Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
logo-tintaotentik
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • NASIONAL

    Fasilitas Puskesmas dan RSU di Tangsel Jangan Sampe Jadi Pilihan Terakhir Masyarakat, Kenapa?

    6 April 2026 No Comments

    Bongkar Celah Korupsi, LKPP Tekankan Wajib Negosiasi Harga di E-Katalog

    6 April 2026 No Comments

    Purbaya Bingung: Menterinya Saya, Tapi Orang Kemenkeu Sendiri Isukan APBN Sisa 2 Minggu

    6 April 2026 No Comments

    Utang Koperasi Merah Putih Dibayar oleh APBN, Aset Resmi Jadi Milik Negara

    6 April 2026 No Comments

    Evaluasi Total, Wawalkot Tangsel Bakal Lakukan Pergeseran Anggaran untuk Penanganan Banjir

    6 April 2026 No Comments
  • SEMUA
    • Artis Dan Entertainment
    • Ekonomi
    • Hiburan
    • Hukum
    • Nasional
    • Olahraga
    • Opini
    • Politik
    • Regional
    • Sosial Budaya
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • SEMUA
    • ARTIS DAN ENTERTAINMENT
    • EKONOMI
    • HIBURAN
    • HUKUM
    • NASIONAL
    • OLAHRAGA
    • REGIONAL
    • POLITIK
    • OPINI
    • SOSIAL BUDAYA
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • Artis Dan Entertainment
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Hukum
  • Interior
  • Internasional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Regional
  • Sosial Budaya
Beranda » Nasional

Para Akademisi Hingga Pelaku Industri Sepakat Produk Kelapa Sawit Besar untuk UKM

0
By Sulis on 23 October 2025 Nasional, Sosial Budaya

TintaOtentik.Co – Para pakar, akademisi, dan pelaku industri sepakat bahwa potensi pengembangan produk berbasis kelapa sawit masih sangat besar, terutama di sektor usaha kecil dan menengah (UKM).

Selain bernilai ekonomi tinggi, produk sawit juga telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sehari-hari. Saat ini, jumlah pelaku UKM sawit terus meningkat di berbagai wilayah seperti Sumatera, Kalimantan, Jawa, dan Sulawesi.

Kesimpulan tersebut mengemuka dalam Workshop Jurnalis Promosi UKM Sawit bertema “Kolaborasi Media dan Pelaku UKM Sawit untuk Indonesia Emas 2045” yang digelar di Serpong, Banten, Kamis, (23/10/2025).

Acara ini diselenggarakan oleh Majalah SAWIT INDONESIA dengan dukungan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Dewan Minyak Sawit Indonesia (DMSI), dan Asian Agri.

Workshop menghadirkan sejumlah narasumber di antaranya Puspo Edi Giriwono (Director SEAFAST Center IPB), Bachtiar Priyambodo (Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Tangerang Selatan), Mochamad Husni (Media Relations GAPKI), serta Shandyka Yudha Pratama (General Manager PT Ratu Bio Indonesia). Diskusi dimoderatori oleh Hamzirwan Hamid, Head of Editorial Collaboration Harian Kompas.

Acara dibuka oleh Metty Kusmayantie, Asisten Deputi Produksi dan Digitalisasi Usaha Menengah Kementerian Koperasi dan UKM RI, dan turut dihadiri Ir. Sahat Sinaga, Ketua Umum DMSI, bersama 50 jurnalis media cetak dan online.

Dalam sambutannya, Metty menyampaikan apresiasi atas sinergi antara media, pemerintah, dan pelaku usaha sawit. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor ini merupakan langkah strategis untuk memperluas eksposur positif terhadap komoditas unggulan nasional tersebut.

“Kami mengapresiasi inisiatif ini sebagai bentuk nyata sinergi antara UKM, media, pemerintah, dan industri. Sektor sawit menyumbang sekitar 60 persen terhadap ekspor dan menyerap 67 persen tenaga kerja nasional, sehingga menjadi pondasi penting bagi perekonomian,” ujar Metty.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Workshop, Qayum Amri, menyoroti peran strategis BPDPKS dalam pengembangan UKM sawit. Ia menyebut, BPDP telah menerbitkan katalog berisi 100 produk inovatif dari 22 UKM di sejumlah daerah, mulai dari Riau, Aceh, Jambi, hingga Jawa dan Sulawesi.

“Selama ini sawit hanya dikenal sebagai minyak goreng, padahal ada 32 produk turunan seperti batik, skincare, kosmetik, lilin, kopi, cokelat, hingga mie sawit merah,” jelas Qayum.

Ia menambahkan, pemilihan Tangerang Selatan sebagai lokasi kegiatan bukan tanpa alasan, sebab wilayah ini memiliki potensi besar di sektor hotel, restoran, dan MICE yang dapat menjadi pasar potensial bagi produk UKM sawit.

