town sosial budaya
Share. Facebook Twitter WhatsApp Email Copy Link
Previous ArticleBudisatrio dan Kaesang Maju Sebagai Calon Gubernur DKI Jakarta 2024
Next Article PKB Tangsel Tegaskan Dukung-Mendukung Calon di Pilkada Keputusan DPP
Irfan Kurniawan

Related Posts

1.292 Kasus Campak Terdeteksi, Dinkes Tangsel Kejar Target Imunisasi 109 Ribu Anak

17 April 2026

Banjir Perumahan Citra Prima Serpong 2, Pilar Minta DSDABMBK Tangsel Normalisasi Sungai

15 April 2026

Sepanjang 2025, Baznas Tangsel Tengah Gelontorkan Rp22 Miliar

15 April 2026

Warga Serpong Terrace Datangi DPRD, Julham Firdaus Soroti Drainase dan Tata Kelola Lingkungan

14 April 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Social Media
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Baca Juga
Hukum

Buntut Pencemaran Pestisida Gudang Taman Tekno BSD, Kejari Tangsel Panggil Sinar Mas Land

By tintaotentik.co20 April 20260

TintaOtentik.Co – Kasus kebakaran gudang pestisida di kawasan Pergudangan dan Industri Taman Tekno BSD City…

 

Target 2026, KLH Larang Keras Mengolah TPA dengan Open Dumping

20 April 2026

Tangsel Perkuat SDM Konstruksi: Ratusan Sertifikasi Digenjot, Target Raih Juara Nasional

20 April 2026

Ujian Kasatpol PP Tangsel Baru: GMPK Soroti Lemahnya Penegakan Perda dan Ketimpangan Penindakan

20 April 2026
logo-tintaotentik
Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • KONTAK KAMI

Copyright @ 2024 Tintaotentik. All right reserved

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.