Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
logo-tintaotentik
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • NASIONAL

    BPJS Nonaktif, Upah Gak Dibayar, Eks Pegawai PT Rajawali Adukan ke Disnaker Tangsel

    10 June 2026 No Comments

    Tok! Pertamax Naik Rp16.250, BBM Subsidi Stabil, Ini Penjelasannya

    10 June 2026 No Comments

    Di Tengah Isu Ekonomi, Antusiasme Belanja Tetap Tinggi dan Kunjungan Mal Stabil

    10 June 2026 No Comments

    Terancam Digusur, Ratusan Warga Situ Rompong Bakal Gelar Unjuk Rasa ke Kejari Tangsel

    10 June 2026 No Comments

    KNPI Tangsel Cetak Inovasi Luncurkan Brand Outfit “KNPI Creative Industries”

    9 June 2026 No Comments
  • SEMUA
    • Artis Dan Entertainment
    • Ekonomi
    • Hiburan
    • Hukum
    • Nasional
    • Olahraga
    • Opini
    • Politik
    • Regional
    • Sosial Budaya
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • SEMUA
    • ARTIS DAN ENTERTAINMENT
    • EKONOMI
    • HIBURAN
    • HUKUM
    • NASIONAL
    • OLAHRAGA
    • REGIONAL
    • POLITIK
    • OPINI
    • SOSIAL BUDAYA
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • Artis Dan Entertainment
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Hukum
  • Interior
  • Internasional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Regional
  • Sosial Budaya
Beranda » Ekonomi

Moody’s Tuding Ekonomi Indonesia Lemah, Sri Mulyani: Tidak Benar! Neraca Perdagangan Kita Bagus

0
By Irfan Kurniawan on 1 April 2025 Ekonomi, Nasional

TintaOtentik.Co – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyikapi penilaian lembaga pemeringkat Moody’s tentang ekonomi Indonesia. Penilaian Moody’s menyebutkan ekonomi dan fiskal Indonesia mengalami pelemahan.

Sri Mulyani tegaskan bahwa indikator-indikator perekonomian Indonesia menunjukkan kondisi yang baik.

Berikut adalah fakta mengenai Sri Mulyani menyikapi penilaian Moody’s, dilansir dari rangkuman OkeZone, dikutip Senin, (31/3/2025).

1. Indikator Ekonomi RI

Sri Mulyani berjanji akan menyampaikan data dan indikator perekonomian yang menunjukkan kinerja positif Indonesia. Ia menyoroti beberapa indikator utama seperti Indeks Manajer Pembelian (PMI) dan neraca perdagangan.

“Indonesia bagus, nanti indikatornya kita sampaikan. PMI kita bagus, neraca perdagangan kita bagus jadi kita bisa sampaikan nanti ya,” kata Sri Mulyani.

2. Penilaian Moody’s

Moody’s dalam laporan terbarunya menyebutkan bahwa pertumbuhan ekonomi dan kondisi fiskal Indonesia mengalami pelemahan.

Moody’s menyoroti beberapa faktor yang berpotensi menghambat pertumbuhan ekonomi Indonesia, seperti memperlambat perekonomian global dan memperlambat beberapa negara mitra dagang utama. Selain itu, Moody’s juga menyoroti tantangan dalam meningkatkan investasi dan produktivitas di Indonesia.

Dalam kondisi fiskal, Moody’s menyoroti tekanan pada anggaran negara akibat peningkatan belanja pemerintah, terutama untuk subsidi dan bantuan sosial. Mereka juga menyoroti risiko peningkatan utang pemerintah dan dampaknya terhadap stabilitas fiskal.

Untuk faktor eksternal, Moody’s menyoroti potensi dampak kebijakan perdagangan Amerika Serikat dan mempengaruhi geopolitik global terhadap perekonomian Indonesia. Meskipun demikian, Moody’s juga mengakui bahwa Indonesia memiliki fundamental ekonomi yang kuat dan potensi pertumbuhan jangka panjang yang baik.

3. Tanggapan Gubernur BI

Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo menyatakan bahwa kepercayaan Moody’s terhadap resiliensi ekonomi Indonesia mencerminkan keyakinan dunia internasional terhadap fundamental ekonomi nasional.

“Kepercayaan Moody’s terhadap resiliensi ekonomi Indonesia menjadi salah satu indikator positif yang mencerminkan keyakinan dunia internasional terhadap fundamental ekonomi Indonesia yang solid, di tengah tingginya penjualan keuangan global,” ujar Perry.

Laporan: Tim

Ekonomi Indonesia Indikator Perekonomi Indonesia Kondisi Ekonomi Indonesia Menkeu Menteri Keuangan Moodys Perekonomian Indonesia Sri Mulyani TintaOtentik.Co
Share. Facebook Twitter WhatsApp Email Copy Link
Previous ArticleSerapan Gabah 725 Ribu Ton, Bulog Pastikan Harga Gabah Rp6.500 Perkilo, Petani Tak Merugi
Next Article Disperindag Tangsel Akui Beberapa Pasar Belum Standar Nasional
Irfan Kurniawan

Related Posts

BPJS Nonaktif, Upah Gak Dibayar, Eks Pegawai PT Rajawali Adukan ke Disnaker Tangsel

10 June 2026

Tok! Pertamax Naik Rp16.250, BBM Subsidi Stabil, Ini Penjelasannya

10 June 2026

Di Tengah Isu Ekonomi, Antusiasme Belanja Tetap Tinggi dan Kunjungan Mal Stabil

10 June 2026

Terancam Digusur, Ratusan Warga Situ Rompong Bakal Gelar Unjuk Rasa ke Kejari Tangsel

10 June 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Social Media
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Baca Juga
Hukum

BPJS Nonaktif, Upah Gak Dibayar, Eks Pegawai PT Rajawali Adukan ke Disnaker Tangsel

By tintaotentik.co10 June 20260

TintaOtentik.Co – Perselisihan hubungan industrial antara mantan pekerja dan PT Rajawali Parama Konstruksi kini memasuki…

 

 

 

Tok! Pertamax Naik Rp16.250, BBM Subsidi Stabil, Ini Penjelasannya

10 June 2026

Di Tengah Isu Ekonomi, Antusiasme Belanja Tetap Tinggi dan Kunjungan Mal Stabil

10 June 2026

Terancam Digusur, Ratusan Warga Situ Rompong Bakal Gelar Unjuk Rasa ke Kejari Tangsel

10 June 2026
logo-tintaotentik
Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • KONTAK KAMI

Copyright @ 2024 Tintaotentik. All right reserved

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.