Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
logo-tintaotentik
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • NASIONAL

    Meski Pertamax Naik, Harga BBM Indonesia Masih Termurah di ASEAN

    12 June 2026 No Comments

    Selat Hormuz Ditutup Kembali, Wamenlu Arif: Pasokan Minyak RI Aman dari Afrika

    12 June 2026 No Comments

    Dinkes Tangsel Katakan Penerima Manfaat MBG Kelompok 3B Ada 28 Ribu

    12 June 2026 No Comments

    Kemenkes Pastikan Obat yang Ditanggung BPJS Tak Naik

    12 June 2026 No Comments

    BGN Sebut Ada 26 Dapur MBG di Tangsel Berstatus Suspend

    11 June 2026 No Comments
  • SEMUA
    • Artis Dan Entertainment
    • Ekonomi
    • Hiburan
    • Hukum
    • Nasional
    • Olahraga
    • Opini
    • Politik
    • Regional
    • Sosial Budaya
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • SEMUA
    • ARTIS DAN ENTERTAINMENT
    • EKONOMI
    • HIBURAN
    • HUKUM
    • NASIONAL
    • OLAHRAGA
    • REGIONAL
    • POLITIK
    • OPINI
    • SOSIAL BUDAYA
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • Artis Dan Entertainment
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Hukum
  • Interior
  • Internasional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Regional
  • Sosial Budaya
Beranda » Nasional

Ini Alasan Badan Gizi Nasional Nonaktifkan 1.512 SPPG, Apakah Perbaikan Standar?

0
By Irfan Kurniawan on 12 March 2026 Nasional, Ekonomi, Gaya Hidup, Regional

TintaOtentik.co – Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah tegas dengan menghentikan operasional sementara terhadap 1.512 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di wilayah Pulau Jawa.

Keputusan ini diambil menyusul hasil evaluasi komprehensif yang menunjukkan adanya ketidaksesuaian standar sarana dan prasarana di ribuan unit layanan tersebut.

Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah II BGN, Albertus Dony Dewantoro, mengonfirmasi kebijakan tersebut sebagai upaya menjaga kualitas pelayanan gizi kepada masyarakat.

“Ada 1.512 SPPG yang kita hentikan sementara operasionalnya,” ungkap Dony dalam keterangan resminya, Rabu (11/3/2026).

Berdasarkan data BGN, Jawa Timur menjadi wilayah dengan jumlah penangguhan terbanyak mencapai 788 unit, disusul Jawa Barat sebanyak 350 unit.

Wilayah lain yang terdampak meliputi DI Yogyakarta (208 unit), Banten (62 unit), Jawa Tengah (54 unit), dan DKI Jakarta (50 unit).

Akar permasalahan dari penghentian ini berkaitan erat dengan legalitas higienitas layanan. Dony mengungkapkan bahwa mayoritas unit yang terdampak belum memiliki sertifikasi kesehatan yang sah.

“Salah satu temuan utama adalah belum terdaftarnya Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) pada banyak unit layanan,” papar Dony. Tercatat sebanyak 1.043 unit SPPG belum mengantongi dokumen krusial tersebut.

Selain persoalan sanitasi, aspek lingkungan dan kesejahteraan petugas juga menjadi catatan merah dalam evaluasi BGN. Ditemukan 443 unit SPPG yang belum memiliki sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) sesuai standar teknis.

Tak hanya itu, 175 unit layanan dilaporkan belum menyediakan fasilitas tempat tinggal atau mes bagi personel inti, seperti Kepala SPPG, tenaga ahli gizi, dan akuntan. Kendala fasilitas hunian ini paling banyak ditemukan di DI Yogyakarta (86 unit) dan Banten (36 unit).

BGN memastikan tidak akan melepas tangan begitu saja. Pihak otoritas akan memberikan pendampingan intensif bagi unit-unit yang ditangguhkan agar bisa segera memenuhi standar minimal yang ditetapkan pemerintah.

“Operasional SPPG yang dihentikan sementara akan dibuka kembali secara bertahap setelah seluruh persyaratan operasional dan standar yang ditetapkan telah dipenuhi,” pungkas Dony.

Albertus Dony Dewantoro badan gizi nasional BGN BGN Nonaktifkan SPPG Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah II BGN Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah II BGN Albertus Dony Dewantoro Gizi Nasional mbg MBG Banten MBG Jakarta mbg tangsel SPPG SPPG Banten SPPG Dinonaktifkan SPPG Jakarta TintaOtentik.Co
Share. Facebook Twitter WhatsApp Email Copy Link
Previous ArticleKapal Pemasok BBM RI Lolos Zona Konflik Timteng, Stok Energi Semakin Stabil!
Next Article Komisi II DPRD Tangsel Geram! Pasar Ciputat Banyak Masalah Perlu Ditata
Irfan Kurniawan

Related Posts

Selat Hormuz Ditutup Kembali, Wamenlu Arif: Pasokan Minyak RI Aman dari Afrika

12 June 2026

Dinkes Tangsel Katakan Penerima Manfaat MBG Kelompok 3B Ada 28 Ribu

12 June 2026

Kemenkes Pastikan Obat yang Ditanggung BPJS Tak Naik

12 June 2026

BGN Sebut Ada 26 Dapur MBG di Tangsel Berstatus Suspend

11 June 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Social Media
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Baca Juga
Politik

Meski Pertamax Naik, Harga BBM Indonesia Masih Termurah di ASEAN

By Irfan Kurniawan12 June 20260

TintaOtentik.co – Lonjakan harga minyak mentah global yang dipicu oleh membara-nya tensi geopolitik di kawasan…

 

 

 

Selat Hormuz Ditutup Kembali, Wamenlu Arif: Pasokan Minyak RI Aman dari Afrika

12 June 2026

Dinkes Tangsel Katakan Penerima Manfaat MBG Kelompok 3B Ada 28 Ribu

12 June 2026

Kemenkes Pastikan Obat yang Ditanggung BPJS Tak Naik

12 June 2026
logo-tintaotentik
Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • KONTAK KAMI

Copyright @ 2024 Tintaotentik. All right reserved

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.