Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
logo-tintaotentik
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • NASIONAL

    Sentilan Eks Menteri Muhammad Lutfi: Kekayaan Alam Indonesia Dikeruk, Untungnya Mengalir ke Singapura?

    21 October 2026 No Comments

    BPK Soroti 12 Pemda Gagal Maksimalkan Pajak BPHTB dari Program PTSL

    21 October 2026 No Comments

    Warga Serpong Lagoon Terjangkit Bakteri: Wawalkot Tangsel Minta PT APS Ganti Rugi

    21 October 2026 No Comments

    Tower Telekomunikasi Diduga Ilegal Merebak Di Tangsel: Ancaman Keselamatan dan Pertaruhan Wibawa Pemerintah

    21 October 2026 No Comments

    DPRD Tangsel Soroti Sepinya Pasar Gintung, Libatkan Pedagang dalam Rencana Penataan

    20 October 2026 No Comments
  • SEMUA
    • Artis Dan Entertainment
    • Ekonomi
    • Hiburan
    • Hukum
    • Nasional
    • Olahraga
    • Opini
    • Politik
    • Regional
    • Sosial Budaya
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • SEMUA
    • ARTIS DAN ENTERTAINMENT
    • EKONOMI
    • HIBURAN
    • HUKUM
    • NASIONAL
    • OLAHRAGA
    • REGIONAL
    • POLITIK
    • OPINI
    • SOSIAL BUDAYA
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • Artis Dan Entertainment
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Hukum
  • Interior
  • Internasional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Regional
  • Sosial Budaya
Home»Nasional»Gelontorkan Rp116 Triliun ke Fakfak, PT Pupuk Indonesia Ingin Memastikan Capaian Swasembada Pangan

Gelontorkan Rp116 Triliun ke Fakfak, PT Pupuk Indonesia Ingin Memastikan Capaian Swasembada Pangan

0
By Irfan Kurniawan on 28 March 2025 Nasional


TintaOtentik.Co – PT Pupuk Indonesia mengalokasikan investasi sebesar Rp 116 triliun untuk membangun pabrik pupuk baru di Kabupaten Fakfak, Papua Barat.

Hal tersebut untuk meningkatkan kapasitas produksi nasional guna mendukung program prioritas pemerintah dan Kementerian BUMN dalam mencapai swasembada pangan nasional.

Direktur Utama PT Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, menyatakan bahwa pembangunan Kawasan Industri Pupuk Fakfak menjadi strategi utama untuk memperkuat ketahanan pangan.

“Penambahan kapasitas produksi ini penting untuk memastikan ketersediaan pupuk yang dibutuhkan guna mencapai swasembada pangan,” katanya dalam rilis resmi, Rabu (26/3/2025).

Rahmad menyampaikan bahwa keberhasilan Indonesia mencapai swasembada pangan pada 1984 didorong oleh pembangunan industri pupuk, seperti PT Pupuk Sriwidjaja Palembang pada 1959 dan PT Pabrik Iskandar Muda di Aceh pada 1982. Namun, sejak itu belum ada kawasan industri pupuk baru yang dibangun.

“Dengan proyeksi penduduk Indonesia mencapai 324 juta jiwa pada 2045, kebutuhan beras nasional diperkirakan naik menjadi 37 juta ton. Untuk mendukung hal ini, ketersediaan pupuk menjadi kunci utama,” ujarnya.

Rahmad menekankan bahwa pupuk menyumbang 62 persen terhadap produktivitas pertanian. Tanpa pasokan pupuk yang cukup, swasembada pangan sulit diwujudkan.

Investasi ini tidak hanya memperkuat sektor pertanian nasional tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat Fakfak dan Papua Barat, termasuk menciptakan ribuan lapangan kerja, mendorong pembangunan infrastruktur, dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi lokal.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Fakfak menyambut baik rencana tersebut. Ia optimis proyek ini akan mempermudah petani lokal dalam mengakses pupuk serta meningkatkan produktivitas sektor pertanian di wilayah tersebut.

Dengan terwujudnya Kawasan Industri Pupuk Fakfak, Indonesia diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani melalui ketersediaan pupuk yang lebih stabil dan terjangkau.

Laporan: Tim

Direktur Utama PT Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi ketahanan pangan Pabrik Pupuk Kabupaten Fakfak PT Pupuk Indonesia Sektor Pertanian swasembada pangan TintaOtentik.Co
Share. Facebook Twitter WhatsApp Email Copy Link
Previous ArticleLibur Lebaran, Pemkot Tangsel: Warga Jangan Segan Melapor Jika Ada Sampah Menumpuk
Next Article Perusahaan Prancis Diduga Cemari Perairan Indonesia, Menteri LH: Kami Tuntut!
Irfan Kurniawan

Related Posts

Sentilan Eks Menteri Muhammad Lutfi: Kekayaan Alam Indonesia Dikeruk, Untungnya Mengalir ke Singapura?

21 October 2026

BPK Soroti 12 Pemda Gagal Maksimalkan Pajak BPHTB dari Program PTSL

21 October 2026

Warga Serpong Lagoon Terjangkit Bakteri: Wawalkot Tangsel Minta PT APS Ganti Rugi

21 October 2026

Tower Telekomunikasi Diduga Ilegal Merebak Di Tangsel: Ancaman Keselamatan dan Pertaruhan Wibawa Pemerintah

21 October 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Social Media
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Baca Juga
Ekonomi

Sentilan Eks Menteri Muhammad Lutfi: Kekayaan Alam Indonesia Dikeruk, Untungnya Mengalir ke Singapura?

By Sulis21 October 20260

TintaOtentik.co – Panggung publik dihebohkan dengan pernyataan tajam dari pengusaha sekaligus mantan Menteri Perdagangan dan…

BPK Soroti 12 Pemda Gagal Maksimalkan Pajak BPHTB dari Program PTSL

21 October 2026

Warga Serpong Lagoon Terjangkit Bakteri: Wawalkot Tangsel Minta PT APS Ganti Rugi

21 October 2026

Tower Telekomunikasi Diduga Ilegal Merebak Di Tangsel: Ancaman Keselamatan dan Pertaruhan Wibawa Pemerintah

21 October 2026
logo-tintaotentik
Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • KONTAK KAMI

Copyright @ 2024 Tintaotentik. All rightĀ reserved

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.