Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
logo-tintaotentik
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • NASIONAL

    Harga BBM 18 April 2026: Pertalite dan Pertamax Stabil, Dex Series Alami Kenaikan

    18 April 2026 No Comments

    Kasatpol PP Tangsel Tegaskan Tak Ada Ruang bagi Oknum Pembeking

    17 April 2026 No Comments

    Kadispora Tangsel Mukroni Siap Matangkan Gedung dan Musrenbang Pemuda

    17 April 2026 No Comments

    Kepala BPKAD Tangsel Hadi Bidik Optimalisasi Aset untuk Dongkrak PAD

    17 April 2026 No Comments

    IMF-World Bank Nilai Indonesia Mampu Dorong Pertumbuhan Ekonomi Tanpa Abaikan Prinsip Fiskal

    17 April 2026 No Comments
  • SEMUA
    • Artis Dan Entertainment
    • Ekonomi
    • Hiburan
    • Hukum
    • Nasional
    • Olahraga
    • Opini
    • Politik
    • Regional
    • Sosial Budaya
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • SEMUA
    • ARTIS DAN ENTERTAINMENT
    • EKONOMI
    • HIBURAN
    • HUKUM
    • NASIONAL
    • OLAHRAGA
    • REGIONAL
    • POLITIK
    • OPINI
    • SOSIAL BUDAYA
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • Artis Dan Entertainment
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Hukum
  • Interior
  • Internasional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Regional
  • Sosial Budaya
Beranda » Hukum

Gelar Aksi, Mahasiswa Menduga Proyek Pedestrian Ciater Serpong Sebesar Rp7 Miliar Tidak Wajar

0
By Irfan Kurniawan on 1 October 2025 Hukum, Regional, Sosial Budaya


TintaOtentik.Co – Proyek revitalisasi trotoar di Jalan Ciater Raya, Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menuai sorotan tajam dari publik. Pasalnya, proyek yang menelan anggaran sekitar Rp7 miliar ini hanya untuk memperbaiki trotoar sepanjang kurang lebih satu kilometer.

Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Hukum Tangerang Selatan (Permahuta) menilai besarnya anggaran tersebut tidak relevan dengan kondisi eksisting.

Menurut mereka, trotoar di kawasan tersebut sudah ada sebelumnya dan hanya membutuhkan perbaikan ringan, bukan pembangunan ulang atau revitalisasi dengan anggaran jumbo.

“Trotoar itu sebelumnya sudah ada, hanya direvitalisasi. Jadi dengan biaya sebesar Rp7 miliar kami rasa tidak wajar,” tegas Korlap Permahuta, Rizky Tanarubun, saat aksi unjuk rasa ketika dijumpai wartawan, Rabu (1/10/2025).

Selain menyoroti efisiensi anggaran, Permahuta juga mengkritisi minimnya sosialisasi dari pihak terkait. Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (DSDABMBK) disebut tidak pernah melakukan pemberitahuan kepada masyarakat sebelum proyek dijalankan.

Hal ini berdampak langsung pada pedagang yang berjualan di sekitar kawasan trotoar. Dari temuan lapangan, omzet pedagang mengalami penurunan cukup signifikan.

“Omzet pedagang turun sekitar 30–40 persen karena proyek ini. Tidak ada sosialisasi sebelumnya, jadi warga sekitar yang akhirnya dirugikan,” ungkap Rizky.

Dalam aksi yang digelar di Kawasan Perkantoran Lengkong, mahasiswa mengajukan sejumlah tuntutan, antara lain transparansi rincian anggaran proyek, audit independen atas penggunaan dana, kompensasi ekonomi bagi pedagang dan warga terdampak.

Lebih lanjut, Permahuta menegaskan jika audit menemukan indikasi praktik mark-up atau fraud, Inspektorat tidak boleh hanya berhenti pada laporan administratif.

“Hasil temuan harus direkomendasikan untuk diproses hukum oleh Kejaksaan maupun Kepolisian sesuai Pasal 2 dan 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 jo. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi,” jelas Rizky.

Selain itu, DPRD Kota Tangerang Selatan juga didesak segera menggunakan hak interpelasi maupun hak angket untuk mengusut dugaan maladministrasi dan inefisiensi proyek yang bernilai miliaran rupiah tersebut.

Gelombang kritik dan aksi protes ini menunjukkan meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap tata kelola pembangunan yang transparan, akuntabel, dan berpihak pada kepentingan warga.

Dengan anggaran besar yang bersumber dari APBD, publik berharap proyek revitalisasi trotoar Ciater benar-benar memberikan manfaat nyata, bukan justru menimbulkan kerugian sosial-ekonomi.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi Kota Tangerang Selatan belum memberikan keterangan resmi terkait aksi protes mahasiswa maupun isu anggaran proyek tersebut.

Laporan: iwanpose

Kota tangsel Mahasiswa Soroti Anggaran Rp7 Miliar Proyek Pedestrian Ciater Serpong Pedestrian Ciater Pedestrian Ciater BSD Pembangunan Pedestrian Ciater Pembangunan Pedestrian Ciater BSD Pembangunan Trotoar Ciater Pembangunan Trotoar Ciater BSD Tangsel TintaOtentik.Co Trotoar Ciater Trotoar Ciater BSD Trotoar Jalan Ciater Trotoar Jalan Ciater BSD
Share. Facebook Twitter WhatsApp Email Copy Link
Previous ArticleSuara Mahasiswa dan Warga Kalbar Menggema di DPR: Tegakkan Pasal 33 UUD 1945!
Next Article APP Group Raih Apresiasi di BISRA 2025 Melalui Indah Kiat Tangerang dan Perawang Mill
Irfan Kurniawan

Related Posts

Harga BBM 18 April 2026: Pertalite dan Pertamax Stabil, Dex Series Alami Kenaikan

18 April 2026

Kasatpol PP Tangsel Tegaskan Tak Ada Ruang bagi Oknum Pembeking

17 April 2026

Kadispora Tangsel Mukroni Siap Matangkan Gedung dan Musrenbang Pemuda

17 April 2026

Kepala BPKAD Tangsel Hadi Bidik Optimalisasi Aset untuk Dongkrak PAD

17 April 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Social Media
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Baca Juga
Ekonomi

Harga BBM 18 April 2026: Pertalite dan Pertamax Stabil, Dex Series Alami Kenaikan

By tintaotentik.co18 April 20260

TintaOtentik.Co – Kabar terbaru datang bagi para pengguna kendaraan bermesin performa tinggi dan diesel modern.…

 

Kasatpol PP Tangsel Tegaskan Tak Ada Ruang bagi Oknum Pembeking

17 April 2026

Kadispora Tangsel Mukroni Siap Matangkan Gedung dan Musrenbang Pemuda

17 April 2026

Kepala BPKAD Tangsel Hadi Bidik Optimalisasi Aset untuk Dongkrak PAD

17 April 2026
logo-tintaotentik
Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • KONTAK KAMI

Copyright @ 2024 Tintaotentik. All right reserved

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.