Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
logo-tintaotentik
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • NASIONAL

    KAI Siap Adopsi Solar Campur Sawit 50%, Dorong Kereta Api Rendah Emisi

    14 April 2026 No Comments

    Warga Serpong Terrace Datangi DPRD, Julham Firdaus Soroti Drainase dan Tata Kelola Lingkungan

    14 April 2026 No Comments

    Kemhan Nyatakan Soal AS Minta Akses Lintasi Ruang Udara RI Belum Miliki Kekuatan Hukum

    13 April 2026 No Comments

    Digarap OASA-BIPI, PSEL Tangsel Diharapkan Bisa Hasilkan Listrik 23,5 MW

    13 April 2026 No Comments

    Prabowo ke Rusia, Pastikan Pasokan Energi Nasional hingga Lirik Teknologi Nuklir

    13 April 2026 No Comments
  • SEMUA
    • Artis Dan Entertainment
    • Ekonomi
    • Hiburan
    • Hukum
    • Nasional
    • Olahraga
    • Opini
    • Politik
    • Regional
    • Sosial Budaya
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • SEMUA
    • ARTIS DAN ENTERTAINMENT
    • EKONOMI
    • HIBURAN
    • HUKUM
    • NASIONAL
    • OLAHRAGA
    • REGIONAL
    • POLITIK
    • OPINI
    • SOSIAL BUDAYA
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • Artis Dan Entertainment
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Hukum
  • Interior
  • Internasional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Regional
  • Sosial Budaya
Beranda » Nasional

Komjak Soroti Gaya Jaksa di Lapangan: Jangan Arogan Pakai Atribut dan Kendaraan Dinas

0
By Sulis on 24 April 2025 Nasional, Gaya Hidup, Hukum

TintaOtentik.co – Ketua Komisi Kejaksaan Republik Indonesia (Komjak), Pujiyono Suwadi, memberikan peringatan tegas kepada para jaksa dan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Kejaksaan agar menjaga perilaku, baik saat menjalankan tugas kedinasan maupun dalam kehidupan sehari-hari.

Pernyataan tersebut disampaikan Pujiyono saat memberikan pengarahan di Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bangka Belitung, Selasa (22/4/2025). Ia menyoroti pentingnya etika personal dalam mencerminkan citra institusi.

“Ketika Bapak Ibu memakai seragam, jangan merasa gagah. Pakai mobil dinas, pelat Kejaksaan, jangan petantang-petenteng juga karena yang diawasi publik itu bukan hanya kinerja, tapi juga perilaku kita sehari-hari,” ujar Pujiyono.

Ia menekankan bahwa menjaga perilaku adalah bagian penting dari upaya mempertahankan kepercayaan masyarakat terhadap institusi Kejaksaan, yang saat ini berada pada posisi cukup tinggi dalam survei kepercayaan publik.

Dalam paparannya, Pujiyono mengacu pada hasil survei terbaru dari Lembaga Survei Indonesia (LSI), yang menunjukkan bahwa Kejaksaan menjadi salah satu lembaga penegak hukum paling dipercaya publik, menempati posisi ketiga secara nasional setelah TNI dan Presiden.

“Public trust itu terbentuk karena dua hal, yakni profesionalisme dan perilaku. Profesionalisme jelas ada aturannya, ada SOP, ada arahan pimpinan. Tapi sikap dan perilaku, itu tergambar dari keseharian,” ungkap Guru Besar Hukum dari Universitas Sebelas Maret (UNS) itu.

Ia juga mengingatkan bahwa di era digital dan media sosial, kesalahan sekecil apa pun bisa dengan mudah tersebar luas dan merusak reputasi institusi.

“Kalau ada 99 persen kebenaran dan hanya 1 persen kesalahan, yang diviralkan di media sosial justru satu persen itu. Maka menjaga sikap dan perilaku itu tidak mudah,” jelasnya.

Lebih lanjut, Pujiyono menekankan bahwa integritas dan profesionalisme bukan hanya dibentuk melalui pendidikan formal, melainkan melalui keteladanan dari para pimpinan.

“Integritas tidak bisa diwariskan dari dosen. Tapi bisa diteladani dari pimpinan. Maka para Kajati, Wakajati, Kajari, harus sadar bahwa mereka sedang ditiru oleh anak buahnya,” tutup Pujiyono.

Gaya Hidup Jaksa Gaya Hidup Pejabat Jajaran Jaksa Jaksa Kajati Ketua Komisi Kejaksaan Republik Indonesia (Komjak) Komjak Peringatkan Gaya Hidup Jaksa Komjak Peringatkan Jasa Pujiyono Suwadi TintaOtentik.Co
Share. Facebook Twitter WhatsApp Email Copy Link
Previous ArticleMenkeu Sri Mulyani: Gaji PNS Nggak Naik 16%, Tapi Tenang… Hak Tetap Aman!
Next Article Tak Gentar Saham Anjlok, Prabowo: Asal Pangan Aman, Negara Kuat!
Sulis

Related Posts

KAI Siap Adopsi Solar Campur Sawit 50%, Dorong Kereta Api Rendah Emisi

14 April 2026

Warga Serpong Terrace Datangi DPRD, Julham Firdaus Soroti Drainase dan Tata Kelola Lingkungan

14 April 2026

Kemhan Nyatakan Soal AS Minta Akses Lintasi Ruang Udara RI Belum Miliki Kekuatan Hukum

13 April 2026

Digarap OASA-BIPI, PSEL Tangsel Diharapkan Bisa Hasilkan Listrik 23,5 MW

13 April 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Social Media
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Baca Juga
Ekonomi

KAI Siap Adopsi Solar Campur Sawit 50%, Dorong Kereta Api Rendah Emisi

By tintaotentik.co14 April 20260

TintaOtentik.Co – Sektor transportasi perkeretaapian bersiap menembus ambang baru dalam penggunaan energi bersih. Pemerintah menjadwalkan…

 

Warga Serpong Terrace Datangi DPRD, Julham Firdaus Soroti Drainase dan Tata Kelola Lingkungan

14 April 2026

Kemhan Nyatakan Soal AS Minta Akses Lintasi Ruang Udara RI Belum Miliki Kekuatan Hukum

13 April 2026

Digarap OASA-BIPI, PSEL Tangsel Diharapkan Bisa Hasilkan Listrik 23,5 MW

13 April 2026
logo-tintaotentik
Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • KONTAK KAMI

Copyright @ 2024 Tintaotentik. All right reserved

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.