Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
logo-tintaotentik
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • NASIONAL

    Khofifah Buka Suara Soal Rentetan OTT KPK: Kepala Daerah Sudah Dibekali Solusi

    15 April 2026 No Comments

    Diproyeksi Turun ke 4,7%, Ternyata Bank Dunia Salah Hitung: Ekonomi RI Tetap Kokoh!

    15 April 2026 No Comments

    Tak Hujan Deras Sungai Meluap, Warga Gang Pinan Tangsel Desak Pengerukan Dan U-Ditch

    15 April 2026 No Comments

    Dorong Pemanfaatan Listrik Tenaga Surya, Indonesia Targetkan Tak Impor BBM 2 Tahun Kedepan

    15 April 2026 No Comments

    KAI Siap Adopsi Solar Campur Sawit 50%, Dorong Kereta Api Rendah Emisi

    14 April 2026 No Comments
  • SEMUA
    • Artis Dan Entertainment
    • Ekonomi
    • Hiburan
    • Hukum
    • Nasional
    • Olahraga
    • Opini
    • Politik
    • Regional
    • Sosial Budaya
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • SEMUA
    • ARTIS DAN ENTERTAINMENT
    • EKONOMI
    • HIBURAN
    • HUKUM
    • NASIONAL
    • OLAHRAGA
    • REGIONAL
    • POLITIK
    • OPINI
    • SOSIAL BUDAYA
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • Artis Dan Entertainment
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Hukum
  • Interior
  • Internasional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Regional
  • Sosial Budaya
Beranda » Regional

Posko Pengaduan SPMB, Dindikbud Tangsel: Banyak Orang Tua Keliru Pahami Aturan Domisili

0
By Irfan Kurniawan on 7 July 2025 Regional, Sosial Budaya

TintaOtentik.Co – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Tangsel, membuka posko pengaduan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) setiap hari di SMPN 11 Tangsel.

Posko ini dibuka untuk menampung berbagai keluhan dan pertanyaan dari orang tua siswa selama masa Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) berlangsung.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Tangsel, Deden Deni, mengatakan bahwa sebagian besar aduan yang masuk berkaitan dengan perubahan sistem domisili. Aturan baru yang membagi domisili ke dalam tiga kluster dinilai masih membingungkan masyarakat.

“Yang paling banyak dikeluhkan adalah soal perubahan aturan domisili. Karena ini aturan baru, para orang tua masih membandingkan dengan sistem lama, di mana yang dekat dengan sekolah lebih berpeluang. Sekarang, yang rumahnya lebih jauh pun tetap punya kesempatan, meskipun kuotanya lebih kecil,” jelas Deden.

Selain itu, banyak orang tua mempertanyakan mekanisme jalur prestasi, terutama dari calon siswa yang tidak diterima di jalur domisili dan ingin mencoba kembali lewat jalur lain.

“Mereka ingin tahu apakah masih bisa ikut jalur berikutnya, dan bagaimana prosedurnya. Itu sudah kami jelaskan langsung di posko,” ujarnya.

Deden juga mengungkapkan bahwa masih banyak orang tua yang keliru memahami istilah domisili.

“Di awal-awal PPDB, banyak yang mengira jalur domisili harus pakai surat keterangan domisili dari kelurahan. Padahal, tidak seperti itu. Ini yang terus kami edukasikan,” katanya.

Tak hanya itu, persoalan teknis seperti kesulitan mengakses aplikasi PPDB juga menjadi aduan yang kerap muncul. Namun menurut Deden, semua keluhan tersebut bersifat teknis dan dapat diatasi oleh petugas di lapangan.

Sebagai informasi, PPDB SMP Negeri di Tangsel tahun ini menyediakan beberapa jalur pendaftaran, dengan pembagian kuota antara lain: domisili 40%, afirmasi 30%, prestasi 20%, pindah tugas orang tua 3%, anak guru 2%, dan jalur mutasi total sebesar 5%.

“Posko pengaduan ini kami buka untuk memastikan proses PPDB berjalan transparan dan masyarakat mendapat informasi yang tepat,” tutup Deden.

Laporan: iwanpose

dikbud tangsel Dindik Tangsel Dindikbud Tangsel PPDB di Tangsel PPDB SMP Negeri Tangsel SMP Negeri Tangsel SPMB di Tangsel SPMB SMP Negeri Tangsel TintaOtentik.Co
Share. Facebook Twitter WhatsApp Email Copy Link
Previous ArticleBanjir di Perumahan Pondok Pakulonan Serpong Utara, 80 Persen Rumah Terendam
Next Article Drainase Bermasalah Pemicu Banjir, Dewan PDIP Tangsel Geram Desak Pemkot Duduk Bareng Pengembang!
Irfan Kurniawan

Related Posts

Khofifah Buka Suara Soal Rentetan OTT KPK: Kepala Daerah Sudah Dibekali Solusi

15 April 2026

Diproyeksi Turun ke 4,7%, Ternyata Bank Dunia Salah Hitung: Ekonomi RI Tetap Kokoh!

15 April 2026

Tak Hujan Deras Sungai Meluap, Warga Gang Pinan Tangsel Desak Pengerukan Dan U-Ditch

15 April 2026

Dorong Pemanfaatan Listrik Tenaga Surya, Indonesia Targetkan Tak Impor BBM 2 Tahun Kedepan

15 April 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Social Media
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Baca Juga
Politik

Khofifah Buka Suara Soal Rentetan OTT KPK: Kepala Daerah Sudah Dibekali Solusi

By tintaotentik.co15 April 20260

TintaOtentik.Co – Tren negatif Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang menyasar para pemimpin daerah di Jawa…

 

Diproyeksi Turun ke 4,7%, Ternyata Bank Dunia Salah Hitung: Ekonomi RI Tetap Kokoh!

15 April 2026

Tak Hujan Deras Sungai Meluap, Warga Gang Pinan Tangsel Desak Pengerukan Dan U-Ditch

15 April 2026

Dorong Pemanfaatan Listrik Tenaga Surya, Indonesia Targetkan Tak Impor BBM 2 Tahun Kedepan

15 April 2026
logo-tintaotentik
Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • KONTAK KAMI

Copyright @ 2024 Tintaotentik. All right reserved

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.