Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
logo-tintaotentik
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • NASIONAL

    KAI Siap Adopsi Solar Campur Sawit 50%, Dorong Kereta Api Rendah Emisi

    14 April 2026 No Comments

    Warga Serpong Terrace Datangi DPRD, Julham Firdaus Soroti Drainase dan Tata Kelola Lingkungan

    14 April 2026 No Comments

    Kemhan Nyatakan Soal AS Minta Akses Lintasi Ruang Udara RI Belum Miliki Kekuatan Hukum

    13 April 2026 No Comments

    Digarap OASA-BIPI, PSEL Tangsel Diharapkan Bisa Hasilkan Listrik 23,5 MW

    13 April 2026 No Comments

    Prabowo ke Rusia, Pastikan Pasokan Energi Nasional hingga Lirik Teknologi Nuklir

    13 April 2026 No Comments
  • SEMUA
    • Artis Dan Entertainment
    • Ekonomi
    • Hiburan
    • Hukum
    • Nasional
    • Olahraga
    • Opini
    • Politik
    • Regional
    • Sosial Budaya
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • SEMUA
    • ARTIS DAN ENTERTAINMENT
    • EKONOMI
    • HIBURAN
    • HUKUM
    • NASIONAL
    • OLAHRAGA
    • REGIONAL
    • POLITIK
    • OPINI
    • SOSIAL BUDAYA
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • Artis Dan Entertainment
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Hukum
  • Interior
  • Internasional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Regional
  • Sosial Budaya
Beranda » Internasional

Eropa Dilanda Kepanikan Pasca Amerika Serikat Gelar Pertemuan dengan Rusia

0
By Sulis on 20 February 2025 Internasional, Politik

TintaOtentik.Co – Eropa dilanda kepanikan usai Amerika Serikat ‘mengkhianati’ mereka dengan melakukan pembicaraan berdua dengan Rusia tanpa melibatkan negara-negara Eropa dan Ukraina.

Para pemimpin negara Eropa pada Senin (17/2/2025) menggelar pertemuan darurat di Prancis untuk membahas soal pertemuan AS dan Rusia.

Pejabat AS dan Rusia dijadwalkan bertemu pada Selasa (18/2/2025) untuk membahas tentang perang di Ukraina. Pertemuan awal yang akan dilanjutkan oleh Presiden AS Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin di waktu mendatang ini membuat kalut negara-negara Eropa lantaran tak melibatkan mereka. Bahkan, Ukraina juga tidak diajak.

Dalam pertemuan di Istana Elysee Prancis, para pemimpin negara Eropa pun berdiskusi mengenai stratego menanggapi perubahan kebijakan AS yang kini di bawah Donald Trump.

Mereka mempertimbangkan sejumlah reaksi, seperti meningkatkan anggaran pertahanan agar tidak terlalu bergantung pada AS, memberikan jaminan keamanan ke Ukraina, hingga mengirim pasukan ke Kyiv sebagai penjaga perdamaian jika terjadi gencatan senjata.

Ide mengirim pasukan itu muncul usai Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menyatakan siap mempertimbangkan dan menempatkan pasukan Inggris di Ukraina “jika ada perjanjian perdamaian yang langgeng.”

Sejumlah negara setuju dengan ide ini. Namun, pada saat yang sama, gagasan ini membuat marah Jerman.

Kanselir Jerman Olaf Scholz mengatakan rencana tentang pengiriman pasukan penjaga perdamaian ke Ukraina “benar-benar prematur” dan “sangat tidak pantas” dipertimbangkan saat perang sedang berlangsung.

Pada kesempatan itu, Perdana Menteri Polandia Donald Tusk menyinggung bahwa hubungan antara Eropa dan Amerika Serikat “telah memasuki fase baru.”

Sejalan dengan itu, Kepala Uni Eropa Ursula von der Leyen mengatakan “Ukraina pantas mendapatkan perdamaian melalui kekuatan” dan hal ini menurutnya harus “menghormati kemerdekaan, kedaulatan, serta integritas teritorial [Ukraina], dengan jaminan keamanan yang kuat.”

Mengenai pengiriman pasukan, Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen terbuka soal itu. Kendati begitu, Frederiksen mewanti-wanti soal potensi mundurnya AS dari aliansi Eropa jika ada pengerahan pasukan ke Ukraina.

Rapat darurat di Prancis ini sendiri berakhir tak melahirkan pernyataan bersama, seperti dikutip dari AFP.

Pada Selasa (18/2), Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan dirinya mengadakan pembicaraan telepon dengan Trump dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky untuk menyerukan “jaminan keamanan yang kuat dan kredibel” bagi Ukraina sehingga kesepakatan damai tak berakhir seperti perjanjian Minsk 2014 dan 2015 yang gagal menyelesaikan konflik di Ukraina timur.

Laporan: Tim

Amerika Serikat as Eropa Eropa Dilanda Kepanikan Eropa Panik Pertemuan Amerika Serikat dengan Rusia Pertemuan AS dengan Rusia Rusia TintaOtentik.Co Uni Eropa
Share. Facebook Twitter WhatsApp Email Copy Link
Previous ArticleAndra Soni Resmi Dilantik, GM GRIB Tangsel Siap Mengawal Kebijakan Gubernur Banten Terpilih
Next Article THR Pegawai di Indonesia Termasuk ASN, Dipastikan Cair Maret 2025
Sulis

Related Posts

KAI Siap Adopsi Solar Campur Sawit 50%, Dorong Kereta Api Rendah Emisi

14 April 2026

Warga Serpong Terrace Datangi DPRD, Julham Firdaus Soroti Drainase dan Tata Kelola Lingkungan

14 April 2026

Kemhan Nyatakan Soal AS Minta Akses Lintasi Ruang Udara RI Belum Miliki Kekuatan Hukum

13 April 2026

Digarap OASA-BIPI, PSEL Tangsel Diharapkan Bisa Hasilkan Listrik 23,5 MW

13 April 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Social Media
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Baca Juga
Ekonomi

KAI Siap Adopsi Solar Campur Sawit 50%, Dorong Kereta Api Rendah Emisi

By tintaotentik.co14 April 20260

TintaOtentik.Co – Sektor transportasi perkeretaapian bersiap menembus ambang baru dalam penggunaan energi bersih. Pemerintah menjadwalkan…

 

Warga Serpong Terrace Datangi DPRD, Julham Firdaus Soroti Drainase dan Tata Kelola Lingkungan

14 April 2026

Kemhan Nyatakan Soal AS Minta Akses Lintasi Ruang Udara RI Belum Miliki Kekuatan Hukum

13 April 2026

Digarap OASA-BIPI, PSEL Tangsel Diharapkan Bisa Hasilkan Listrik 23,5 MW

13 April 2026
logo-tintaotentik
Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • KONTAK KAMI

Copyright @ 2024 Tintaotentik. All right reserved

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.