TintaOtentik.co – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten tengah menghadapi tantangan dalam menjaga stabilitas fiskal daerah.
Proyeksi Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Banten diproyeksikan mengalami penurunan dari kisaran Rp10,5 triliun menjadi Rp9,5 triliun sekian.
Gubernur Banten, Andra Soni, mengungkapkan bahwa kontraksi anggaran ini tidak hanya dialami Banten, melainkan terjadi di hampir seluruh daerah.
Salah satu pemicu utamanya adalah pergeseran tren pembelian kendaraan masyarakat ke Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB).
Selama ini, Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) menjadi tulang punggung utama Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“2027 dalam kebijakan umum anggaran kita atau plafon prioritas plafon anggaran sementara kita itu mengalami penurunan dari Rp10,5 T hingga Rp9,5 T. Dan kontraksi ini hampir di semua daerah ya, terkhusus sekarang pendapatan utama kita kan sebenarnya dari pendapatan pajak kendaraan bermotor,” ujar Andra Soni saat ditemui di Pamulang, (24/08/2026).
Namun, adanya insentif pajak dari pemerintah pusat untuk kendaraan listrik membuat potensi penerimaan dari sektor ini tidak mengalami peningkatan signifikan.
“Nah tingkat pembelian kendaraan bermotor kita sekarang ini banyak yang listrik. Nah sedangkan listrik kan pemerintah pusat ada insentif khusus sehingga tidak mempengaruhi pendapatan,” sambungnya.
Menanggapi tergerusnya potensi penerimaan dari sektor kendaraan bermotor, Pemprov Banten menyiapkan langkah taktis untuk menggali sumber pendapatan alternatif.
Gubernur menegaskan akan menambal potensi PAD yang hilang dengan menargetkan optimalisasi pajak air permukaan serta pemanfaatan aset daerah secara lebih intensif.
“Tapi kita akan berusaha terus, salah satunya adalah dengan mengoptimalkan aset dan kemudian mengoptimalkan air permukaan,” tegasnya.
Untuk mendukung pencapaian target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), Andra Soni menunjuk potensi besar infrastruktur sumber daya air di Banten yang selama ini belum tergarap secara maksimal, seperti Waduk Karian dan Waduk Sindangheula.
“Ya salah satu air permukaan, kita punya potensi air, kita ada Waduk Karian, kita ada Sindangheula yang saat ini belum dioptimalkan dan kita akan berupaya ini supaya bisa maksimal. Salah satu ya, salah satu itu. Kemudian juga pemanfaatan aset. Ya, pemanfaatan aset, upaya-upaya yang akan kita lakukan. Detilnya nanti ya, insyaallah,” pungkas Andra Soni.
