Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
logo-tintaotentik
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • NASIONAL

    Gelar FGD, Yayasan Syarif Hidayatullah Nyatakan Kepemilikan Lahan TKIP-SDIP Pamulang

    8 September 2026 No Comments

    HIMAPOLINDO Gelar Rakernas 2026 di UMJ, Dorong Ekonomi Kerakyatan Sesuai Pasal 33 UUD 1945

    8 September 2026 No Comments

    Belanja Barang dan Jasa Naik Rp159 Miliar, Fraksi PDIP Tangsel Pertanyakan Siapa Penerima Manfaatnya!

    8 September 2026 No Comments

    Serap Aspirasi JKN, Dewas BPJS Kesehatan Tegaskan Layanan Harus Setara Tanpa Diskriminasi

    8 September 2026 No Comments

    Dana Bencana Disiapkan Rp1 Triliun, Menkeu: Ada Permintaan, Bisa Ditambah

    8 September 2026 No Comments
  • SEMUA
    • Artis Dan Entertainment
    • Ekonomi
    • Hiburan
    • Hukum
    • Nasional
    • Olahraga
    • Opini
    • Politik
    • Regional
    • Sosial Budaya
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • SEMUA
    • ARTIS DAN ENTERTAINMENT
    • EKONOMI
    • HIBURAN
    • HUKUM
    • NASIONAL
    • OLAHRAGA
    • REGIONAL
    • POLITIK
    • OPINI
    • SOSIAL BUDAYA
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • Artis Dan Entertainment
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Hukum
  • Interior
  • Internasional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Regional
  • Sosial Budaya
Home»Ekonomi»PR Program Sekolah Gratis: Wamendikdasmen Dorong Refocusing Anggaran, Penuhi Target 20% di Beberapa Daerah

PR Program Sekolah Gratis: Wamendikdasmen Dorong Refocusing Anggaran, Penuhi Target 20% di Beberapa Daerah

0
By Sulis on 27 June 2025 Ekonomi, Nasional, Sosial Budaya

TintaOtentik.Co – Implementasi sekolah SD-SMP gratis sebagaimana diamanatkan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) ternyata masih memiliki tantangan besar, terlebih terkait anggaran pendidikan.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) mengatakan anggaran Kemendikdasmen belum cukup untuk mewujudkannya. Namun, jika dana diambil dari alokasi anggaran APBN pendidikan, maka bisa saja terpenuhi.

Dalam hal tersebut pemerintah daerah menjadi penerima anggaran pendidikan terbesar dari APBN. Sehingga Atip meminta seluruh dana itu harus benar-benar disalurkan untuk kebutuhan pendidikan.

“Dari tabel ini bisa kita lihat, masih terdapat daerah yang belum memenuhi 20% dari APBD-nya untuk anggaran pendidikannya sebagaimana amanat konstitusi untuk pemerintah,” ujar Atip.

Adapun daerah-daerah yang belum mengoptimalkan 20 persen anggaran tersebut menurut data tahun 2023, antara lain Papua (4,7%), Papua Barat (5,9%), Papua Barat Daya (8,1%), Papua Pegunungan (10,9%), Papua Selatan (13,8%), Jambi (18,5%), Kalimantan Tengah (18,8%), dan Kalimantan Timur (19,9%).

Atip mewanti-wanti ini kepada pemerintah daerah karena mengingat anggaran Kemendikdasmen jauh dari kata cukup untuk memenuhi biaya sekolah swasta.

Pemda sendiri mendapat transfer anggaran Rp 347,09 triliun, sedangkan Kemendikdasmen hanya Rp 33,55 triliun.

“Mengenai wajib belajar pendidikan dasar dan menengah itu sesuatu yang sudah tidak ada perdebatan sama sekali. Nah, tetapi, titik masalahnya adalah bagaimana mengimplementasikannya itu dengan postur dan anggaran seperti ini,” ungkap keresehan Atip.

Atip menyebut perlu ada refocusing struktur anggaran pendidikan. Selain itu, sumber dana sekolah gratis menurutnya bisa berasal dari berbagai pihak baik itu masyarakat atau pemerintah.

“Artinya penyelenggaraan pendidikan yang dilakukan oleh swasta dapat bersumber dari penyelenggara dari masyarakat, pemerintah, pemerintah daerah atau sumber lain,” imbuh Atip.

Kemendikdasmen pun telah memetakan dua skenario pembiayaan sekolah swasta. Skenario 1 semua sekolah swasta digratiskan, skenario 2 hanya sekolah swasta terseleksi saja.

“Itu pemenuhan akan dilakukan secara bertahap dengan tetap memperhatikan kemampuan fiskal pemerintah agar kebijakan pembiayaan dapat dijalankan secara berkelanjutan tanpa mengganggu stabilitas anggaran,” tutur Atip.

Ke depannya, Kemendikdasmen akan berkoordinasi dengan kementerian lain maupun pemerintah daerah dalam membedah dana dukungan sekolah swasta gratis.

“Untuk itu kami akan melakukan beberapa langkah sebagai berikut, yaitu kami akan melakukan koordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait untuk melakukan penataan ulang dan refocusing anggaran,” pungkas Atip.

Anggaran Pendidikan apbd Kemendikdasmen Pemda Pemerintah Daerah Pendidikan Dasar Refousing Anggaran sekolah gratis TintaOtentik.Co Wajib Belajar Wamendikdasmen
Share. Facebook Twitter WhatsApp Email Copy Link
Previous ArticleDewan PKS Banten Budi Prajogo Diduga Titip Siswa SPMB Pakai Memo Resmi
Next Article Pemilu Nasional-Daerah Dipisah, Jangan Sampai Perlebar Kordinasi Pusat dan Daerah
Sulis

Related Posts

Gelar FGD, Yayasan Syarif Hidayatullah Nyatakan Kepemilikan Lahan TKIP-SDIP Pamulang

8 September 2026

HIMAPOLINDO Gelar Rakernas 2026 di UMJ, Dorong Ekonomi Kerakyatan Sesuai Pasal 33 UUD 1945

8 September 2026

Belanja Barang dan Jasa Naik Rp159 Miliar, Fraksi PDIP Tangsel Pertanyakan Siapa Penerima Manfaatnya!

8 September 2026

Serap Aspirasi JKN, Dewas BPJS Kesehatan Tegaskan Layanan Harus Setara Tanpa Diskriminasi

8 September 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Social Media
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Baca Juga
Gaya Hidup

Gelar FGD, Yayasan Syarif Hidayatullah Nyatakan Kepemilikan Lahan TKIP-SDIP Pamulang

By tintaotentik.co8 September 20260

TintaOtentik.Co – Pengurus Yayasan Syarif Hidayatullah (YSH) membeberkan bukti legalitas atas klaim tanah dan bangunan…

 

HIMAPOLINDO Gelar Rakernas 2026 di UMJ, Dorong Ekonomi Kerakyatan Sesuai Pasal 33 UUD 1945

8 September 2026

Belanja Barang dan Jasa Naik Rp159 Miliar, Fraksi PDIP Tangsel Pertanyakan Siapa Penerima Manfaatnya!

8 September 2026

Serap Aspirasi JKN, Dewas BPJS Kesehatan Tegaskan Layanan Harus Setara Tanpa Diskriminasi

8 September 2026
logo-tintaotentik
Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • KONTAK KAMI

Copyright @ 2024 Tintaotentik. All right reserved

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.