TintaOtentik.co – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi senyap. Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, dikabarkan terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) di wilayah Semarang, Jawa Tengah, pada Selasa (3/3/2026) dini hari.
Dalam operasi tersebut, tim penyidik tidak hanya mengamankan sang bupati, tetapi juga memboyong ajudan dan sosok yang diduga sebagai orang kepercayaannya.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengonfirmasi bahwa setelah diamankan di Jawa Tengah, para pihak tersebut segera dibawa ke Jakarta untuk pemeriksaan lebih lanjut.
“Para pihak diamankan di wilayah Semarang, kemudian pada pagi hari ini ketiga pihak dimaksud langsung dibawa ke Jakarta untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” jelas Budi Prasetyo di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta.
Setibanya di markas lembaga antirasuah sekitar pukul 10.22 WIB, Fadia beserta dua orang lainnya terlihat memasuki gedung melalui akses pintu belakang, sebuah prosedur yang cukup berbeda dari biasanya. Hingga saat ini, ketiganya tengah menjalani interogasi intensif oleh tim penyidik.
Budi mengungkapkan bahwa operasi ini berkaitan dengan dugaan tindak pidana korupsi dalam proyek pengadaan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan. Meski demikian, KPK masih terus mengembangkan kasus ini dan memburu pihak-pihak lain yang diduga terlibat.
“Kami juga mengimbau agar para pihak-pihak dimaksud bisa kooperatif sehingga dapat membantu dalam proses penanganan perkara ini, sehingga jalannya proses penanganan perkara yang saat ini ada di tahap penyelidikan bisa berjalan secara efektif,” tegas Budi.
Intip Kekayaan Fantastis Fadia Arafiq: Total Rp85,6 Miliar
Di tengah kasus hukum yang menjeratnya, profil kekayaan Fadia Arafiq turut menjadi sorotan publik. Berdasarkan data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dilaporkannya pada 30 Maret 2025, Fadia tercatat memiliki kekayaan bersih mencapai Rp85,6 miliar.
Mayoritas hartanya terkumpul dalam bentuk aset tidak bergerak. Ia memiliki 26 bidang tanah dan bangunan yang tersebar di berbagai wilayah strategis seperti Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Semarang, Bogor, Depok, hingga Bali (Badung), dengan total nilai mencapai Rp74,29 miliar. Beberapa aset menonjolnya antara lain lahan di Bogor senilai Rp10 miliar dan properti di Semarang seharga Rp7 miliar.
Selain properti, garasi sang bupati dihiasi oleh dua kendaraan mewah, yakni Mobil Hyundai Minibus (2013) dan Toyota Alphard (2018) dengan taksiran nilai gabungan Rp1,18 miliar. Kekayaan lainnya meliputi:
- Harta Bergerak Lainnya: Rp3,02 miliar.
- Kas dan Setara Kas: Rp10,33 miliar.
- Tanggungan Utang: Rp3,2 miliar.
Dengan akumulasi seluruh aset tersebut, total kekayaan Bupati Pekalongan ini mencapai Rp85.623.500.000. Saat ini, publik menanti kelanjutan status hukum Fadia setelah pemeriksaan 1×24 jam yang dilakukan oleh penyidik KPK selesai.
