TintaOtentik.Co – Penanganan Banjir di Tangsel Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan menyatakan, pihaknya akan segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penyebab banjir, termasuk kemungkinan pergeseran anggaran untuk penanganan.
Pilar mengatakan, dirinya telah menjadwalkan rapat dengan dinas terkait guna mengumpulkan data dan memetakan persoalan di lapangan.
“Saya besok sudah agendakan untuk mengumpulkan dinas terkait. Mereka sedang melakukan pendataan kemarin dan hari ini,” ujar Pilar.
“Besok setelah pendataan itu ada, kita lihat apa saja penyebabnya,” sambungnya.
Lebih lanjut Politisi Golkar itu menjelaskan, bahwa langkah penanganan akan disesuaikan dengan hasil pendataan tersebut.
Jika ditemukan persoalan pada saluran air, lanjut dia, maka perbaikan akan segera dilakukan.
“Misalkan kalau di situ ada drainase yang tertutup atau misalkan perlu normalisasi, ya itu yang harus kita lakukan segera,” katanya.
Ia juga menegaskan, telah meminta jajaran pemerintah kota untuk mengkaji kemungkinan pergeseran anggaran demi mempercepat normalisasi sungai.
“Kalau misalkan normalisasi, tadi saya minta juga dengan Pak Sekda coba pergeseran anggaran untuk kita bisa lakukan normalisasi sungai-sungai,” ucapnya.
Selain itu, Pilar menyebut perbaikan infrastruktur lain juga akan dilakukan apabila diperlukan, dengan memastikan program yang dijalankan tepat sasaran.
“Tapi yang pasti apa yang kita lakukan itu harus tepat sasaran,” imbuhnya.
Terkait dugaan banyaknya drainase yang tidak berfungsi, Pilar mengaku masih menunggu data rinci dari dinas terkait untuk menentukan langkah konkret.
“Itu yang harus saya dapatkan datanya dulu. Drainase yang mana, titiknya. Kalau misalkan tidak berfungsi ya harus berfungsi, bisa berjalan. Air itu ke sungai utama,” jelasnya.
Ia juga menyoroti kendala penanganan banjir yang kerap berkaitan dengan status kepemilikan aset, seperti jalan atau saluran air milik pemerintah provinsi maupun pusat.
Meski demikian, Pemkot Tangsel siap turun tangan jika mendapatkan izin.
“Kalau misalkan bisa ditangani oleh Tangsel, asal diizinkan saja, ya tidak apa-apa kita lakukan perbaikan. Ini kan untuk masyarakat Tangsel,” tegasnya.
Pilar menambahkan, koordinasi dengan pemerintah provinsi dan pusat akan terus diperkuat agar penanganan banjir dapat berjalan optimal.
“Kalau tidak, ya tinggal provinsi dan pusat harus cepat-cepat perbaikan. Karena kasihan masyarakat,” katanya.
Ia menekankan bahwa sistem aliran air tidak mengenal batas administrasi, sehingga penanganan harus dilakukan secara terintegrasi.
“Air tidak lihat jalurnya punya kota atau provinsi,” tandas Pilar.
Sebelumnya diberitakan sebanyak 25 wilayah terendam banjir akibat hujan deras yang mengguyur wilayah Kota Tangerang Selatan, pada Minggu (5/4/2026).
Banjir dengan ketinggian air sekitar 30 – 100 centimeter itu merendam ratusan rumah warga.
Banjir tersebut diduga akibat drainase yang tidak berfungsi dengan baik, sehingga menyebabkan aliran air sungai meluap masuk ke pemukiman warga.
Laporan: iwanpose