“Sawit bukan milik korporasi semata, tapi milik semua. Dengan pemberitaan positif, kita bisa menghapus stigma negatif terhadap sawit. Terlebih, 40 persen lahan sawit saat ini dimiliki oleh petani kecil,” ujarnya.

Director SEAFAST Center IPB, Puspo Edi Giriwono, menegaskan bahwa sawit adalah produk strategis yang mampu menggerakkan ekonomi dari tingkat akar rumput hingga industri besar.

“Kalau teknologinya dikuasai, sawit bahkan bisa dijadikan bahan bakar roket. Sama-sama hidrokarbon seperti minyak bumi, tapi sawit tumbuh egaliter dari bawah,” ungkapnya.

Menurut Puspo, produktivitas sawit jauh melampaui minyak nabati lainnya. Untuk memenuhi kebutuhan global sebesar 225 juta ton minyak nabati, sawit hanya memerlukan seperempat luas lahan dibanding kedelai atau bunga matahari. Ia juga menambahkan, riset IPB menunjukkan bahwa minyak sawit merah dapat membantu pencegahan stunting dan meningkatkan fungsi kognitif anak.

“Vitamin A dan E dalam minyak sawit merah sangat tinggi. Di Nigeria, kekurangan vitamin A hampir tidak terjadi karena konsumsi sawit merah,” jelasnya.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Tangerang Selatan, Bachtiar Priyambodo, menyebut UMKM sebagai tulang punggung ekonomi daerah.

“Pertumbuhan ekonomi Tangsel mencapai 5,02 persen dengan tingkat kemiskinan terendah di Banten, yakni 2,36 persen. Itu semua ditopang oleh sektor UMKM,” ujarnya.

Ia menambahkan, Pemkot Tangsel terus mendorong pelaku usaha agar naik kelas melalui legalisasi usaha, pelatihan, dan inkubasi bisnis.

“Kami ingin pelaku UMKM tidak sekadar bertahan, tetapi bisa menjadi bagian dari rantai pasok industri sawit nasional,” tambahnya.

Dari sisi industri, Mochamad Husni dari GAPKI menilai peran media sangat penting dalam mempertemukan potensi UKM sawit dengan pasar.

“Banyak produk UMKM sawit belum dikenal publik. Padahal sawit hadir di setiap aspek kehidupan manusia mulai dari sabun, makanan, hingga tinta printer,” katanya.

Sedangkan Ketua Umum DMSI, Sahat Sinaga, menekankan pentingnya peran koperasi dan UKM dalam membangun kemandirian industri sawit.

“Kemajuan industri sawit ada di tangan UKM dan koperasi. Kita harus membentuk koperasi modern berbasis teknologi, dan mengubah petani dari objek menjadi subjek dalam rantai nilai sawit,” tegas Sahat.

Laporan: Iwanpose

Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit BPDPKS Dewan Minyak Sawit Indonesia DMSI Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia GAPKI Potensi Kelapa Sawit Besar untuk Pengembangan UKM Produk Kelapa Sawit Sawit Bukan Milik Korporasi TintaOtentik.Co
Share. Facebook Twitter WhatsApp Email Copy Link
Previous ArticleFaktor Dana Pemda Mengendap, Minimnya Pemahaman SDM Pemda Soal Katalog Elektronik
Next Article Lantik Bernadeta Maria Elastiyani, Jaksa Agung Burhanuddin Tekankan Akselerasi Kinerja!
Sulis

Related Posts

Fasilitas Puskesmas dan RSU di Tangsel Jangan Sampe Jadi Pilihan Terakhir Masyarakat, Kenapa?

6 April 2026

Bongkar Celah Korupsi, LKPP Tekankan Wajib Negosiasi Harga di E-Katalog

6 April 2026

Purbaya Bingung: Menterinya Saya, Tapi Orang Kemenkeu Sendiri Isukan APBN Sisa 2 Minggu

6 April 2026

Utang Koperasi Merah Putih Dibayar oleh APBN, Aset Resmi Jadi Milik Negara

6 April 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Social Media
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Baca Juga
Gaya Hidup

Fasilitas Puskesmas dan RSU di Tangsel Jangan Sampe Jadi Pilihan Terakhir Masyarakat, Kenapa?

By tintaotentik.co6 April 20260

TintaOtentik.Co – Pemerintah Kota Tangerang Selatan mendorong fasilitas kesehatan milik daerah memiliki standar layanan yang…

Bongkar Celah Korupsi, LKPP Tekankan Wajib Negosiasi Harga di E-Katalog

6 April 2026

Purbaya Bingung: Menterinya Saya, Tapi Orang Kemenkeu Sendiri Isukan APBN Sisa 2 Minggu

6 April 2026

Utang Koperasi Merah Putih Dibayar oleh APBN, Aset Resmi Jadi Milik Negara

6 April 2026
logo-tintaotentik
Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • KONTAK KAMI

Copyright @ 2024 Tintaotentik. All right reserved

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.