Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
logo-tintaotentik
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • NASIONAL

    Tak Mengeles Biaya PSEL Tangsel Rp140 Miliar, Wali Kota Benyamin: Insya Allah Cukup

    22 July 2026 No Comments

    Miris! Atlet Bela Indonesia di Swedia Gagal Masuk SMA Negeri di Tangsel

    22 July 2026 No Comments

    Satu Bulan Evaluasi MBG, BGN Bongkar Data Penerima hingga Ubah Anggaran SPPG

    21 July 2026 No Comments

    Rekayasa Rekening Koran hingga SOP, Para Tersangka Korupsi Batu Bara PLN Ditahan

    21 July 2026 No Comments

    Rencana Prabowo Putus Tengkulak Lewat Kopdes: Selamatkan Potensi Uang Rakyat Rp313 Triliun

    21 July 2026 No Comments
  • SEMUA
    • Artis Dan Entertainment
    • Ekonomi
    • Hiburan
    • Hukum
    • Nasional
    • Olahraga
    • Opini
    • Politik
    • Regional
    • Sosial Budaya
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • SEMUA
    • ARTIS DAN ENTERTAINMENT
    • EKONOMI
    • HIBURAN
    • HUKUM
    • NASIONAL
    • OLAHRAGA
    • REGIONAL
    • POLITIK
    • OPINI
    • SOSIAL BUDAYA
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • Artis Dan Entertainment
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Hukum
  • Interior
  • Internasional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Regional
  • Sosial Budaya
Home»Ekonomi»Sri Mulyani Akan Terus Pantau Dampak Dedolarisasi Terhadap Ekonomi Indonesia

Sri Mulyani Akan Terus Pantau Dampak Dedolarisasi Terhadap Ekonomi Indonesia

0
By Irfan Kurniawan on 27 March 2025 Ekonomi, Internasional, Nasional


TintaOtentik.Co – Hubungan Indonesia dengan kelompok negara BRICS makin erat.

Indonesia mendeklarasikan diri untuk masuk menjadi anggota New Development Bank (NDB) yang merupakan bank pembangunan besutan negara BRICS.

BRICS adalah kelompok negara berkembang dengan keanggotaan yang terdiri dari Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan (South Africa).

Indonesia menyusul Iran, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Ethiopia, dan Mesir sebagai anggota baru.

Salah satu kebijakan BRICS adalah mendorong pengurangan penggunaan dolar Amerika Serikat (AS) alias dedolarisasi. Lantas, dengan makin eratnya hubungan BRICS bagaimana Indonesia memandang kebijakan dedolarisasi?

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati turut bersuara soal hal ini. Pihaknya masih akan terus memantau dampak dari dedolarisasi ke ekonomi Indonesia.

“Nanti saya lihat, nanti ya,” jelasnya saat ditanya soal pandangan pemerintah terhadap kebijakan dedolarisasi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (25/3/2025).

Indonesia sebetulnya sudah banyak melakukan kebijakan semacam dedolarisasi. Anggota Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Mari Elka Pangestu pernah mengungkapkan sejauh ini sudah memiliki inisiatif yang sama, mengurangi transaksi dengan dolar AS.

Indonesia sudah memiliki kebijakan Local Currency Settlement (LCS) dengan beberapa negara, salah satunya dengan China. Upaya ini sudah dilakukan jauh hari sebelum Indonesia jadi anggota BRICS.

“Sebetulnya sudah mempunyai inisiatif-inisiatif seperti itu. Seperti LCS, Local Currency Settlement, misalnya kita mau berdagang dengan Tiongkok, kita nggak usah dari rupiah ke dolar baru ke yuan. Kita sebetulnya sekarang sudah bisa dari rupiah ke yuan,” beber Mari di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (7/1/2025) yang lalu.

Mari menyatakan dedolarisasi memang menjadi agenda utama BRICS. Namun, menurutnya sampai saat ini transaksi yang tidak menggunakan dolar AS di dunia masih kecil, artinya gerakan ini masih belum membesar dan tidak mungkin bisa jadi lebih besar.

Mari melanjutkan dengan masuknya Indonesia sebagai anggota BRICS memang ada kemungkinan bisa mempercepat kebijakan pengurangan penggunaan dolar AS. Hanya saja dalam waktu dekat ini, Mari meyakini dolar AS masih cukup dominan transaksinya di dunia.

“Jadi sebenarnya proses-proses itu sudah berjalan. Apakah BRICS akan membantu untuk itu dipercepat? Mungkin saja, tapi akan perlu waktu ya, karena kenyataannya dolar masih dominan di dalam transaksi maupun di dalam memegang aset,” sebut Mari.

Laporan: TIM

Arab Saudi brics Dedolarisasi Ethiopia Kelompok Negara Menkeu Menteri Keuangan Mesir NDB New Development Bank Sri Mulyani TintaOtentik.Co Uni Emirat Arab
Share. Facebook Twitter WhatsApp Email Copy Link
Previous ArticleTak Segan! Wawalkot Batam Tindak Tegas Penimbunan Sungai Permata Baloi
Next Article Ikut Gabung, Prabowo: NDB Bertujuan Kembangkan Ekonomi dan Lawan Kemiskinan
Irfan Kurniawan

Related Posts

Tak Mengeles Biaya PSEL Tangsel Rp140 Miliar, Wali Kota Benyamin: Insya Allah Cukup

22 July 2026

Miris! Atlet Bela Indonesia di Swedia Gagal Masuk SMA Negeri di Tangsel

22 July 2026

Satu Bulan Evaluasi MBG, BGN Bongkar Data Penerima hingga Ubah Anggaran SPPG

21 July 2026

Rekayasa Rekening Koran hingga SOP, Para Tersangka Korupsi Batu Bara PLN Ditahan

21 July 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Social Media
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Baca Juga
Politik

Tak Mengeles Biaya PSEL Tangsel Rp140 Miliar, Wali Kota Benyamin: Insya Allah Cukup

By tintaotentik.co22 July 20260

TintaOtentik.Co – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) mengalokasikan anggaran sebesar Rp140 miliar dari APBD…

 

 

 

 

 

Miris! Atlet Bela Indonesia di Swedia Gagal Masuk SMA Negeri di Tangsel

22 July 2026

Satu Bulan Evaluasi MBG, BGN Bongkar Data Penerima hingga Ubah Anggaran SPPG

21 July 2026

Rekayasa Rekening Koran hingga SOP, Para Tersangka Korupsi Batu Bara PLN Ditahan

21 July 2026
logo-tintaotentik
Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • KONTAK KAMI

Copyright @ 2024 Tintaotentik. All right reserved

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.