Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
logo-tintaotentik
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • NASIONAL

    Satu Bulan Evaluasi MBG, BGN Bongkar Data Penerima hingga Ubah Anggaran SPPG

    21 July 2026 No Comments

    Rekayasa Rekening Koran hingga SOP, Para Tersangka Korupsi Batu Bara PLN Ditahan

    21 July 2026 No Comments

    Rencana Prabowo Putus Tengkulak Lewat Kopdes: Selamatkan Potensi Uang Rakyat Rp313 Triliun

    21 July 2026 No Comments

    Jajaran TNI-POLRI Akui Rela Anggarannya Dipangkas Demi Mengurangi Kemiskinan Indonesia

    20 July 2026 No Comments

    Gelontorkan Uang Kisaran Rp11 Miliar, Pemkot Tangsel Bakal Bentuk Perseroda Pasar

    20 July 2026 No Comments
  • SEMUA
    • Artis Dan Entertainment
    • Ekonomi
    • Hiburan
    • Hukum
    • Nasional
    • Olahraga
    • Opini
    • Politik
    • Regional
    • Sosial Budaya
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • SEMUA
    • ARTIS DAN ENTERTAINMENT
    • EKONOMI
    • HIBURAN
    • HUKUM
    • NASIONAL
    • OLAHRAGA
    • REGIONAL
    • POLITIK
    • OPINI
    • SOSIAL BUDAYA
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • Artis Dan Entertainment
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Hukum
  • Interior
  • Internasional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Regional
  • Sosial Budaya
Home»Internasional»Blok BRICS Dorong Mata Uang Non AS, Negara Asia Sepakat Adopsi Mata Uang Regional

Blok BRICS Dorong Mata Uang Non AS, Negara Asia Sepakat Adopsi Mata Uang Regional

0
By Irfan Kurniawan on 28 May 2025 Internasional, Politik

TintaOtentik.Co – Gelombang dedolarisasi sedang melanda dunia. Lebih dari 70 negara kini secara aktif mengurangi penggunaan dolar Amerika Serikat (AS) dalam perdagangan internasional.

Fenomena tersebut menandai perubahan besar dalam lanskap keuangan global, sekaligus menjadi tantangan serius terhadap dominasi moneter AS sejak Perang Dunia II.

Tren ini terlihat jelas di kawasan ASEAN, di mana sejumlah negara mulai menerapkan penyelesaian transaksi dengan mata uang lokal. Selain itu, mereka juga mengembangkan sistem pembayaran alternatif untuk mengurangi ketergantungan pada dolar AS.

Di Eropa, sentimen serupa muncul ketika para pejabat bank sentral mempertanyakan ketergantungan mereka pada Federal Reserve (The Fed). Sementara itu, blok BRICS semakin agresif mendorong penggunaan mata uang non-AS dalam perdagangan bilateral.

Negara-negara ekonomi terbesar Asia termasuk Indonesia sepakat mengadopsi mekanisme pembiayaan cepat berbasis mata uang regional, terutama yuan China, menggantikan dolar AS. Keputusan ini diambil dalam pertemuan menteri keuangan ASEAN+3 di Milan, Italia.

“Ini langkah besar dalam mengurangi ketergantungan pada dolar,” ujar Kepala Ekonom Greater China di Standard Chartered Bank, Ding Shuang, dilansir dari Watcher Guru, Senin (26/5/2025).

Kelompok Persemakmuran Negara-Negara Merdeka (CIS) termasuk Rusia dan Kazakhstan, mencatatkan 85% transaksi lintas batas menggunakan mata uang lokal. Pencapaian ini menunjukkan keberhasilan koordinasi kebijakan moneter regional.

“Iran dan Rusia juga resmi menghapus dolar dalam perdagangan bilateral, beralih ke rubel dan rial. “Kami tidak lagi menggunakan dolar. Semua transaksi pakai mata uang kami,” tegas Mohammad Reza Farzin, Gubernur Bank Sentral Iran.

China juga semakin masif mempromosikan yuan, yang kini mendominasi 47% transaksi perdagangan global. Brasil bahkan telah membuka bank kliring yuan untuk memfasilitasi perdagangan dengan China.

Efek Dari Pasar Keuangan Global

Analis memperingatkan, gelombang dedolarisasi berpotensi melemahkan perekonomian AS.

“Ada risiko pergeseran besar aliran modal global,” tulis laporan Deutsche Bank.

Penurunan peringkat utang AS oleh Moody’s turut memperburuk sentimen pasar. “Dolar masih akan melemah lebih jauh,” prediksi Jan Hatzius, Ekonom Goldman Sachs.

Jika tren ini terus berlanjut, dominasi dolar AS sebagai mata uang global mungkin akan menghadapi tantangan terberat sejak Perang Dunia II. Negara-negara kini semakin berani mencari alternatif, menandai babak baru dalam sistem keuangan dunia.

Laporan: Tim

as asean brics China Dedolarisasi Dolar AS Gelombang Dedolarisasi Kawasan ASEAN Mata Uang Lokal Negara Asia Negara Eropa Perdagangan Internasional TintaOtentik.Co
Share. Facebook Twitter WhatsApp Email Copy Link
Previous ArticleBersih-bersih Pasar Ciputat, Wawalkot Tangsel Segera Kaji Peningkatan Kinerja TPS 3R Pasar Cantik
Next Article Berikan Penyertaan Modal Bank Banten, Gubernur Andra Soni: Insya Allah Bisa Tingkatkan PAD
Irfan Kurniawan

Related Posts

Rencana Prabowo Putus Tengkulak Lewat Kopdes: Selamatkan Potensi Uang Rakyat Rp313 Triliun

21 July 2026

Jajaran TNI-POLRI Akui Rela Anggarannya Dipangkas Demi Mengurangi Kemiskinan Indonesia

20 July 2026

Gelontorkan Uang Kisaran Rp11 Miliar, Pemkot Tangsel Bakal Bentuk Perseroda Pasar

20 July 2026

Tingkatkan Produksi Gula Nasional, menteri Amran Siap Percepat Peremajaan Tebu

20 July 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Social Media
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Baca Juga
Ekonomi

Satu Bulan Evaluasi MBG, BGN Bongkar Data Penerima hingga Ubah Anggaran SPPG

By Irfan Kurniawan21 July 20260

TintaOtentik.co – Badan Gizi Nasional (BGN) bergerak cepat merombak total tata kelola program Makan Bergizi…

 

 

 

 

 

Rekayasa Rekening Koran hingga SOP, Para Tersangka Korupsi Batu Bara PLN Ditahan

21 July 2026

Rencana Prabowo Putus Tengkulak Lewat Kopdes: Selamatkan Potensi Uang Rakyat Rp313 Triliun

21 July 2026

Jajaran TNI-POLRI Akui Rela Anggarannya Dipangkas Demi Mengurangi Kemiskinan Indonesia

20 July 2026
logo-tintaotentik
Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • KONTAK KAMI

Copyright @ 2024 Tintaotentik. All right reserved

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.