Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
logo-tintaotentik
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • NASIONAL

    Reshuffle Kabinet Prabowo: Dudung, Kadir Karding Hingga Jumhur Hidayat Dilantik

    27 April 2026 No Comments

    DJP Andalkan ‘Coretax’ Jawab Rapor Merah Pengawasan dari BPK

    27 April 2026 No Comments

    Polemik Tarif Selat Malaka, Kemlu: Indonesia Tegak Lurus Kepada UNCLOS

    27 April 2026 No Comments

    Cabor Angkat Berat Tak Dilibatkan Porprov, KONI Tangsel: Masih Nunggu Arahan Provinsi

    27 April 2026 No Comments

    Koperasi Merah Putih Parigi Gelar RAT, Dinkop Tangsel Siap Fasilitasi Pendampingan

    27 April 2026 No Comments
  • SEMUA
    • Artis Dan Entertainment
    • Ekonomi
    • Hiburan
    • Hukum
    • Nasional
    • Olahraga
    • Opini
    • Politik
    • Regional
    • Sosial Budaya
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • SEMUA
    • ARTIS DAN ENTERTAINMENT
    • EKONOMI
    • HIBURAN
    • HUKUM
    • NASIONAL
    • OLAHRAGA
    • REGIONAL
    • POLITIK
    • OPINI
    • SOSIAL BUDAYA
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • Artis Dan Entertainment
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Hukum
  • Interior
  • Internasional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Regional
  • Sosial Budaya
Beranda » Internasional

Tegas! Menteri Luar Negeri Tolak Negara Lain Bangun Pangkalan Militer di Indonesia

0
By Irfan Kurniawan on 17 April 2025 Internasional, Politik



TintaOtentik.Co – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI juga mengeluarkan pernyataan terkait isu Rusia tengah berupaya menempatkan pesawat jarak jauhnya di Biak, Papua.

Kemlu juga menepis rumor Rusia membangun pangkalan militer di Papua.

“Indonesia tidak pernah memberikan izin kepada negara mana pun untuk membangun atau memiliki pangkalan militer di Indonesia,” kata Juru Bicara Kemlu, Rolliansyah (Roy) Soemirat, Rabu (16/4/2025).

Dia mengatakan Indonesia menganut asas politik luar negeri (polugri) bebas aktif. Indonesia mengizinkan kapal atau pesawat militer negara lain berkunjung jika dalam misi damai.

Indonesia sebagai negara yang memiliki tradisi polugri yang bebas aktif akan menerima dan mengijinkan pesawat atau kapal militer negara lain dalam misi damai untuk berkunjung ke Indonesia,” katanya.

Roy juga bicara soal rencana pembangunan situs peluncuran satelit di Biak, Papua. Dia mengatakan rencana tersebut belum berjalan.

“Indonesia memiliki rencana untuk membangun tempat peluncuran satelit di Biak. Pembicaraan mengenai hal tersebut telah dimulai beberapa tahun yang lalu namun belum sampai kepada keputusan apapun,” katanya.


Kemhan Bantah Isu Rusia Minta Tempat Pesawat

Sebelumnya, Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI memberi penjelasan terkait isu Rusia yang tengah berupaya menempatkan pesawat jarak jauhnya di Pangkalan Angkatan Udara Manuhua di Biak Numfor, Provinsi Papua. Kemhan mengatakan isu tersebut tidak benar.

“Terkait pemberitaan tentang usulan penggunaan pangkalan Indonesia oleh Rusia, Kemhan mengklarifikasi bahwa berita tersebut tidak benar,” kata Karo Info Pertahanan (Infohan) Setjen Kemenhan RI, Brigjen TNI Frega Wenas Inkiriwang, saat dihubungi, Selasa (15/4).

Dia mengungkapkan, kerja sama yang sudah terjalin antara Pemerintah Indonesia dan Rusia. Menhan RI Sjafrie Sjamsoeddin sebelumnya juga sudah melakukan pertemuan dengan Sekretaris Dewan Keamanan Federasi Rusia/Secretary of the Security Council on the Russian Federation di kantor Kemhan RI, Jakarta pada Selasa (25/2) lalu.

Kedua negara berkomitmen mengeksplorasi kolaborasi mendalam dalam kerja sama teknologi militer, didasarkan pada pengakuan bersama atas manfaat strategis dari kemitraan teknologi dan pertukaran keahlian. Langkah ini diharapkan memperkuat kemampuan militer serta mendorong modernisasi pertahanan kedua negara.

Sebagai bagian dari komitmen ini, Indonesia dan Rusia akan menjajaki peluang untuk berkolaborasi melalui Forum Kerja Sama Teknis Militer yang dikenal sebagai Komisi antarpemerintah untuk Kerja Sama Teknis Militer. Forum ini menjadi wadah utama dalam membahas berbagai inisiatif kerja sama.

Selain itu, kedua negara menjalin forum konsultasi untuk koordinasi pada rencana kegiatan kerja sama militer tahun 2025. Sebagai bagian dari forum ini, Kementerian Pertahanan RI berencana mengirim delegasi ke Rusia guna membahas kerja sama pertahanan yang direncanakan untuk 2026.

Laporan: Tim

Australia Kementerian Luar Negeri Kemlu menlu Pangkalan Militer Pangkalan Militer Indonesia Papua Rusia TintaOtentik.Co
Share. Facebook Twitter WhatsApp Email Copy Link
Previous ArticleBertemu Panglima Tentara Malaysia, Kemenhan Bangun Kerja Sama Kendaraan Taktis dan Pertukaran Personil
Next Article RUU Perampasan Aset Tak Kunjung Dibahas, Menteri Hukum: Imbas Persoalan Politik
Irfan Kurniawan

Related Posts

Reshuffle Kabinet Prabowo: Dudung, Kadir Karding Hingga Jumhur Hidayat Dilantik

27 April 2026

DJP Andalkan ‘Coretax’ Jawab Rapor Merah Pengawasan dari BPK

27 April 2026

Polemik Tarif Selat Malaka, Kemlu: Indonesia Tegak Lurus Kepada UNCLOS

27 April 2026

Cabor Angkat Berat Tak Dilibatkan Porprov, KONI Tangsel: Masih Nunggu Arahan Provinsi

27 April 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Social Media
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Baca Juga
Nasional

Reshuffle Kabinet Prabowo: Dudung, Kadir Karding Hingga Jumhur Hidayat Dilantik

By tintaotentik.co27 April 20260

TintaOtentik.Co – Presiden Prabowo Subianto kembali melakukan kocok ulang atau reshuffle Kabinet Merah Putih pada,…

 

DJP Andalkan ‘Coretax’ Jawab Rapor Merah Pengawasan dari BPK

27 April 2026

Polemik Tarif Selat Malaka, Kemlu: Indonesia Tegak Lurus Kepada UNCLOS

27 April 2026

Cabor Angkat Berat Tak Dilibatkan Porprov, KONI Tangsel: Masih Nunggu Arahan Provinsi

27 April 2026
logo-tintaotentik
Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • KONTAK KAMI

Copyright @ 2024 Tintaotentik. All right reserved

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.