Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
logo-tintaotentik
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • NASIONAL

    Buka Puasa Bersama, IKPP dan PWI Tangsel Bangun Kolaborasi Berkelanjutan

    5 March 2026 No Comments

    Bulog Ekspor Beras untuk Jemaah Haji ke Arab, Indonesia Unjuk Gigi Kualitas Pangan

    5 March 2026 No Comments

    Indonesia Perkuat Posisi, Dari Fondasi Swasembada Menuju Pemain Ekspor Global

    5 March 2026 No Comments

    Indonesia Ubah Strategi Impor LPG Pasca Serangan di Kilang Saudi

    5 March 2026 No Comments

    Persiapan Mudik 2026: Dishub Tangsel Temukan Puluhan Bus Tak Layak Saat Ramp Check

    5 March 2026 No Comments
  • SEMUA
    • Artis Dan Entertainment
    • Ekonomi
    • Hiburan
    • Hukum
    • Nasional
    • Olahraga
    • Opini
    • Politik
    • Regional
    • Sosial Budaya
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • SEMUA
    • ARTIS DAN ENTERTAINMENT
    • EKONOMI
    • HIBURAN
    • HUKUM
    • NASIONAL
    • OLAHRAGA
    • REGIONAL
    • POLITIK
    • OPINI
    • SOSIAL BUDAYA
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • Artis Dan Entertainment
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Hukum
  • Interior
  • Internasional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Regional
  • Sosial Budaya
Beranda » Ekonomi

Sri Mulyani Akan Terus Pantau Dampak Dedolarisasi Terhadap Ekonomi Indonesia

0
By Irfan Kurniawan on 27 March 2025 Ekonomi, Internasional, Nasional


TintaOtentik.Co – Hubungan Indonesia dengan kelompok negara BRICS makin erat.

Indonesia mendeklarasikan diri untuk masuk menjadi anggota New Development Bank (NDB) yang merupakan bank pembangunan besutan negara BRICS.

BRICS adalah kelompok negara berkembang dengan keanggotaan yang terdiri dari Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan (South Africa).

Indonesia menyusul Iran, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Ethiopia, dan Mesir sebagai anggota baru.

Salah satu kebijakan BRICS adalah mendorong pengurangan penggunaan dolar Amerika Serikat (AS) alias dedolarisasi. Lantas, dengan makin eratnya hubungan BRICS bagaimana Indonesia memandang kebijakan dedolarisasi?

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati turut bersuara soal hal ini. Pihaknya masih akan terus memantau dampak dari dedolarisasi ke ekonomi Indonesia.

“Nanti saya lihat, nanti ya,” jelasnya saat ditanya soal pandangan pemerintah terhadap kebijakan dedolarisasi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (25/3/2025).

Indonesia sebetulnya sudah banyak melakukan kebijakan semacam dedolarisasi. Anggota Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Mari Elka Pangestu pernah mengungkapkan sejauh ini sudah memiliki inisiatif yang sama, mengurangi transaksi dengan dolar AS.

Indonesia sudah memiliki kebijakan Local Currency Settlement (LCS) dengan beberapa negara, salah satunya dengan China. Upaya ini sudah dilakukan jauh hari sebelum Indonesia jadi anggota BRICS.

“Sebetulnya sudah mempunyai inisiatif-inisiatif seperti itu. Seperti LCS, Local Currency Settlement, misalnya kita mau berdagang dengan Tiongkok, kita nggak usah dari rupiah ke dolar baru ke yuan. Kita sebetulnya sekarang sudah bisa dari rupiah ke yuan,” beber Mari di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (7/1/2025) yang lalu.

Mari menyatakan dedolarisasi memang menjadi agenda utama BRICS. Namun, menurutnya sampai saat ini transaksi yang tidak menggunakan dolar AS di dunia masih kecil, artinya gerakan ini masih belum membesar dan tidak mungkin bisa jadi lebih besar.

Mari melanjutkan dengan masuknya Indonesia sebagai anggota BRICS memang ada kemungkinan bisa mempercepat kebijakan pengurangan penggunaan dolar AS. Hanya saja dalam waktu dekat ini, Mari meyakini dolar AS masih cukup dominan transaksinya di dunia.

“Jadi sebenarnya proses-proses itu sudah berjalan. Apakah BRICS akan membantu untuk itu dipercepat? Mungkin saja, tapi akan perlu waktu ya, karena kenyataannya dolar masih dominan di dalam transaksi maupun di dalam memegang aset,” sebut Mari.

Laporan: TIM

Arab Saudi brics Dedolarisasi Ethiopia Kelompok Negara Menkeu Menteri Keuangan Mesir NDB New Development Bank Sri Mulyani TintaOtentik.Co Uni Emirat Arab
Share. Facebook Twitter WhatsApp Email Copy Link
Previous ArticleTak Segan! Wawalkot Batam Tindak Tegas Penimbunan Sungai Permata Baloi
Next Article Ikut Gabung, Prabowo: NDB Bertujuan Kembangkan Ekonomi dan Lawan Kemiskinan
Irfan Kurniawan

Related Posts

Buka Puasa Bersama, IKPP dan PWI Tangsel Bangun Kolaborasi Berkelanjutan

5 March 2026

Bulog Ekspor Beras untuk Jemaah Haji ke Arab, Indonesia Unjuk Gigi Kualitas Pangan

5 March 2026

Indonesia Perkuat Posisi, Dari Fondasi Swasembada Menuju Pemain Ekspor Global

5 March 2026

Indonesia Ubah Strategi Impor LPG Pasca Serangan di Kilang Saudi

5 March 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Social Media
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Baca Juga
Regional

Buka Puasa Bersama, IKPP dan PWI Tangsel Bangun Kolaborasi Berkelanjutan

By tintaotentik.co5 March 20260

TintaOtentik.Co – PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (IKPP) Tangerang Mill mempererat hubungan kemitraan…

Bulog Ekspor Beras untuk Jemaah Haji ke Arab, Indonesia Unjuk Gigi Kualitas Pangan

5 March 2026

Indonesia Perkuat Posisi, Dari Fondasi Swasembada Menuju Pemain Ekspor Global

5 March 2026

Indonesia Ubah Strategi Impor LPG Pasca Serangan di Kilang Saudi

5 March 2026
logo-tintaotentik
Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • KONTAK KAMI

Copyright @ 2024 Tintaotentik. All right reserved

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.