Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
logo-tintaotentik
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • NASIONAL

    Tabrak Aturan! Satpol PP Tangsel Didesak Segel Proyek Poll Taksi Green!

    14 September 2026 No Comments

    Resmi Geser Purbaya, Prabowo Pilih Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru

    14 September 2026 No Comments

    Prabowo di KTT BRICS 2026: Indonesia Tolak Didikte Hegemoni Global

    13 September 2026 No Comments

    Minyak Dunia Tembus US$ 108 per Barel, Bahlil: Berat, Tapi Tetap Tekan Harga BBM Subsidi

    13 September 2026 No Comments

    Prabowo Hadir Bersama Putin dan Para Pemimpin Dunia di KTT BRICS India

    13 September 2026 No Comments
  • SEMUA
    • Artis Dan Entertainment
    • Ekonomi
    • Hiburan
    • Hukum
    • Nasional
    • Olahraga
    • Opini
    • Politik
    • Regional
    • Sosial Budaya
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • SEMUA
    • ARTIS DAN ENTERTAINMENT
    • EKONOMI
    • HIBURAN
    • HUKUM
    • NASIONAL
    • OLAHRAGA
    • REGIONAL
    • POLITIK
    • OPINI
    • SOSIAL BUDAYA
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • Artis Dan Entertainment
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Hukum
  • Interior
  • Internasional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Regional
  • Sosial Budaya
Home»Ekonomi»​Lewat Kopdes Merah Putih Petani Bisa Rebut Keuntungan Rp313 T dari Tengkulak
Kementan memproyeksikan Kopdes Merah Putih Putus Mata Rantai Tengkulak (Foto: Istimewa)

​Lewat Kopdes Merah Putih Petani Bisa Rebut Keuntungan Rp313 T dari Tengkulak

0
By Irfan Kurniawan on 30 July 2026 Ekonomi, Gaya Hidup, Nasional, Politik, Sosial Budaya

Tinta Otentik.co – Kementerian Pertanian (Kementan) memproyeksikan potensi lompatan kesejahteraan bagi para petani nasional melalui kehadiran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih).

Keberadaan lembaga ekonomi warga di tingkat desa ini dinilai menjadi kunci utama untuk meruntuhkan dominasi perantara atau tengkulak yang selama ini menggerogoti margin keuntungan sektor pertanian.

Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman menegaskan bahwa skema Kopdes Merah Putih dirancang untuk merampingkan alur tata niaga komoditas pangan yang selama ini terlalu panjang dan tidak efisien.

Alur distribusi yang mulanya melintasi hingga delapan tingkatan rantai pasok bakal dipangkas secara drastis menjadi hanya tiga tahapan ringkas: dari petani ke koperasi, lalu langsung menjangkau konsumen.

“Ini koperasi sebenarnya kalau sektor pertanian, ini adalah fungsi utamanya memotong supply chain rantai pasok. Itu dari delapan menjadi tiga. Jadi dari delapan rangkaian menjadi tiga. Tiga itu dari petani ke koperasi, koperasi ke masyarakat,” ujar Amran di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Selasa (28/7/2026).

Pemangkasan alur distribusi ini bukan sekadar efisiensi logistik, melainkan rekonfigurasi pembagian nilai ekonomi.

Amran membeberkan, kalkulasi internal Kementan mencatat bahwa nilai keuntungan yang selama ini diserap oleh para perantara (middleman) dari sembilan komoditas pangan utama mencapai angka fantastis, yakni Rp313 triliun.

Dengan hadirnya Kopdes Merah Putih, porsi keuntungan raksasa yang dulunya dinikmati perantara dapat dialihkan kembali untuk memperkuat daya beli masyarakat sekaligus menaikkan pendapatan petani di hilir.

“Nah kami pernah hitung, sembilan komoditas itu nilainya untuk middleman dia dapatkan keuntungan Rp 313 triliun. Nah katakanlah koperasi dapat 50 triliun saja, artinya apa? Ada Rp 263 triliun itu bisa dinikmati petani, harga komoditas bisa naik, kemudian konsumen yang daya belinya naik. Konsumen yang biasanya beli 1 kilo bisa menjadi 1,5 kilo. Itu yang diinginkan Bapak Presiden,” terang Amran.

Selain merevolusi alur penjualan hasil tani, Kopdes Merah Putih ditargetkan menjadi simpul pelayanan terpadu bagi pemenuhan sarana produksi pertanian (saprodi).

Koperasi ini akan berperan sebagai titik distribusi pupuk bersubsidi sehingga petani tidak lagi mengalami kendala jarak dan aksesibilitas untuk mendapatkan pupuk.

Di sisi lain, koperasi desa ini juga berfungsi sebagai penyerah atau penampung resmi (offtaker) hasil panen warga, sekaligus distributor produk lokal.

Kehadiran offtaker di tingkat desa dinilai menjadi jawaban atas kendala jarak tempuh gudang penampungan resmi seperti Bulog yang sering kali terlalu jauh dari lokasi persawahan.

“Yang kedua, menjual seperti dikatakan tadi Pak Menko, menjual gabah itu langsung ke koperasi, karena biasanya gudang Bulog kita jaraknya 50 kilo dari sawah,” katanya.

berita nasional bulog Distribusi Pupuk Ekonomi Desa Gabah harga pangan Kebijakan Publik Kemenko Pangan Kementan Kementerian Pertanian Kesejahteraan Petani Kopdes Merah Putih Koperasi Desa Mentan Amran Sulaiman Rantai Pasok Pangan Tengkulak
Share. Facebook Twitter WhatsApp Email Copy Link
Previous ArticlePerkuat Akses Keadilan Daerah, Presiden Prabowo Resmikan Pembentukan 7 Kejaksaan Negeri Baru
Next Article Pungli Perizinan ESDM Jatim Rp8,4 Miliar, Uang Haram Disulap Jadi Emas dan Fortuner
Irfan Kurniawan

Related Posts

Tabrak Aturan! Satpol PP Tangsel Didesak Segel Proyek Poll Taksi Green!

14 September 2026

Resmi Geser Purbaya, Prabowo Pilih Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru

14 September 2026

Prabowo di KTT BRICS 2026: Indonesia Tolak Didikte Hegemoni Global

13 September 2026

Minyak Dunia Tembus US$ 108 per Barel, Bahlil: Berat, Tapi Tetap Tekan Harga BBM Subsidi

13 September 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Social Media
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Baca Juga
Hukum

Tabrak Aturan! Satpol PP Tangsel Didesak Segel Proyek Poll Taksi Green!

By tintaotentik.co14 September 20260

TintaOtentik.Co – Wakil Walikota Tangerang Selatan Pilar Saga Ichsan tegas meminta Satpol PP untuk menyegel…

 

Resmi Geser Purbaya, Prabowo Pilih Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru

14 September 2026

Prabowo di KTT BRICS 2026: Indonesia Tolak Didikte Hegemoni Global

13 September 2026

Minyak Dunia Tembus US$ 108 per Barel, Bahlil: Berat, Tapi Tetap Tekan Harga BBM Subsidi

13 September 2026
logo-tintaotentik
Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • KONTAK KAMI

Copyright @ 2024 Tintaotentik. All right reserved

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.