Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
logo-tintaotentik
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • NASIONAL

    Pasar Ciputat Tak Kunjung Tuntas, Pemkot Tangsel Didesak Berani Tempuh Jalur Hukum

    23 April 2026 No Comments

    Stop KKN, Mahasiswa Bersama Masyarakat Dayak Desak Pemprov Kaltim Audit Seluruh Kebijakan

    23 April 2026 No Comments

    RI Miliki Cadangan Gas Raksasa 5 Triliun Kaki Kubik: Ditaksir Dapat Produksi 150.000 Barel

    23 April 2026 No Comments

    KPK Paparkan Titik Rawan Korupsi Terbanyak Sektor Pengadaan Barang dan Jasa

    23 April 2026 No Comments

    Susun Juknis, Dindikbud Tangsel Tetapkan 4 Jalur Mekanisme SPMB

    23 April 2026 No Comments
  • SEMUA
    • Artis Dan Entertainment
    • Ekonomi
    • Hiburan
    • Hukum
    • Nasional
    • Olahraga
    • Opini
    • Politik
    • Regional
    • Sosial Budaya
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • SEMUA
    • ARTIS DAN ENTERTAINMENT
    • EKONOMI
    • HIBURAN
    • HUKUM
    • NASIONAL
    • OLAHRAGA
    • REGIONAL
    • POLITIK
    • OPINI
    • SOSIAL BUDAYA
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • Artis Dan Entertainment
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Hukum
  • Interior
  • Internasional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Regional
  • Sosial Budaya
Beranda » Nasional

Gelontorkan Rp116 Triliun ke Fakfak, PT Pupuk Indonesia Ingin Memastikan Capaian Swasembada Pangan

0
By Irfan Kurniawan on 28 March 2025 Nasional


TintaOtentik.Co – PT Pupuk Indonesia mengalokasikan investasi sebesar Rp 116 triliun untuk membangun pabrik pupuk baru di Kabupaten Fakfak, Papua Barat.

Hal tersebut untuk meningkatkan kapasitas produksi nasional guna mendukung program prioritas pemerintah dan Kementerian BUMN dalam mencapai swasembada pangan nasional.

Direktur Utama PT Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, menyatakan bahwa pembangunan Kawasan Industri Pupuk Fakfak menjadi strategi utama untuk memperkuat ketahanan pangan.

“Penambahan kapasitas produksi ini penting untuk memastikan ketersediaan pupuk yang dibutuhkan guna mencapai swasembada pangan,” katanya dalam rilis resmi, Rabu (26/3/2025).

Rahmad menyampaikan bahwa keberhasilan Indonesia mencapai swasembada pangan pada 1984 didorong oleh pembangunan industri pupuk, seperti PT Pupuk Sriwidjaja Palembang pada 1959 dan PT Pabrik Iskandar Muda di Aceh pada 1982. Namun, sejak itu belum ada kawasan industri pupuk baru yang dibangun.

“Dengan proyeksi penduduk Indonesia mencapai 324 juta jiwa pada 2045, kebutuhan beras nasional diperkirakan naik menjadi 37 juta ton. Untuk mendukung hal ini, ketersediaan pupuk menjadi kunci utama,” ujarnya.

Rahmad menekankan bahwa pupuk menyumbang 62 persen terhadap produktivitas pertanian. Tanpa pasokan pupuk yang cukup, swasembada pangan sulit diwujudkan.

Investasi ini tidak hanya memperkuat sektor pertanian nasional tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat Fakfak dan Papua Barat, termasuk menciptakan ribuan lapangan kerja, mendorong pembangunan infrastruktur, dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi lokal.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Fakfak menyambut baik rencana tersebut. Ia optimis proyek ini akan mempermudah petani lokal dalam mengakses pupuk serta meningkatkan produktivitas sektor pertanian di wilayah tersebut.

Dengan terwujudnya Kawasan Industri Pupuk Fakfak, Indonesia diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani melalui ketersediaan pupuk yang lebih stabil dan terjangkau.

Laporan: Tim

Direktur Utama PT Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi ketahanan pangan Pabrik Pupuk Kabupaten Fakfak PT Pupuk Indonesia Sektor Pertanian swasembada pangan TintaOtentik.Co
Share. Facebook Twitter WhatsApp Email Copy Link
Previous ArticleLibur Lebaran, Pemkot Tangsel: Warga Jangan Segan Melapor Jika Ada Sampah Menumpuk
Next Article Perusahaan Prancis Diduga Cemari Perairan Indonesia, Menteri LH: Kami Tuntut!
Irfan Kurniawan

Related Posts

Pasar Ciputat Tak Kunjung Tuntas, Pemkot Tangsel Didesak Berani Tempuh Jalur Hukum

23 April 2026

Stop KKN, Mahasiswa Bersama Masyarakat Dayak Desak Pemprov Kaltim Audit Seluruh Kebijakan

23 April 2026

RI Miliki Cadangan Gas Raksasa 5 Triliun Kaki Kubik: Ditaksir Dapat Produksi 150.000 Barel

23 April 2026

KPK Paparkan Titik Rawan Korupsi Terbanyak Sektor Pengadaan Barang dan Jasa

23 April 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Social Media
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Baca Juga
Politik

Pasar Ciputat Tak Kunjung Tuntas, Pemkot Tangsel Didesak Berani Tempuh Jalur Hukum

By tintaotentik.co23 April 20260

TintaOtentik.Co – Polemik pengelolaan Pasar Ciputat yang hingga kini belum terselesaikan menuai sorotan serius. Ketidakjelasan…

 

Stop KKN, Mahasiswa Bersama Masyarakat Dayak Desak Pemprov Kaltim Audit Seluruh Kebijakan

23 April 2026

RI Miliki Cadangan Gas Raksasa 5 Triliun Kaki Kubik: Ditaksir Dapat Produksi 150.000 Barel

23 April 2026

KPK Paparkan Titik Rawan Korupsi Terbanyak Sektor Pengadaan Barang dan Jasa

23 April 2026
logo-tintaotentik
Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • KONTAK KAMI

Copyright @ 2024 Tintaotentik. All right reserved

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.